Festival Wana Lestari Promosikan Program Perhutanan Sosial Masyarakat Desa Banyurip - Koran Mandalika

Festival Wana Lestari Promosikan Program Perhutanan Sosial Masyarakat Desa Banyurip

Jumat, 28 Februari 2025 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Program Yayasan KEHATI Rony Megawanto memberikan sambutan pada kegiatan Festival Wana Lestari yang diselenggarakan di Desa Banyurip Sragen Jawa Tengah (27/2). Kegiatan ini bertujuan mempromosikan program perhutanan sosial yang dilakukan oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Banyurip.

Sejak lama, Desa
Banyurip Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen menghadapi beberapa masalah
lingkungan. Salah satunya adalah tingginya ketergantungan pada komoditi jagung
dan tebu di sekitar kawasan hutan. Hal ini berdampak pada kurang terpeliharanya
tanaman produktif. Kurangnya perhatian masyarakat terhadap tumbuh kembang
tanaman produktif bukan tanpa sebab. Hal itu dilakukan agar tanaman produktif
tersebut tidak mengganggu pertumbuhan tanaman jagung dan tebu yang tumbuh di
area tersebut. Pertumbuhan tanaman produktif yang baik, dianggap mengancam pertumbuhan
tanaman jagung dan tebu yang ditanam petani.

Alhasil, kerusakan
tanaman pokok mengakibatkan sumber–sumber air mengering, sehingga menyebabkan
bagi hasil dari hasil tanaman pokok bagi penggarap rendah, dan membuat
ketersediaan rumput untuk ternak terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Badan Pengurus
Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan Surakarta, Sumino, SE mengatakan bahwa
solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah mengembalikan keseimbangan
ekosistem di kawasan hutan melalui program perhutanan sosial, sehingga dapat
mengembalikan fungsi ekologi, ekonomi dan sosial.

Instalasi Penampungan Air Hujan (IPAH) menjadi salah satu solusi dapat menghadapi masalah kekurangan air bersih warga Desa Banyurip Kabupaten Sragen Jawa tengah

Secara ekologi, hutan
bisa menjadi wilayah menjadi resapan air dan memulihkan sumber – sumber air
yang selama ini mati, dan memulihkan sumber keragaman hayati untuk mendukung
kebutuhan masyarakat. Secara ekonomi masyarakat dapat mengambangkan komoditas
tanaman produksi  yang dapat hidup
selaras dengan ekosistem hutan dan dapat menjadi sumber pendapatan. Secara
sosial kawasan hutan dapat menjadi pusat edukasi dan penelitian terkait
keragaman dan pengelolaan ekosistem hutan.

Yayasan KEHATI mendorong kegiatan budi daya sayuran di perkarangan rumah warga di Desa Banyurip dengan tujuan sebagai pemenuhan gizi rumah tangga dan mengurangi pengeluaran masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari 

Tujuan-tujuan tersebut
diwujudkan melalui program perhutanan sosial yang sudah dijalankan. Maka itu,
untuk menyebarluaskan pembelajaran, dan mendapatkan dukungan dari para pihak,
LPTP bersama Yayasan KEHATI menggelar acara festival lingkungan bertajuk
Festival Wana Lestari. Selain sebagai ajang promosi, kegiatan ini diharapkan
dapat  membangun kerja sama dari para
pemangku kepentingan yang hadir terkait strategi pengelolaan kawasan perhutanan
sosial berkelanjutan di Desa Banyurip.

Pada kesempatan yang
sama Direktur Program Yayasan KEHATI Dr. Rony Megawanto mengatakan bahwa sudah
saatnya bangsa Indonesia hidup harmonis dan selaras dengan alam alam. Hal ini
dimulai dari wilayah perdesaan, khususnya yang tinggal dekat dengan kawasan
hutan. Begitu pun dengan Desa Banyurip. Jika ekosistemnya rusak, maka yang
paling terkena dampaknya adalah masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Kenalan dengan Michael Saylor, Sosok di Balik Perusahaan Pemegang Bitcoin Terbesar di Dunia

Hal ini pernah
dirasakan dengan mengeringnya sumber-sumber air yang mengakibatkan tingginya
pengeluaran masyarakat untuk membeli air bersih.

Festival
Wana Lestari

LPTP
bersama Yayasan KEHATI mengadakan Festival Wana Lestari kegiatan ini yang
dikoordinatori oleh Niken Prihartari kegiatan ini dilaksanakan di Balai
Kesenian Rakyat Desa Banyurip Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen (27/2).
Tujuannya yaitu untuk mempromosikan
praktik baik yang dilakukan masyarakat Desa Banyurip dalam mengembalikan tata
guna kawasan sesuai dengan fungsinya melalui kerja sama dengan seluruh pemangku
kepentingan pengelolaan kawasan perhutanan sosial.

Beberapa program perhutanan sosial yang sudah
dijalankan, antara lain pengembangan model pengelolaan perutanan sosial yang
dikelola dengan vegetasi multistrata, diversivikasi sumber pangan untuk  mendukung ketahanan pangan dan pendapatan melalui
optimalisasi lahan pekarangan dan marginal dengan komoditas palawija,
umbi-umbian, tanaman obat, dan sayuran melalui pendekatan sekolah lapang;
peningkatan daya dukung pertanian melalui perbaikan manajemen unit pengolahan
pupuk organik dan pestisida alami; pengembangan industri rumah tangga makanan
olahan yang dikelola perempuan berbasis hasil hutan bukan kayu seperti
umbi-umbian koro-koroan dan buah-buahan; dan penguatan tata kelola kelembagaan
LMDH dalam mengelola organisasi, bisnis, jaringan, dan kawasan hutan secara
mandiri.

