Gangguan Premanisme di Perkebunan Sawit Ancaman Nyata bagi Ketahanan Energi Nasional. - Koran Mandalika

Gangguan Premanisme di Perkebunan Sawit Ancaman Nyata bagi Ketahanan Energi Nasional.

Selasa, 7 April 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan geopolitik global kembali menekan stabilitas energi dunia. Konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk yang melibatkan Iran, berdampak langsung pada pasokan dan harga minyak global. Situasi ini menjadi pengingat bahwa ketergantungan terhadap energi impor adalah risiko yang tidak bisa diabaikan.

Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara tegas mendorong kemandirian energi nasional. Salah satu kekuatan utama Indonesia terletak pada sektor kelapa sawit, yang tidak hanya berperan sebagai komoditas ekspor unggulan tetapi juga sebagai bahan baku energi alternatif seperti biodiesel.

Namun upaya strategis tersebut tidak berjalan tanpa hambatan. Tantangan serius justru muncul dari dalam negeri, khususnya di tingkat operasional lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insiden yang terjadi di Kalimantan Barat menjadi contoh nyata bagaimana gangguan non-teknis dapat menghambat sektor vital ini. Aksi pemblokiran hingga pembakaran fasilitas operasional yang menimpa PT Mitra Andalan Sejahtera (PT MAS)  menunjukkan adanya eskalasi tindakan yang tidak lagi dapat ditoleransi sebagai bagian dari dinamika sosial biasa.

Baca Juga :  Pekan Imunisasi Dunia 2025: Jelajah Jawa Tengah, Yayasan RMHC Jangkau 3000 Anak Untuk Lengkapi Imunisasi Dasar

Fakta yang perlu menjadi perhatian adalah bahwa jalur hukum dan upaya penyelesaian secara damai telah ditempuh sebelumnya. Kesepakatan bahkan telah dicapai oleh pihak-pihak terkait. Namun secara tiba-tiba muncul klaim sepihak dari kelompok tertentu yang mengatasnamakan masyarakat dan berujung pada tindakan yang mengarah pada premanisme.

Jika praktik seperti ini terus dibiarkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kelangsungan operasional satu perusahaan, tetapi kredibilitas Indonesia sebagai negara tujuan investasi.

Investor membutuhkan kepastian hukum dan stabilitas sosial. Ketika kesepakatan yang telah dicapai bisa dibatalkan secara sepihak melalui tekanan massa, maka pesan yang muncul adalah lemahnya perlindungan terhadap kegiatan usaha yang sah.

Lebih mengkhawatirkan lagi, narasi yang berkembang di ruang publik sering kali tidak berimbang. Informasi yang beredar cenderung dibangun dari sudut pandang sepihak dan berpotensi memicu sentimen sensitif, termasuk isu SARA. Jika dibiarkan, hal ini bukan hanya memperkeruh situasi, tetapi juga berpotensi memecah belah masyarakat.

Baca Juga :  Port Academy Mencetak Ratusan Alumni IMDG Code: Pencapaian 2023-2024

Dalam konteks ini, penegakan hukum menjadi kunci. Negara tidak boleh kalah oleh tekanan kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara di luar koridor hukum. Ketegasan diperlukan untuk memastikan bahwa setiap sengketa diselesaikan melalui mekanisme yang sah, bukan melalui intimidasi atau aksi anarkis.

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri energi berbasis kelapa sawit. Namun potensi tersebut hanya dapat diwujudkan jika seluruh pihak menjaga stabilitas dan menghormati aturan yang berlaku.

Gangguan terhadap sektor strategis seperti yang terjadi pada PT MAS harus dilihat sebagai peringatan serius. Jika tidak ditangani secara tegas, maka dampaknya akan meluas, tidak hanya pada sektor perkebunan tetapi juga terhadap ketahanan energi dan masa depan ekonomi nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pelindo Multi Terminal Tumbuh Bersama Masyarakat, Hadirkan Manfaat Berkelanjutan
Telusuri Jejak Kecantikan di HYAS Makeup Through the Ages ASHTA District 8
JETE Raih Tiga Rekor MURI di 2026: Perkuat Ekspansi Gerai, Layanan, dan Komunitas
Hari Pelanggan Nasional 2026, LRT Jabodebek Apresiasi Pengguna Lewat Interaksi Langsung
Memilih Jenis Reksa Dana Sesuai dengan Tujuan Keuangan
Tegaskan Tanggung Jawab Keberlanjutan, Grup MIND ID Perkuat Penanganan Dampak Karhutla
Di Tengah Tren Emas Global, Bittime Perkenalkan Investasi Kripto Berbasis Emas
MyRepublic Indonesia Kembali Diakui sebagai Jaringan Terbaik dan Tercepat di Indonesia dari Ookla®

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:49

Pemprov NTB dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026

Kamis, 3 September 2026 - 17:33

Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Saat Maulid, Pemprov NTB Gelar GPM di Rusunawa Montong Are

Selasa, 1 September 2026 - 18:11

Inflasi Naik, Ekonomi NTB Tetap Tangguh: Wahyudin Paparkan Data, Khalik: Alarm Harus Dijawab

Selasa, 1 September 2026 - 17:23

Gubernur Iqbal Perkuat Posyandu, Kader Jadi Ujung Tombak

Selasa, 1 September 2026 - 09:40

Raih Jamsostek Award 2026, Bank NTB Syariah Tunjukkan Kepedulian Nyata Bagi Pekerja Rentan

Selasa, 1 September 2026 - 07:19

Atasi Kemacetan Rembiga, Miq Iqbal dan Bang Aji Mohan Turun Bersama

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:07

Perluas Ekosistem Digital, Pojok Bank NTB Syariah Resmi Sapa Pedagang Pasar Pagesangan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:22

Sambut Puncak HKG PKK ke-54 : TP PKK NTB Gelar Berbagai Aksi Sosial Bagi Masyarakat

Berita Terbaru

Teknologi

Memilih Jenis Reksa Dana Sesuai dengan Tujuan Keuangan

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:02