ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar - Koran Mandalika

ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar

Jakarta, 17 Juni 2026 – Pasar aset digital dan pasar keuangan global memasuki periode volatilitas yang lebih tinggi pada pekan kedua Juni 2026. Tekanan berasal dari keluarnya arus dana besar dari ETF Bitcoin di Amerika Serikat, pelemahan harga Bitcoin dan Ethereum, serta meningkatnya kehati-hatian investor akibat dinamika ekonomi global dan domestik.

Market Outlook FLOQ di minggu kedua bulan Juni 2026, mencatat arus keluar dana dari ETF Bitcoin menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar. Sejak pertengahan Mei, ETF Bitcoin AS tercatat mengalami outflow sekitar US$4,4 miliar atau setara lebih dari 59.000 BTC dalam periode 13 hari perdagangan berturut-turut.

Kondisi tersebut turut menekan harga Bitcoin yang sempat bergerak di bawah level psikologis US$60.000 sebelum kembali menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Harga BTC per hari ini berada di kisaran US$66.000 dengan kapitalisasi pasar (market cap) sekitar US$1,3 triliun. Sementara itu, Ethereum juga mengalami koreksi meskipun aktivitas fundamental di dalam ekosistemnya masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasar saat ini sedang berada dalam fase yang sangat dipengaruhi oleh sentimen makro dan arus dana institusi. Namun menariknya, di tengah tekanan harga, indikator fundamental seperti pertumbuhan staking Ethereum dan aktivitas akumulasi institusi masih menunjukkan tren yang positif,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.

Baca Juga :  EVOS Terpilih sebagai Klub Mitra Resmi Esports World Cup Foundation (EWCF)

Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian pasar adalah langkah perusahaan Strategy yang sempat menjual 32 BTC pada awal Juni. Meskipun jumlah tersebut relatif kecil dibanding total kepemilikan mereka, pasar sempat merespons negatif karena dianggap bertentangan dengan strategi akumulasi jangka panjang yang selama ini identik dengan perusahaan tersebut.

Namun sentimen tersebut berbalik setelah Strategy kembali melakukan pembelian sekitar 1.550 BTC senilai lebih dari US$100 juta hanya beberapa hari kemudian.

“Aksi Strategy menunjukkan bahwa investor institusi masih aktif memanfaatkan koreksi pasar untuk melakukan akumulasi. Ini menjadi pengingat bahwa pergerakan jangka pendek sering kali dipengaruhi oleh headline, sementara keputusan investasi institusi umumnya tetap berorientasi jangka panjang,” tambahnya.

Di dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada keputusan Bank Indonesia yang menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap nilai tukar.

Langkah Bank Indonesia memberikan dampak langsung terhadap sentimen pasar domestik. Setelah sempat mengalami tekanan tajam, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan terbatas pasca pengumuman kenaikan suku bunga.

Baca Juga :  Cara Menyimpan Dana Darurat Secara Bertahap agar Keuangan Lebih Siap Menghadapi Risiko

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi arah investasi ke depan, termasuk perkembangan geopolitik global, arah kebijakan moneter negara-negara besar, serta pergerakan arus modal internasional.

Para investor perlu memperhatikan bahwa pergerakan aset digital saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan industri blockchain, tetapi juga oleh faktor ekonomi makro yang lebih luas seperti inflasi, suku bunga, dan aliran modal global.

Bagi investor pemula, pendekatan akumulasi bertahap atau dollar cost averaging (DCA) dinilai tetap relevan dalam menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif. Sementara bagi trader, disiplin manajemen risiko menjadi faktor penting mengingat pasar masih bergerak sangat sensitif terhadap perkembangan berita dan sentimen.

Di sisi lain, investor jangka panjang dinilai masih dapat melihat perkembangan positif dari sisi fundamental industri. Pertumbuhan staking Ethereum yang mencapai rekor baru serta aktivitas akumulasi oleh sejumlah institusi besar menunjukkan bahwa adopsi aset digital dan teknologi blockchain terus berkembang meskipun pasar sedang mengalami fase konsolidasi.

“Volatilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan pasar. Yang terpenting bagi investor adalah memahami risiko, menjaga disiplin strategi, dan tetap fokus pada tujuan investasi jangka panjang,” tutup Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bitcoin Terkoreksi Usai Keputusan The Fed, Bittime Soroti Peluang dan Risiko di Tengah Volatilitas
CjC Marketing Agency dan Italian Atelier Hadirkan Diskusi Industri serta Merek Vietnam, Tinh Mộc, ke IFFINA+ 2026
5 Hal yang Bisa Membuat Perjalanan Batal, Sudah Siap Mengantisipasinya?
Sanggabiz di GIFTS 2026: Tawarkan Solusi Eksekusi Bisnis kepada Lebih dari 30 Investor Global
KAI Logistik Layani Lebih dari 138 Ribu Pengiriman Hewan Peliharaan hingga Triwulan III 2026, Tumbuh 19%
KAI Logistik Hadirkan Promo Diskon Pengiriman Paket Hingga 50% Sampai Akhir Tahun
KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025
Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:02

Bitcoin Terkoreksi Usai Keputusan The Fed, Bittime Soroti Peluang dan Risiko di Tengah Volatilitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:02

CjC Marketing Agency dan Italian Atelier Hadirkan Diskusi Industri serta Merek Vietnam, Tinh Mộc, ke IFFINA+ 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:02

5 Hal yang Bisa Membuat Perjalanan Batal, Sudah Siap Mengantisipasinya?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

Sanggabiz di GIFTS 2026: Tawarkan Solusi Eksekusi Bisnis kepada Lebih dari 30 Investor Global

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Layani Lebih dari 138 Ribu Pengiriman Hewan Peliharaan hingga Triwulan III 2026, Tumbuh 19%

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Inisiatif Sun to Sea dari Global Energy Alliance for People and Planet Perkuat Dukungan bagi Masyarakat Pesisir Indonesia

Berita Terbaru