Koran Mandalika, Lombok Tengah — Keberadaan kawasan investasi Samara Lombok di kawasan perbatasan Lombok Tengah dan Lombok Barat dinilai menjadi angin segar bagi pembangunan ekonomi serta kemajuan pariwisata di kawasan Lombok Selatan.
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menekankan bahwa keberadaan Samara Lombok hendaknya tidak menjadi bahan perdebatan terkait kepemilikan wilayah administrasi, melainkan dilihat sebagai peluang besar untuk mendorong kemajuan daerah secara bersama.
”Persoalan batas administrasi memang tetap diperlukan untuk menentukan kewenangan pemerintahan, termasuk penyaluran pajak daerah. Namun, yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan,” tegas Lalu Pathul Bahri, Kamis (22/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dampak Nyata Bagi Warga Lokal
Pembina Samara Lombok, Lalu Fathurahman, mengungkapkan bahwa kehadiran investasi ini membawa dampak langsung terhadap kesejahteraan warga lokal.
Selain menyerap tenaga kerja dengan standar gaji UMR, keberadaan kawasan ini juga memberikan ruang kepedulian sosial yang tinggi bagi masyarakat sekitar.
”Pagi hari warga datang bekerja, lalu siang harinya mereka bisa membawa pulang rumput untuk pakan ternak. Selain mendapat penghasilan, mereka juga mendapatkan pakan untuk sapi mereka,” ujar Lalu Fathurahman.
Tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi warga, Samara Lombok juga menunjukkan kepedulian lingkungan dan pendidikan di sekitar kawasan. Bantuan rutin disalurkan ke sekolah-sekolah lokal, termasuk penyediaan fasilitas bak sampah di tiap sekolah untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Perjalanan Awal Hingga Komitmen Lokal 90 Persen
Salah satu Founder Samara Lombok, Tom Wheeler, mengenang awal kedatangannya ke wilayah tersebut. Saat pertama kali datang, area tersebut masih berupa perbukitan tanpa akses air bersih maupun listrik.
Namun, komitmen untuk mengembangkan potensi Lombok Selatan tetap menjadi fokus utama.
Dalam operasionalnya, Samara Lombok menerapkan komitmen pemberdayaan lokal yang sangat kuat
Di antaranya, 90 persen pekerja merupakan warga lokal setempat, memaksimalkan penggunaan produk-produk lokal untuk mendukung roda ekonomi daerah, mendukung penuh kesuksesan event internasional seperti MotoGP 2026 sebagai salah satu pendorong utama kemajuan Lombok Selatan, dan mendorong Pariwisata dan Pendapatan Daerah
Pengembangan kawasan ini menjadi kabar baik bagi pertumbuhan ekonomi Lombok Selatan, khususnya dalam menyumbang Pajak Daerah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal ini sejalan dengan visi Samara Lombok untuk memanfaatkan sebagian kecil dari potensi keindahan alam Lombok yang begitu melimpah secara berkelanjutan.
Untuk semakin mengoptimalkan sektor pariwisata (support tourism), pihak pengelola menilai sangat perlunya dukungan konektivitas melalui penerbangan internasional (flight international) agar semakin banyak wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Lombok. (wan)






