Green Skilling 26 Kupas Strategi ESG dan Carbon Accounting untuk Sektor Keuangan - Koran Mandalika

Green Skilling 26 Kupas Strategi ESG dan Carbon Accounting untuk Sektor Keuangan

Rabu, 5 November 2025 - 13:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LindungiHutan sukses menyelenggarakan Green Skilling Vol. 26 pada 21 Oktober 2025 dengan tema “Menghindari Greenwashing: Strategi ESG & Carbon Accounting untuk Sektor Keuangan”. Webinar ini menghadirkan diskusi mendalam mengenai praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) yang transparan dan kredibel, sekaligus menyoroti peran carbon accounting sebagai alat utama untuk mencegah risiko greenwashing di industri keuangan (Jakarta, 2 November 2025 ).

Dalam webinar tersebut, para peserta mendapatkan wawasan langsung dari dua narasumber ahli, yaitu Regina Inderadi, MBA, Vice Chairperson ACEXI, dan Jihan Valencia A., Sustainability & Assurance Officer Bank Mandiri Taspen. Keduanya membahas strategi implementasi ESG yang konkret, tantangan internal dalam menyeimbangkan profitabilitas dan keberlanjutan, hingga mekanisme pengukuran emisi karbon menggunakan metodologi Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF).

Diskusi menekankan pentingnya carbon accounting sebagai fondasi kepercayaan dan transparansi dalam laporan ESG. Scope 1 (emisi langsung), Scope 2 (emisi tidak langsung dari energi), dan Scope 3 (emisi tidak langsung lainnya, terutama Finance Emission) menjadi lingkup penting yang harus diukur secara akurat. Finance Emission, yang muncul dari portofolio investasi dan pembiayaan, merupakan kontributor utama jejak karbon lembaga keuangan dan menjadi fokus penghitungan untuk mencapai strategi Net Zero.

“Tanpa data karbon yang kredibel, klaim keberlanjutan hanyalah narasi belaka. Carbon accounting memberikan bukti kuantitatif yang dapat diverifikasi, membangun kepercayaan investor dan regulator,” ujar Regina Inderadi.

Sementara itu, Jihan Valencia menekankan tantangan pengumpulan data emisi yang akurat, terutama dari rantai nilai pasok. Kerja sama antar-unit perusahaan dan verifikasi independen menjadi kunci agar laporan ESG tidak hanya formalitas, tetapi mencerminkan dampak nyata.

Webinar ini juga membahas regulasi pemerintah yang semakin memperkuat infrastruktur karbon, termasuk Perpres 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK) yang mengatur Monitoring, Reporting, Verification (MRV) dan Mutual Recognition Arrangement (MRA). Regulasi ini membantu memastikan transparansi dan mencegah double counting agar data karbon diakui secara internasional.

Manfaat strategis dari penghitungan karbon yang kredibel tidak hanya meningkatkan reputasi dan kredibilitas lembaga keuangan, tetapi juga membuka akses ke pendanaan hijau, termasuk green bonds, sustainability loans, dan investasi ESG internasional.

Baca Juga :  Menyiapkan Budget untuk Gadget Impian Seharga Puluhan Juta

Acara ini menghadirkan sesi tanya jawab interaktif, di mana peserta dapat berdiskusi langsung dengan narasumber tentang cara menerjemahkan ESG ke dalam praktik nyata, tantangan regulasi, dan strategi mencegah greenwashing.

Webinar Green Skilling Vol. 26 menjadi bukti komitmen LindungiHutan dalam mendorong sektor keuangan Indonesia untuk menerapkan praktik ESG yang transparan, terukur, dan berdampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan. Materi webinar kini dapat diakses publik untuk memperluas pemahaman dan praktik ESG di berbagai institusi keuangan.

Untuk menonton ulang webinar, akses (12) Green Skilling #26: Menghindari Greenwashing di Sektor Keuangan – YouTube.

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 600+ brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Emas Bangkit dari Tekanan, Target 4.588 Kian Terbuka
B2B Tech Asia Expo 2026 Indonesia: Event B2B Software Pertama Terbesar di Indonesia
Barantum Dorong Repeat Order Lewat Broadcast WhatsApp Tepat Sasaran
Startup Fintech Indonesia Duluin Raih Startup of the Year di ASEAN, Kini Bidik Ekspansi Vietnam dan Kamboja
KLTC® Bekali Ribuan Mahasiswa melalui Career Preparation Class, Dorong Kesiapan Karier Generasi Muda
Home Deco Expo Bali 2026 Jadi Indikator Positif Kebangkitan Industri Bahan Bangunan Nasional
PT KSI Siapkan Kawasan Industri Terintegrasi Baru sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Bidik Investasi Global dan Dorong Hilirisasi Nasional
Bitcoin Tembus $80.000 di Tengah Ketegangan Global, Momentum Emas Optimalkan Portofolio Melalui Fitur IDR Swap Tanpa Biaya di Bittime

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:00

Emas Bangkit dari Tekanan, Target 4.588 Kian Terbuka

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:00

B2B Tech Asia Expo 2026 Indonesia: Event B2B Software Pertama Terbesar di Indonesia

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:00

Barantum Dorong Repeat Order Lewat Broadcast WhatsApp Tepat Sasaran

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:00

KLTC® Bekali Ribuan Mahasiswa melalui Career Preparation Class, Dorong Kesiapan Karier Generasi Muda

Senin, 4 Mei 2026 - 23:00

Home Deco Expo Bali 2026 Jadi Indikator Positif Kebangkitan Industri Bahan Bangunan Nasional

Senin, 4 Mei 2026 - 19:00

PT KSI Siapkan Kawasan Industri Terintegrasi Baru sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Bidik Investasi Global dan Dorong Hilirisasi Nasional

Senin, 4 Mei 2026 - 19:00

Bitcoin Tembus $80.000 di Tengah Ketegangan Global, Momentum Emas Optimalkan Portofolio Melalui Fitur IDR Swap Tanpa Biaya di Bittime

Senin, 4 Mei 2026 - 19:00

Pengguna LRT Jabodebek Tembus 139 Ribu Saat Long Weekend May Day, Jadi Tulang Punggung Mobilitas Liburan

Berita Terbaru

Teknologi

Emas Bangkit dari Tekanan, Target 4.588 Kian Terbuka

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:00