Selain itu, Festival Wana Lestari turut mempromosikan beberapa
hasil hutan bukan kayu yang diproduksi di kawasan hutan, seperti cabe jawa,
gula merah berbahan tebu, mangga red ivory, mangga kiojay, mangga Hong Guo Fei dan
juga sayuran dan tanaman pangan lain yang diproduksi dari perkarangan rumah,
antara lain produk olahan kacang sacha inchi dan olahannya (susu sachi,  susu bubuk sachi, kacang oven sachi, minyak
sachi, cokelat sachi, teh sachi, sabun sachi), dan sayur hasil budi daya
pekarangan. Dalam pameran tersebut juga ditampilkan aneka olahan pangan
berbahan komoditas hasil panen masyarakat setempat.

Baca Juga :  BINUS @Semarang Gelar INAWARA 2025: Menguatkan Inovasi dan Kewirausahaan Era Industry 4.0

Selain menambah penghasilan, sayur-mayur yang
dihasilkan dapat menjadi pemenuhan gizi keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir multistakeholder,
yaitu :

1.     Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)
Provinsi Jawa Tengah

2.     Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam
Provinsi Jawa Tengah

3.     Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi
Jawa Tengah

4.     Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa
Tengah

5.     Dinas Koperasi usaha Kecil dan Menegah
Provinsi Jawa Tengah

6.     Balai 
Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) wilayah Jawa Tengah

7.     Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDas)
Solo

8.     Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo
(BBWS)

9.     Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah
Wilayah X

10.  Perum Perhutani KPH Surakarta

11.  Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan
perikanan Kabupaten Sragen

12.  Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah,
Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen

13.  Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen

14.  Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan
Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Sragen

15.  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD)
Kabupaten Sragen

16.  Perum Perhutani BKPH Tangen

17.  Camat Kecamatan Jenar

18.  Koramil Kecamatan Jenar

19.  Polsek Kecamatan Jenar

20.  UNS Fakultas Pertanian Prodi Pengelolaan Hutan

21.  UNS Fakultas Pertanian Penyuluhan dan Komunikasi
Pertanian

22.  Pemerintah Desa Banyurip

23.  LMDH Banyurip Lestari Desa Banyurip

24.  KUPS Kembang Pilang Desa Banyurip

25.  KUPS Banyurip 
Lestari I

26.  KUPS Banyurip Lestari II

27.  Pengelola lahan demplot/pesanggem

28.  CV Abana Green Garden

29.  Ketua LMDH 
Wonolerso Desa Kadang sapi

30.  Ketua LMDH Wonodadi Japoh

31.  Ketua LMDH Sumber Rejeki I Desa Dawung

32.  Ketua LMDH Dadi Mulyo Jenar

33.  KTH Anting Putri Desa Ngepringan

34.  KTH Wono Tirto Lestari Ngepringan

35.  Ketua MMP Wono Asri Kecamatan Jenar

36.  SMP Negeri 1 Jenar

37.  SMP Negeri 2 Jenar

38.  SMP Negeri 3 Satu Atap Jenar

39.  SD Negeri Banyurip 1

40.  Yayasan KEHATI

Berita Terkait

Memperkenalkan Sennheiser MOMENTUM True Wireless 5: Pengalaman Flagship MOMENTUM dalam Genggaman
Industri Udang Punya Alternatif Pengganti Kaporit, FisTx Siap Unjuk Solusi di FARM 2026
Bank Mandiri Taspen Dorong Digitalisasi Retribusi dan Transaksi Pedagang Pasar Kota Kupang
Bank Mandiri Taspen Terlibat Kolaborasi BUMN, Hadirkan Ruang Belajar di Banda Neira
Saat Tidak Konsisten dalam Menabung, Apa yang Bisa Kamu Lakukan?
Mimin Berekspansi ke Filipina, Gandeng TechShake untuk Menghadirkan Conversational AI bagi Bisnis Lokal
Tips Memilih Lokasi untuk Usaha Kecil agar Lebih Mudah Menjangkau Pelanggan
Bitcoin Bertahan di Atas US$75.000 Pasca FOMC, Ada Peluang Naik Lagi?

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:07

Inspektorat Review Pokir DPRD NTB, Muzihir: Kita Terima, Daripada Berurusan dengan KPK

Kamis, 17 September 2026 - 10:50

DPRD NTB Soroti Rebutan Penumpang di Kuta Mandalika, Pemkab Diminta Cari Solusi

Kamis, 17 September 2026 - 08:54

Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026

Rabu, 16 September 2026 - 22:43

Betabeq Jadi Pembuka, ITDC Minta Doa Restu Sambut MotoGP Mandalika

Rabu, 16 September 2026 - 11:07

Proyek Seaplane Bendungan Batujai Mundur dari Target

Selasa, 15 September 2026 - 19:08

Gubernur NTB : Harus Memiliki Komitmen Jangka Panjang dan Belajar Pada Perusahaan Tempat Bekerja

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Berita Terbaru