Harga Emas Bertahan Bullish, Sentimen Geopolitik Jadi Penggerak Utama - Koran Mandalika

Harga Emas Bertahan Bullish, Sentimen Geopolitik Jadi Penggerak Utama

Minggu, 1 Februari 2026 - 10:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) dunia kembali menjadi sorotan pada perdagangan hari ini seiring penguatan tajam yang membawa logam mulia tersebut menembus level psikologis penting. Pergerakan emas saat ini menunjukkan momentum bullish yang semakin solid, didukung oleh faktor teknikal maupun sentimen fundamental global.

Pada awal pekan, emas (XAU/USD) mencatat lonjakan lebih dari 2% dan berhasil menembus level $5.000 per troy ounce. Penguatan ini berlanjut hingga mendekati area $5.100, dengan harga terakhir tercatat di kisaran $5.095 setelah sempat mencetak rekor tertinggi di $5.111. Kenaikan agresif ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global yang kembali memanas.

Menurut analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, secara teknikal struktur pergerakan XAU/USD saat ini sangat mendukung kelanjutan tren naik. Kombinasi pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average menunjukkan bahwa dominasi buyer masih kuat. Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, tekanan beli diperkirakan tetap mendominasi pergerakan intraday.

Dari sisi proyeksi Andy, memperkirakan bahwa jika momentum bullish berlanjut, harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area $5.150 sebagai target terdekat. Level ini menjadi resistance lanjutan yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Namun demikian, Andy juga mengingatkan bahwa potensi koreksi tetap terbuka. Apabila harga gagal mempertahankan momentum dan mengalami tekanan jual, area $4.990 diproyeksikan menjadi zona penurunan terdekat yang berpotensi menahan pelemahan.

Sentimen fundamental turut memberikan dorongan signifikan bagi emas. Pada sesi Asia hari ini, harga emas masih bertahan di sekitar $5.050 seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik dan stabilitas keuangan global.

Ketegangan kembali mencuat setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan mengenakan tarif hingga 100% terhadap Kanada jika negara tersebut menjalin kesepakatan perdagangan dengan China. Pernyataan ini memicu kekhawatiran akan eskalasi perang dagang baru dan mendorong investor kembali memburu aset safe-haven.

Selain itu, isu independensi Federal Reserve turut menjadi perhatian. Pasar menantikan keputusan Trump terkait penunjukan Ketua The Fed berikutnya, yang memicu spekulasi bahwa kebijakan moneter AS ke depan bisa menjadi lebih dovish. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung harga emas karena menurunkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga :  Imbas Genangan Air meluas di Wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta, KAI Daop 2 Bandung Batalkan Sejumlah Perjalanan KA Keberangkatan Minggu, 18 Januari 2026

Di sisi lain, pasar juga mencermati agenda ekonomi AS, termasuk rilis data ADP Employment Change dan Consumer Confidence. Meski data pesanan barang tahan lama AS menunjukkan pemulihan yang kuat, rumor potensi intervensi Jepang dan AS untuk menopang yen turut menekan dolar AS, sehingga memberikan ruang tambahan bagi penguatan emas.

Dengan kombinasi faktor teknikal yang solid dan sentimen global yang masih penuh ketidakpastian, Andy menilai bahwa emas tetap berada dalam fase bullish. Namun, investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek, terutama menjelang keputusan suku bunga The Fed dan pernyataan Ketua Fed Jerome Powell yang berpotensi memengaruhi arah pasar selanjutnya.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

Kader Gelora NTB Didorong Perkuat Ideologi, Targetkan Indonesia Jadi Kekuatan Dunia
Dokter Mamang Jabat Kadis Kesehatan Lombok Tengah
FUGUKU NYALAKAN SEMANGAT 2026: HADIRKAN INSTALASI SENI NASIONAL, KOLEKSI RAMADAN, DAN EKSPANSI MANCANEGARA
Hadapi Dinamika Bisnis 2026: KitaLulus dan Smart Salary Gelar Forum Strategis bagi HR Leaders di Jakarta
Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi
Penjualan Tiket KA Jarak Jauh Lebaran 2026 dari Daop 2 Bandung Diminati Masyarakat
KAI Daop 1 Jakarta Sambut Kunjungan SMK Jayawisata1 Kenalkan Pelayanan Prima di Stasiun Gambir
PTPP Rampungkan RSUD Tarempa, Dukung Asta Cita Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan di Wilayah Terluar

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 08:02

GLOBALICIOUS 2026 Hadir di BINUS @Kemanggisan, Ajak Generasi Muda Jadi Inovator Masa Depan Digital

Sabtu, 5 September 2026 - 02:02

Hari Pelanggan Jadi Momentum, PAM JAYA Beri Air Gratis untuk Masjid Istiqlal

Sabtu, 5 September 2026 - 02:02

Rumah Pertama Bukan Tentang Seberapa Besar Penghasilanmu, Tapi Tentang Keberanian Mengambil Langkah Pertama untuk Masa Depan

Jumat, 4 September 2026 - 20:02

Hari Pelanggan Nasional 2026, Jasa Marga Berkomitmen Perkuat Layanan Berbasis Suara Pengguna

Jumat, 4 September 2026 - 19:02

Design WAH! 2026 Soroti Peluang Baru untuk Mengembangkan Ide Kreatif Menjadi IP Bernilai Komersial

Jumat, 4 September 2026 - 19:02

Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue

Jumat, 4 September 2026 - 18:02

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Proyeksikan XAUUSD Naik ke 4.551–4.634

Jumat, 4 September 2026 - 18:02

Hard Rock Hotel Bali Pertahankan Predikat Hotel Bintang 5 melalui Audit Surveillance SUCOFINDO

Berita Terbaru