Generasi Muda Kini Bisa Beri Dampak Nyata Lewat Donasi Pohon Rp25 Ribu - Koran Mandalika

Generasi Muda Kini Bisa Beri Dampak Nyata Lewat Donasi Pohon Rp25 Ribu

Senin, 14 Juli 2025 - 16:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 14 Juli 2025 — LindungiHutan mendorong aksi nyata generasi muda dalam pelestarian lingkungan melalui program donasi pohon yang bisa dimulai dari Rp25 ribu. Inisiatif ini memberikan ruang bagi siapa pun untuk turut berkontribusi dalam penanaman pohon secara langsung di berbagai wilayah di Indonesia, terutama kawasan pesisir yang rentan terdampak abrasi dan krisis iklim.

Gerakan ini mendapatkan energi baru dari keterlibatan individu seperti Farid Aulia Rahman (22), seorang mahasiswa yang menjadi salah satu figur inspiratif di platform LindungiHutan. Lewat kampanye seperti “Kado Mangrove untuk Farid” dan “Paneling for Planting”, Farid menunjukkan bahwa anak muda mampu menjadi motor penggerak konservasi dengan memanfaatkan semangat kolektif dan kemudahan akses digital. Di sisi lain, inisiatif ini juga memperkuat kolaborasi dengan komunitas lokal, relawan, dan donatur dari berbagai penjuru negeri.

Baca Juga :  BINUS @Semarang Gelar INAWARA 2025: Menguatkan Inovasi dan Kewirausahaan Era Industry 4.0

Platform LindungiHutan memungkinkan kampanye alam dibuat dan didukung kapan saja secara daring, memberi fleksibilitas bagi siapa pun untuk terlibat. Aksi penanaman sendiri dilakukan secara berkala oleh mitra petani hutan dan komunitas di lapangan, disesuaikan dengan musim tanam dan kesiapan lahan. Farid, yang aktif mengampanyekan isu lingkungan sejak 2023, menjadi contoh nyata bagaimana kontribusi individu bisa tumbuh menjadi gerakan yang berdampak luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga saat ini, penanaman pohon melalui LindungiHutan telah dilakukan di lebih dari 30 titik lokasi di seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya berada di kawasan mangrove seperti Pantai Bahagia (Bekasi), Mangunharjo (Semarang), dan Pesisir Untia (Makassar). Setiap lokasi dipilih dengan pertimbangan kondisi ekologi yang mendesak dan keterlibatan aktif masyarakat sekitar.

Dengan hanya Rp25 ribu, setiap orang dapat mengambil bagian dalam solusi iklim. Donasi tersebut bukan sekadar kontribusi kecil, melainkan langkah strategis untuk mengatasi perubahan iklim, menjaga keanekaragaman hayati, serta memberdayakan masyarakat lokal. LindungiHutan percaya bahwa keberlanjutan dimulai dari kesadaran individu, dan generasi muda punya peran penting dalam membentuk masa depan yang lebih hijau.

Baca Juga :  XRP’s Performance in 2024 and XRP Price Prediction in 2025: Will It Reach New ATH?

Melalui sistem yang transparan dan berbasis komunitas, LindungiHutan menghadirkan pengalaman berdonasi yang bermakna. Siapa pun bisa ikut menanam pohon, memulai kampanye alam sendiri, atau mendukung kampanye yang telah ada. Setiap kontribusi dilaporkan secara terbuka, lengkap dengan dokumentasi lapangan, pelacakan lokasi, serta estimasi dampak lingkungan. Hingga kini, lebih dari 1 juta pohon telah ditanam dengan estimasi serapan karbon mencapai lebih dari 49.000 ton CO₂e, berkat dukungan lebih dari 600 mitra dan komunitas di seluruh Indonesia.

Berita Terkait

Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?
Ribuan Pengunjung Meriahkan The 9th Manawa Festival 2026 Sebuah Kolaborasi Harmoni Budaya dan Inovasi Bisnis BINUS @Bandung
Segini Rata-rata Biaya Pasang WiFi dan Kenapa Harganya Bisa Berbeda Tiap Wilayah
Hari Anak Nasional, LRT Jabodebek Jadikan Transportasi Publik sebagai Ruang Belajar bagi Anak Penyandang Disabilitas
Memangkas Tikungan, Menghubungkan Kawasan: WSBP Suplai PC-I Girder untuk Proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Singaraja–Mengwitani
Tingkatkan Layanan Operasional, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Pertumbuhan Positif pada Semester I – 2026
transcosmos Indonesia Luncurkan Generative AI Chatbot, Terapkan Standar Baru Customer Experience Berbasis AI
Disiplin Risk-Reward Ratio: Kunci Menjaga Pertumbuhan Modal Jangka Panjang

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:02

Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:02

Ribuan Pengunjung Meriahkan The 9th Manawa Festival 2026 Sebuah Kolaborasi Harmoni Budaya dan Inovasi Bisnis BINUS @Bandung

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:02

Segini Rata-rata Biaya Pasang WiFi dan Kenapa Harganya Bisa Berbeda Tiap Wilayah

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:02

Hari Anak Nasional, LRT Jabodebek Jadikan Transportasi Publik sebagai Ruang Belajar bagi Anak Penyandang Disabilitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:02

Memangkas Tikungan, Menghubungkan Kawasan: WSBP Suplai PC-I Girder untuk Proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Singaraja–Mengwitani

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:02

transcosmos Indonesia Luncurkan Generative AI Chatbot, Terapkan Standar Baru Customer Experience Berbasis AI

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:02

Disiplin Risk-Reward Ratio: Kunci Menjaga Pertumbuhan Modal Jangka Panjang

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:02

Di Balik Duka Yahukimo, Koops TNI Habema Perkuat Perlindungan Warga Agar Kekerasan Tak Kembali Merenggut Nyawa

Berita Terbaru

Teknologi

Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?

Kamis, 23 Jul 2026 - 17:02