FisTx Resmi Luncurkan NAWASENA Water Test Kit, Solusi Monitoring Kualitas Air Tambak Lebih Mudah, Hemat, dan Cerdas - Koran Mandalika

FisTx Resmi Luncurkan NAWASENA Water Test Kit, Solusi Monitoring Kualitas Air Tambak Lebih Mudah, Hemat, dan Cerdas

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produk lokal berstandar internasional ini hadir menjawab tantangan monitoring kualitas air dilengkapi Smart Virtual Assistant 7×24 Jam untuk membantu petambak mengambil keputusan berbasis data secara real time

Industri budidaya tambak Indonesia terus menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas kualitas air, salah satu faktor paling krusial yang menentukan keberhasilan produksi. Di banyak tambak, perubahan parameter penting seperti amonia, dissolved oxygen (DO), alkalinitas, hingga nitrit sering terjadi sangat cepat dan tidak terdeteksi sejak dini.

Kondisi ini kerap diperparah oleh keterbatasan alat monitoring yang praktis, tingginya biaya pengujian laboratorium, hingga masih kuatnya kebiasaan pengambilan keputusan berbasis observasi visual atau pengalaman teknisi di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, keterlambatan membaca perubahan kualitas air dapat memicu stres pada udang dan ikan, menurunkan nafsu makan, memperburuk feed conversion ratio (FCR), menghambat pertumbuhan, memicu gangguan molting, hingga meningkatkan risiko penyakit seperti vibrio, EMS, dan EHP (Temukan solusinya disini) yang berujung pada ketidakstabilan hasil panen.

Menjawab persoalan tersebut, FisTx resmi meluncurkan NAWASENA Water Test Kit, inovasi monitoring kualitas air karya asli Indonesia yang dirancang untuk membantu petambak memantau parameter penting air secara cepat, praktis, ekonomis, dan cerdas langsung di lapangan.

CEO FisTx, Rico Wisnu Wibisono, menjelaskan bahwa tantangan terbesar budidaya tambak saat ini bukan semata pada pakan atau kualitas benur, melainkan kemampuan mendeteksi perubahan kualitas air sebelum kondisi berkembang menjadi krisis.

“Banyak kegagalan budidaya sebenarnya bukan terjadi karena faktor besar yang datang tiba-tiba, melainkan akumulasi perubahan kecil pada kualitas air yang terlambat terbaca. Melalui NAWASENA, kami ingin membantu petambak Indonesia beralih dari sistem yang reaktif menjadi lebih preventif, berbasis data, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Momen Kebersamaan di Libur Akhir Tahun, KAI Divre III Palembang Ajak Masyarakat Pesan Tiket Rombongan Lebih Awal

Monitoring Kualitas Air Kurang Dari 5 Menit

NAWASENA Water Test Kit memungkinkan petambak menguji berbagai parameter kritis kualitas air seperti:

– Amonia (NH3/NH4) (Nawasena Amonia)
– Alkalinitas (Nawasena Alkalinitas)
– Nitrit (NO2)
– Kalsium (Ca)
– Magnesium (Mg)
– Dissolved Oxygen (DO)
– pH & arameter pendukung lainnya

Pengguna cukup mengambil sampel air tambak, menambahkan reagent atau strip test, lalu mencocokkan perubahan warna dengan color chart yang tersedia dalam kit. Hasil dapat dibaca dalam waktu ±3–5 menit secara real-time, tanpa memerlukan alat laboratorium tambahan maupun perangkat digital mahal.

Kecepatan ini memungkinkan teknisi tambak mengambil tindakan korektif lebih cepat seperti menambah aerasi, mengurangi feeding, melakukan mineralisasi, maupun evaluasi kualitas air sebelum kondisi memasuki fase kritis.

Dengan biaya pengujian hanya sekitar Rp1.500–Rp1.900 per tes, solusi ini juga menawarkan efisiensi signifikan dibandingkan metode pengujian lain yang umumnya memerlukan biaya lebih tinggi untuk monitoring rutin.

Smart Virtual Assistant 7×24 Jam: Pendamping Digital Bagi Petambak

Keunggulan lain yang membedakan NAWASENA dari water test kit lainnya adalah hadirnya Smart Virtual Assistant Eksklusif 7×24 jam.

Setiap pelanggan yang membeli produk ini secara otomatis memperoleh akses gratis melalui smartphone masing-masing. Sistem ini memungkinkan teknisi tambak berkonsultasi kapan saja untuk memahami hasil monitoring, membaca potensi risiko, hingga memperoleh rekomendasi tindakan teknis berbasis data.

Baca Juga :  Pelindo Multi Terminal Dorong Layanan Ekspor di Terminal Jamrud Surabaya

Pendekatan ini menjadikan NAWASENA bukan sekadar alat ukur, melainkan sistem pendamping keputusan berbasis AI yang membantu petambak menerapkan manajemen budidaya modern secara lebih mudah dan konsisten.

Solusi Lokal untuk Transformasi Budidaya Nasional

Peluncuran produk ini juga menjadi langkah strategis dalam menghadirkan alternatif teknologi lokal di tengah meningkatnya harga perangkat monitoring impor.

Dikembangkan dan diproduksi sepenuhnya di Indonesia, NAWASENA dirancang dengan standar operasional tinggi namun tetap relevan dengan kebutuhan nyata tambak nasional.

Menurut Rico, transformasi budidaya nasional hanya dapat tercapai jika teknologi monitoring dapat diakses secara luas oleh seluruh skala usaha tambak.

“Teknologi tidak boleh berhenti sebagai inovasi yang rumit atau mahal. Teknologi harus hadir sebagai alat bantu yang benar-benar bisa dipakai rutin di lapangan. Ketika monitoring kualitas air menjadi mudah diakses, keputusan budidaya akan menjadi lebih presisi dan produktivitas nasional bisa meningkat secara signifikan,” katanya.

FisTx meyakini adopsi monitoring kualitas air berbasis data akan membantu menekan risiko gagal panen, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing akuakultur Indonesia di pasar global.

Dalam rangka peluncuran nasional, FisTx memberikan promo diskon hingga 30 persen hingga akhir Juni 2026 untuk pembelian melalui kanal resmi perusahaan.

Produk ini kini tersedia secara nasional melalui official WhatsApp FisTx, marketplace resmi di Shopee, Tokopedia atau TikTok Shop.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52