Gajian Tiap Bulan, Tanpa Punya Simpanan? Audit Pengeluaran Sekarang - Koran Mandalika

Gajian Tiap Bulan, Tanpa Punya Simpanan? Audit Pengeluaran Sekarang

Selasa, 1 Juli 2025 - 15:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah beberapa tahun terakhir dihantam inflasi dan naiknya harga kebutuhan pokok, tantangan kita bukan cuma bertahan tapi juga menyesuaikan gaya hidup.

Sayangnya, banyak dari kita tidak sadar kalau pengeluaran kecil, langganan yang jarang dipakai, atau jajan impulsif justru jadi “silent killer” keuangan. Audit pengeluaran jadi cara paling sederhana buat balik kendali atas uangmu.

Melakukan audit pengeluaran pribadi adalah langkah penting untuk menjaga keuangan tetap sehat. Ini bukan sekadar mencatat transaksi, tapi tentang memahami alur keuanganmu, apa yang kamu belanjakan, seberapa sering, dan apakah pengeluaran itu sepadan. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan begitu, kamu bisa menemukan pola, menekan pengeluaran yang tak perlu, dan mengalihkan uangmu ke tujuan yang lebih produktif.

Kumpulkan semua jejak transaksimu

Mulailah dengan mengumpulkan semua catatan pengeluaran: mutasi rekening bank, tagihan kartu kredit, riwayat e-wallet hingga struk belanja tunai. Idealnya, datamu mencakup minimal satu bulan, tapi kalau bisa 3–6 bulan, akan memberi gambaran yang lebih akurat.

Kelompokkan pengeluaran

Susun setiap transaksi ke dalam kategori utama seperti:

a. Kebutuhan pokok: makanan, transportasi, sewa, listrik

b. Gaya hidup: hiburan, ngopi, shopping, traveling

c. Utang dan cicilan: KPR, kendaraan, pinjaman

d. Tabungan dan investasi

e. Lain-lain: donasi, hadiah, tak terduga

Gunakan spreadsheet atau aplikasi pencatat keuangan agar lebih mudah. Yang penting: jujur dalam mengkategorikan. Belanja impulsif bukan kebutuhan.

Total dan bandingkan

Hitung total pengeluaran tiap kategori, lalu bandingkan dengan pendapatan bulananmu. Ini akan menunjukkan apakah kamu sedang defisit atau surplus.

Analisis pola dan temukan kebocoran

Audit ini akan membuka matamu pada pengeluaran kecil yang ternyata berdampak besar. Misalnya:

a. Langganan streaming yang tak pernah ditonton

Baca Juga :  Holding Perkebunan Nusantara Dorong Aksi Kemanusiaan Sri Pamela Group di Wilayah Bencana Aceh Tamiang

b. Kopi harian yang totalnya lebih mahal dari langganan gym

c. Belanja online iseng yang ternyata menghabiskan jutaan

d. Cari tahu mana yang bisa dikurangi, atau bahkan dihentikan.

Buat rencana keuangan baru

Dari hasil audit, susun ulang anggaran yang lebih realistis dan sesuai tujuan. Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

a. Pangkas pos gaya hidup yang terlalu boros

b. Cari alternatif layanan yang lebih murah

c. Otomatiskan tabungan begitu gajian

Apa yang Bisa Dilakukan Setelah Audit? 

Image

Setelah melakukan audit dan menemukan dana sisa dari pengeluaran yang berhasil ditekan, langkah berikutnya adalah memastikan uang itu tidak kembali menguap untuk hal-hal yang tidak direncanakan.

Nah, daripada dibiarkan diam di rekening dan perlahan tergerus inflasi, kamu bisa alihkan ke instrumen yang aman dan tetap menghasilkan, seperti deposito.

Deposito sangat cocok untuk dana yang belum akan dipakai dalam waktu 1–12 bulan. Fungsinya mirip tabungan berjangka, tapi dengan imbal hasil yang lebih kompetitif. Selain itu, risikonya rendah dan bisa memberi pertumbuhan yang stabil, cukup aman untuk sisa dana hasil penghematanmu.

Lalu, bagaimana cara menghitung bunga yang bisa kamu dapat? Mari kita bahas rumus sederhananya.

