Harga Emas Hari Ini Dipengaruhi The Fed, Dupoin Futures Waspadai Arah Dolar AS - Koran Mandalika

Harga Emas Hari Ini Dipengaruhi The Fed, Dupoin Futures Waspadai Arah Dolar AS

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Hari Ini Dipengaruhi The Fed, Dupoin Futures Waspadai Arah Dolar AS

Harga emas dunia atau XAUUSD berpeluang melanjutkan tren penguatan setelah berhasil menembus zona konsolidasi sebelumnya. Namun, pergerakan emas pada perdagangan hari Rabu (28/10/26) masih berpotensi diwarnai koreksi jangka pendek, terutama setelah harga mencapai area resistance terdekat di US$4.050. Pelaku pasar perlu mencermati respons harga pada area support untuk menilai keberlanjutan momentum bullish.

Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, Geraldo Kofit melihat adanya indikasi perubahan tren menuju arah bullish pada timeframe empat jam (H4). Harga emas baru saja mengalami breakout kuat dari zona akumulasi US$3.991–US$4.023. Penembusan tersebut mengindikasikan bahwa tekanan beli mulai menguat dan membuka peluang bagi XAUUSD untuk membangun tren kenaikan baru.

Setelah breakout, harga saat ini berpotensi mengalami pullback menuju area US$4.011–US$4.023. Zona tersebut sebelumnya berperan sebagai resistance dalam fase konsolidasi dan kini berpeluang menjadi support baru. Dalam analisis teknikal, perubahan fungsi resistance menjadi support dapat menjadi indikasi penting untuk mengonfirmasi kekuatan tren setelah harga berhasil menembus area tersebut.

Dupoin Futures menilai kemampuan harga untuk bertahan di atas zona US$4.011–US$4.023 menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan. Apabila area tersebut mampu menahan tekanan jual, fase pullback berpotensi menjadi konsolidasi sementara sebelum harga kembali bergerak naik. Sebaliknya, jika harga menembus ke bawah zona tersebut, momentum bullish perlu dievaluasi kembali karena koreksi berpotensi berlanjut.

Di sisi lain, rangkuman berita Reuters menyebutkan bahwa XAUUSD telah mencapai resistance terdekat di US$4.050 dan berpotensi terkoreksi terlebih dahulu menuju support US$4.017. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun struktur teknikal masih memberikan peluang penguatan, harga emas tetap menghadapi potensi tekanan dalam jangka pendek. Area US$4.017 menjadi salah satu level yang patut dicermati dalam melihat respons pasar terhadap koreksi tersebut.

Selain faktor teknikal, arah pergerakan emas masih dipengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), pergerakan dolar Amerika Serikat, dan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS. Jika The Fed mempertahankan suku bunga dengan pernyataan bernada hawkish, dolar AS berpotensi menguat dan memberikan tekanan terhadap emas. Dalam kondisi tersebut, koreksi XAUUSD dapat berlangsung lebih lama apabila tekanan jual meningkat.

Baca Juga :  Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Malalo dan Perbaikan Sabo Dam Pascabanjir Tanah Datar

Sebaliknya, apabila The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih dovish, tekanan terhadap emas berpotensi mereda. Pelemahan dolar AS maupun penurunan yield Treasury dapat mendukung daya tarik emas dan membuka peluang bagi harga untuk kembali melanjutkan penguatan setelah menyelesaikan fase pullback.

Dengan mempertimbangkan kedua faktor tersebut, Dupoin Futures melihat area US$4.011–US$4.023 sebagai zona teknikal penting yang akan menentukan peluang kelanjutan tren bullish. Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, potensi penguatan masih terbuka, meskipun pergerakan menuju resistance US$4.050 dapat disertai volatilitas. Pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan kebijakan The Fed serta pergerakan dolar AS sebelum mengambil keputusan.

Analisis ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

ZonaEBT Tutup Rangkaian SINAR 2026, Diseminasikan Hasil Program dan Kelulusan Peserta
Jelang QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, BINUS University Siap Sambut Lebih dari 1.300 Delegasi Dunia di Bali
Sepanjang 2026, Edutrain KAI Bandara di Sumatera Utara Jangkau 53 Ribu Peserta
Menembus Arus Selat Madura demi Perempuan Pesisir Timbulsloko: Gerakan Kemanusiaan Xtreme Impact 2026 Resmi Diluncurkan
Mengasah Kreativitas Tanpa Batas: Perjalanan Joanna Renardi Menembus Kancah Global Lewat Program Study Abroad di Singapura
Aset Mewah Tak Harus Dijual, deGadai Tawarkan Luxury Pawn untuk Kebutuhan Dana Sementara
Singgah Nyaman, Jalan Berkesan: Last Minute Deal serta Wisata & Ziarah bersama Grand Qin Hotel Syariah dan Qin Hotel Syariah Banjarbaru
Aktifkan Emergency Management Team, NHM Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:02

ZonaEBT Tutup Rangkaian SINAR 2026, Diseminasikan Hasil Program dan Kelulusan Peserta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:02

Jelang QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, BINUS University Siap Sambut Lebih dari 1.300 Delegasi Dunia di Bali

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:02

Harga Emas Hari Ini Dipengaruhi The Fed, Dupoin Futures Waspadai Arah Dolar AS

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:02

Sepanjang 2026, Edutrain KAI Bandara di Sumatera Utara Jangkau 53 Ribu Peserta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:02

Menembus Arus Selat Madura demi Perempuan Pesisir Timbulsloko: Gerakan Kemanusiaan Xtreme Impact 2026 Resmi Diluncurkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:02

Aset Mewah Tak Harus Dijual, deGadai Tawarkan Luxury Pawn untuk Kebutuhan Dana Sementara

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:02

Singgah Nyaman, Jalan Berkesan: Last Minute Deal serta Wisata & Ziarah bersama Grand Qin Hotel Syariah dan Qin Hotel Syariah Banjarbaru

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:02

Aktifkan Emergency Management Team, NHM Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru