Hampir Dijual Sewaktu Kecil, Kini Steward Leo Buka First Wave Coffee - Koran Mandalika

Hampir Dijual Sewaktu Kecil, Kini Steward Leo Buka First Wave Coffee

Rabu, 16 April 2025 - 15:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Terkadang, kita memang nggak harus tahu segalanya di awal. Saya belajar banyak justru saat sudah jalan. Yakin dulu, baru cari tahu sisanya. Dan jangan gampang sakit hati—harus kuat.”
Begitulah filosofi hidup Steward Leo, founder dari First Wave Coffee, yang membuktikan bahwa keyakinan dan konsistensi bisa membawa seseorang melaju dari titik nol dan menembus berbagai krisis. Simak kisahnya dari dokumenter Sekali Seumur Hidup.

Masa Kecil yang Penuh Tekanan

Lahir pada tahun 1996, Steward bukan datang dari keluarga berada. Ayahnya seorang pebisnis kecil dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Namun saat ia masih balita—belum genap 2 tahun—keluarganya sempat dililit utang begitu besar hingga ibunya nyaris menjualnya pada seorang konglomerat mapan yang tidak punya anak.

“Waktu itu ibu saya sempat terpikir jual saya. Tapi ada tukang kwetiau yang nyeletuk, ‘jangan dijual, siapa tahu nanti dia yang nemenin lo terus.’”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dan ternyata, ucapan itu jadi kenyataan. Steward tumbuh jadi sosok yang setia menemani ibunya, bahkan membawanya pada perjalanan bisnis penuh makna.

Jiwa Dagang Sedari Belia

Sejak kecil, semangat berdagang Steward sudah muncul. Jualan permen, es cendol, hingga susu gym jadi pengalamannya semasa sekolah. Tapi saat itu, ia belum sadar bahwa berdagang adalah panggilan hidupnya.

“Saya nggak pernah ikut mentoring. Walaupun pebisnis juga, tapi ayah saya cuma tanya-tanya soal ide. Jadi trial error sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Film Program BINUS UNIVERSITY Dorong Kolaborasi Global melalui “AI Meets Traditional Culture” Exhibition 2026

Setelah lulus kuliah, Steward ingin membuktikan bahwa ia bisa sukses tanpa kerja kantoran.

Ia bertanya pada ibunya, “Ada ide gak, Bu?” Ibunya menyebut seorang sepupu di Medan yang punya toko mainan. Steward pun langsung terbang ke sana dan belajar selama sebulan.

Ia mulai dari nol dengan berjualan mainan secara online. Sebagai modal awal, ia mengirim uang 72 juta untuk stok awal.

Tapi, tanpa ia prediksi sebelumnya, uang itu dibawa kabur oleh paman jauhnya tersebut. Hasil tabungan 80 juta yang ia miliki raib tak bersisa.

“Itu pelajaran mahal. Tapi, dari situ saya mulai serius bangun bisnis mainan: Evokids,” kisahnya.

Evokids berkembang selama 5 tahun hingga bisa autopilot. Tapi justru saat bisnis mulai stabil, ujian lain datang.

Bangkit dari Titik Terendah dengan First Wave Coffee

Perkembangan pesat Evokids membuat Steward memiliki modal untuk melanjutkan hubungan romansanya ke jenjang yang lebih serius. Dari sana, ia menguras hampir keseluruhan modal, bahkan menambahkan beberapa pinjaman untuk menikah. 

Akan tetapi, sayang sekali, hubungan itu kandas sebelum waktunya. Steward mengaku, itu adalah titik terendah dalam hidupnya. Selain bisnis yang limbung, ia harus kehilangan pasangan dan gagal menikah.

Namun di balik kegagalan, Steward menemukan harapan. Modal nikahnya itu ia alihkan untuk peluang yang baru.

“Saya ketemu teman saya Michael, teman saya yang waktu itu kerja jadi head barista. Saya tanya, ‘kamu bisa buat kopi kan?’ Dari situ lahir First Wave Coffee.”

Baca Juga :  LRT Jabodebek Catat 2 Juta Lebih Pengguna pada Musim Libur Sekolah, Rata-rata Pengguna Off-Peak Tumbuh 14%

Steward menggabungkan semua modal dari Evokids dan membangun kafe dengan pendekatan berbeda. Menyediakan coffee mocktail, beans pilihan, ambience nyaman, dan pengalaman pelanggan jadi prioritas First Wave Coffee.

Tapi, perjalanan F&B bukan tanpa tantangan. Selain membangunnya dengan modal terbatas, Steward juga sempat harus hutang kesana-kemari untuk melanjutkan pembangunan kafe pertamanya ini. Akibat dari kesulitan ini, Steward juga mengaku staff awal yang membersamainya sudah keluar seluruhnya. 

“Itu baru tantangan pertama,” kisahnya sambil tertawa kecil.

Tantangan selanjutnya semakin berat dan dinamis. Steward harus menghadapi berbagai jenis pelanggan dan adaptif dengan semua kebutuhan mereka.

Setiap hari bagi Steward adalah proses belajar dan eksperimen, selalu ada ilmu baru yang ia pelajari dan coba dalam kesehariannya berbisnis di First Wave Coffee.

Prinsip Hidup Seorang Pebisnis

“Baru mulai usaha itu pasti susah. Gak semua orang connect sama visi kita. Cerita ke orang yang salah, bisa-bisa bikin buyar. Tapi selama kamu yakin, terus jalan.”

Kini, Steward masih membangun. Lambang “1” di logo First Wave adalah harapan bahwa suatu hari lambang ini akan menjadi trade mark First Wave Coffee dalam perjalanannya di kemudian hari.

“Saya harap, waktu orang lihat lambang 1, langsung ingat sama First Wave Coffee. Dan lambang ini ada di seluruh Jakarta dan kota-kota lainnya, yuk datang ke First Wave Coffee,” kata lelaki berusia 28 ini menutup sesi wawancaranya.

Berita Terkait

Pertamina Foundation Tunjukkan Komitmen Keberlanjutan di Pertamina Goes to Campus
Bank Rakyat Indonesia BO Kelapa Gading Supervisi Region 6 Hadirkan Layanan Weekend Banking untuk Layani Nasabah di Hari Libur
Cara Mengatur Stop Loss dan Take Profit untuk Trading Emas
WSBP Laksanakan RUPST Tahun Buku 2025, Tegaskan Penguatan Tata Kelola dan Umumkan Jajaran Manajemen Baru
Perkuat Inovasi dan Layanan Nasabah Berkualitas, Bank Raya Raih Penghargaan The Best Bank in Customer Experience 2026 dan Digital Innovation Award 2026
napocut Hadirkan 100+ Pilihan Hijab Paris untuk Setiap Undertone Kulit Perempuan Indonesia
Naniura, “Sashimi Nusantara” Warisan Sakral dari Tanah Batak
Dolar Perkasa Tekan Minyak WTI, Harga Berisiko Lanjutkan Penurunan

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 12:00

Pertamina Foundation Tunjukkan Komitmen Keberlanjutan di Pertamina Goes to Campus

Senin, 25 Mei 2026 - 12:00

Bank Rakyat Indonesia BO Kelapa Gading Supervisi Region 6 Hadirkan Layanan Weekend Banking untuk Layani Nasabah di Hari Libur

Senin, 25 Mei 2026 - 12:00

Cara Mengatur Stop Loss dan Take Profit untuk Trading Emas

Senin, 25 Mei 2026 - 11:00

WSBP Laksanakan RUPST Tahun Buku 2025, Tegaskan Penguatan Tata Kelola dan Umumkan Jajaran Manajemen Baru

Senin, 25 Mei 2026 - 11:00

napocut Hadirkan 100+ Pilihan Hijab Paris untuk Setiap Undertone Kulit Perempuan Indonesia

Senin, 25 Mei 2026 - 11:00

Naniura, “Sashimi Nusantara” Warisan Sakral dari Tanah Batak

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00

Dolar Perkasa Tekan Minyak WTI, Harga Berisiko Lanjutkan Penurunan

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00

BRI Insurance Tebar Promo Spesial di Event BRI Consumer Expo 2026 di JICC

Berita Terbaru

NTB Terkini

Bank NTB Syariah Tegaskan Komitmen Perlindungan Nasabah

Senin, 25 Mei 2026 - 11:53