Cara Menghitung Bunga Deposito

Bunga deposito bisa dihitung melalui rumus manual. Terdapat dua rumus hitung berbeda, yaitu untuk dana di bawah Rp7,5 juta dan di atas Rp7,5 juta. Hal ini karena dana di atas Rp7,5 juta akan dikenakan pajak sebesar 20%. Lebih jelasnya, simak rumus menghitung bunga deposito manual di bawah Rp7,5 juta ini: 

Jumlah setoran x bunga per tahun x tenor : 365 (hari)

Sedangkan untuk deposito di atas Rp7,5 juta, rumusnya sebagai berikut: 

Baca Juga :  Perbedaan Antara Penguat Rasa dan Penyedap Rasa

Jumlah setoran x bunga per tahun x 80% x tenor : 365 (hari)

Catatan: 

Angka 80% pada perhitungan deposito di atas Rp7,5 juta  merupakan persentase keuntungan dikurangi biaya pajak sebesar 20%  

Tenor dihitung berdasarkan jumlah hari yang dipilih

1 bulan = 30 hari

6 bulan = 182 hari

12 bulan = 362 hari 

Sebagai ilustrasi, saat kamu membuka deposito WOW di neobank dari Bank Neo Commerce dengan bunga 6,75% per tahun. Dana yang kamu setor sebesar Rp10 juta dengan tenor 3 bulan. 

Bank Neo Commerce melalui aplikasi neobank menawarkan produk deposito unggulan yang dikenal dengan nama Deposito WOW. Produk deposito ini dirancang untuk memberikan keuntungan maksimal bagi nasabah dengan berbagai kelebihannya, seperti bunga kompetitif, banyak pilihan jangka waktu, kemudahan pembukaan dan perpanjangan, hingga promo menarik. 

Jika kamu membuka deposito WOW tenor 3 bulan di neobank, maka perhitungannya sebagai berikut:  

Jumlah setoran x bunga pertahun  x tenor : 365 (hari)

Rp10.000.000 x  6,75% x (89/365) = Rp164.589

Pajak bunga 20% x Rp164.589 = Rp32.917

Total bunga yang didapatkan adalah Rp131.672

Audit pengeluaran bukan sekadar tugas rutin, tapi kunci untuk memahami kebiasaan finansialmu dan mengarahkan uang ke tempat yang lebih berguna. 

Dengan mengelola sisa uang hasil penghematan secara bijak lewat deposito, kamu tidak hanya menutup kebocoran, tapi juga membangun pondasi finansial yang lebih kuat.

Download aplikasi neobank di PlayStore dan App Store dan buka Deposito WOW. Dapatkan keuntungan dengan membuka deposito di aplikasi neobank!

Kunjungi link Deposito WOW untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan terbaru mengenai Deposito WOW, 

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Berita Terkait

Elnusa Petrofin Perkuat Operasional Distribusi BBM di Sumatra Utara Pastikan Penyaluran BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
Melalui CITRAPATA 2026, BINUS @Malang Tampilkan 94 Solusi Kreatif dari Karya Tugas Akhir Mahasiswa
Pentingnya Trading Journal: Menemukan Pola Kesalahan dan Memperbaiki Performa di Hari Sabtu
Perkuat Logistik Jawa Timur, Kinerja Pelabuhan Gresik Tumbuh Positif di Semester I – 2026
Dupoin Futures Resmikan Head Office Baru di Centennial Tower
Indonesia dan India: Membangun Mesin Pertumbuhan Baru Asia
Para Insinyur Akan Membangun Babak Baru Kemitraan Indonesia–India: Dari Peradaban Bersama Menuju Inovasi Bersama
Membangun Babak Baru Hubungan Indonesia–India

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:15

Indonesia Punya Jagoan! Mario Aji dan Veda Ega Siap Menggebrak Mandalika

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:48

LSPR, Poltekpar Lombok, dan STEC Latih Bahasa Inggris Digital Warga Desa Blongas

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:57

Wabup Nursiah Dorong Penguatan PPID di 88 SMP Negeri

Senin, 13 Juli 2026 - 14:11

MoU PT Narmada–ITDC Resmi Ditandatangani, Air Minum Lokal Kembali Hadir di MotoGP Mandalika

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:57

Sade Social Space Resmi Dibuka, ITDC Siapkan Mandalika Jadi Magnet Wisata Olahraga

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:12

Paving Block Berbahan Sampah Plastik Produksi TPST Sandubaya Masih Menunggu Lampu Hijau

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:30

Kuasa Hukum Ahli Waris Soroti Dugaan Penguasaan Sepihak 4 Hektare Lahan oleh Kades Kuripan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:06

The Mandalika Dibanjiri Pelari, Hotel Penuh Jelang Pocari Sweat Run Lombok 2026

Berita Terbaru