Erick Thohir: Gen Z Luar Negeri Mandiri, di Indo Nebeng Ortu. Pas Kerja Bikin Masalah? - Koran Mandalika

Erick Thohir: Gen Z Luar Negeri Mandiri, di Indo Nebeng Ortu. Pas Kerja Bikin Masalah?

Kamis, 11 Juli 2024 - 16:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Generasi Z dan Dunia Kerja: Fenomena atau Masalah?

Beberapa bulan terakhir, Gen-Z makin sering jadi bahan ‘bulan-bulanan’ netizen karena banyaknya kasus pekerja gen-z yang dinilai bermasalah.

Mulai dari gen-z yang baperan, baru masuk 3 hari udah resign, banyak ngeluh, nggak inisiatif, dan banyak lagi. 

Selain itu, gen z dinilaii generasi yang paling ‘malas’ kerja keras, tapi maunya gaji tinggi. Ini dibuktikan dengan fakta lebih dari 9.9 juta gen z yang menganggur dan tidak sekolah juga. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, riset dari Deloitte mengungkapkan bahwa 49% pekerja Gen Z merasa stres hampir setiap hari. Fenomena ini menunjukkan tekanan besar yang dialami oleh Gen Z di dunia kerja. 

Image

Di sisi lain, laporan dari McKinsey mencatat bahwa Gen Z adalah generasi yang paling beragam dan tech-savvy, namun mereka sering kali merasa tidak mendapatkan dukungan yang memadai di lingkungan kerja.

Gen Z: Masalah atau Misunderstood?

Beberapa orang di platform media sosial X (dulu Twitter) berpendapat bahwa Gen Z sering kali membuat masalah di tempat kerja.

Baca Juga :  Solusi Pengendalian Polusi Udara Thermax Dukung Industri Indonesia Menuju Operasi Berkelanjutan

Misalnya, user @hrguru mengungkapkan, “Pekerja Gen Z seringkali kurang disiplin dan terlalu banyak menuntut.” Namun, apakah benar demikian?

Peran Lingkungan Kerja dan Kepemimpinan dalam Mengelola Gen Z

Image

Faktanya, setiap generasi memiliki karyawan berkualitas dan bermasalah. Jadi, ini bukan hanya soal Gen Z saja.

Dalam dunia bisnis, semua generasi itu sama, mereka sama-sama manusia. Jadi, catatan penting bagi pengusaha adalah tidak perlu membatasi generasi.

Yang perlu diperbaiki adalah cara kita mengelola dan menciptakan budaya kerja di perusahaan.

Pentingnya Budaya Kerja yang Adaptif

Budaya kerja yang adaptif sangat penting. Studi dari Harvard Business Review menunjukkan bahwa perusahaan dengan budaya kerja yang inklusif dan adaptif memiliki produktivitas 21% lebih tinggi.

Image

Misalnya, Google dan Netflix adalah contoh perusahaan yang berhasil meningkatkan produktivitas karyawan melalui budaya kerja yang fleksibel dan adaptif.

Memanusiakan Manusia: Kunci Kinerja Maksimal Gen Z

Kinerja Gen Z yang maksimal dapat dicapai dengan cara memanusiakan manusia. Mereka juga manusia biasa yang ingin diapresiasi, diberi ruang untuk tumbuh, diberi kesejahteraan, dan memiliki kehidupan yang perlu dijalani.

Baca Juga :  Perbandingan Saham AAPL vs MSFT: Mana yang Lebih Unggul untuk Investasi Jangka Panjang?

Jika ingin karyawan di kantor produktif, bahagia, loyal, dan tidak mudah resign, maka solusinya adalah menerapkan formula “Being Human.”

Formula Being Human: Mengelola Gen Z dan Milenial dengan Efektif

Formula Being Human adalah salah satu strategi mengelola tim, terutama Gen Z dan Milenial, yang sudah diterapkan di banyak perusahaan besar dunia.

Doc. Sekolah HRD Gila Bisnishack

Cara ini sudah terbukti berdampak pada produktivitas dan performa karyawan di kantor. Sekarang, formula Being Human ini diadaptasi di Indonesia dan dikemas dalam workshop yang tidak biasa, yaitu Sekolah HRD Gila.

Sekolah HRD Gila akan dimentori langsung oleh Satia Pradana, salah satu pengusaha paling dicari karena mindset dan eksekusi idenya yang terkenal ‘gila’.

Dia berhasil membantu puluhan ribu pengusaha menaikkan omzet dan mengelola ratusan ribu karyawan dengan strategi dan formula tidak biasanya dalam bisnis.

Workshop Sekolah HRD Gila

Ini adalah kesempatan emas bagi Anda untuk belajar langsung dari ahlinya. Daftar sekarang, hubungi Mba Reny di wa.me/6281392077733

renybisnishack@gmail.com

Berita Terkait

Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM
“Satu Jalur, Sejuta Cerita”: Merayakan Kisah-kisah Jalur Komuter Indonesia
BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia
KAI Logistik Sabet 4 Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026
PTPN III Perkenalkan Platform Digital Terintegrasi dalam Forum Inovasi Teknologi Danantara 2026
BRI BO Gunung Sahari Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Besi Datang Tepat Waktu dan Utuh, Ini yang Disiapkan Sentral Besi Pratama Putra
Harga WTI Pekan Depan Dibayangi Tekanan Jual dan Ketidakpastian Pasokan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:45

MotoGP Mandalika 2026, Merchandise Veda Ega Pratama dan Marc Marquez Diminati Pembeli

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:18

Pertamina Mandalika International Circuit Naik Level! Homologasi Grade A FIM Resmi Dikantongi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:46

Jelang Pilkades, DPMD Loteng Akui Konflik Horizontal Rentan Terjadi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:28

RSUD Praya Naik Kelas, FP4 NTB Sorot ‘Wajah Lama’ di Struktur Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:08

Tiket MotoGP Mandalika Diburu, 4 Kategori Sudah di Atas 95 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:41

Kades Kabul Dilaporkan ke Aparat, Warga Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:12

Kades Kateng Mangkir dari Panggilan Polisi, Kasus Pemalsuan Surat Masuk Penyidikan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:35

Jam Pengolahan hingga Bahan Baku Disorot, Ada Apa dengan SPPG MBG di Loteng?

Berita Terbaru