Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Momentum Bullish Diperkirakan Berlanjut - Koran Mandalika

Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Momentum Bullish Diperkirakan Berlanjut

Senin, 15 Juni 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Momentum Bullish Diperkirakan Berlanjut

Pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih memiliki ruang untuk menguat pada perdagangan hari Senin (15/6). Setelah mencatat kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa sesi terakhir, logam mulia masih didukung oleh sentimen positif baik dari sisi teknikal maupun fundamental. Kondisi tersebut membuat peluang kenaikan harga emas dinilai masih terbuka, meski pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi perubahan sentimen yang dapat memengaruhi arah pergerakan pasar.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan bahwa pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 masih memperlihatkan tren naik yang kuat. Sejak pembukaan perdagangan pagi, harga bergerak dengan momentum yang cukup besar dan menunjukkan bahwa minat beli dari pelaku pasar masih mendominasi.

Menurutnya, kenaikan yang terjadi tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga didukung oleh struktur teknikal yang masih sehat. Selama tekanan beli tetap bertahan dan harga tidak kembali turun di bawah area support terdekat, peluang emas untuk melanjutkan penguatan masih cukup besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara teknikal, target kenaikan terdekat berada di level 4.354. Apabila area tersebut berhasil ditembus, harga diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya di kisaran 4.421. Kedua level tersebut menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam mengamati arah pergerakan emas dalam jangka pendek.

Geraldo menjelaskan bahwa hingga saat ini belum terlihat adanya sinyal teknikal yang menunjukkan perubahan tren menjadi bearish. Sebaliknya, pola pergerakan harga masih mencerminkan dominasi pembeli yang cukup kuat. Kondisi tersebut membuat prospek kenaikan masih lebih besar dibandingkan peluang terjadinya koreksi dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Arief Nasrudin Paparkan Transformasi Air Jakarta di Forum PBB, New York

Indikator stochastic juga memberikan gambaran yang sejalan dengan kondisi tersebut. Saat ini indikator berada di area overbought atau jenuh beli. Meski demikian, posisi tersebut belum bisa diartikan sebagai sinyal bahwa harga akan segera berbalik turun. Hingga kini belum muncul indikasi pelemahan momentum yang cukup kuat untuk mengakhiri tren naik yang sedang berlangsung.

Dalam banyak kondisi pasar, indikator stochastic yang berada di zona overbought memang dapat menjadi peringatan bahwa harga sudah naik cukup tinggi. Namun selama indikator tersebut belum berbalik arah secara tegas, peluang kenaikan masih tetap terbuka. Karena itu, investor masih akan mencermati kekuatan momentum beli yang saat ini masih cukup dominan.

Selain analisis teknikal, faktor fundamental juga masih memberikan dukungan terhadap harga emas. Salah satu pendorong utama adalah meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah berbagai ketidakpastian yang masih membayangi perekonomian global.

Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik yang belum mereda, serta fluktuasi pasar keuangan membuat sebagian investor memilih mengalihkan dananya ke instrumen yang dianggap lebih aman. Dalam situasi seperti ini, emas kembali menjadi salah satu aset yang banyak diminati karena dinilai mampu menjaga nilai investasi ketika kondisi pasar sedang tidak menentu.

Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor yang ikut menopang penguatan harga emas. Ketika nilai tukar dolar menurun, harga emas menjadi lebih kompetitif bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi tersebut biasanya meningkatkan permintaan terhadap logam mulia sehingga mendukung kenaikan harga.

Baca Juga :  Tantangan Pembangunan Dermaga Apung di Lokasi Berarus Deras

Pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga menjadi perhatian pelaku pasar. Yield obligasi yang cenderung menurun membuat biaya peluang untuk memiliki emas menjadi lebih rendah. Hal tersebut meningkatkan daya tarik emas sebagai alternatif investasi, terutama bagi investor yang mencari instrumen lindung nilai.

Pasar juga mulai memperhitungkan kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Apabila data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi, tenaga kerja, maupun aktivitas manufaktur, menunjukkan perlambatan, peluang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan suku bunga akan semakin besar. Ekspektasi tersebut biasanya memberikan sentimen positif bagi emas sekaligus menekan pergerakan dolar AS.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat prospek harga emas masih cukup positif pada perdagangan hari ini. Dukungan dari tren teknikal yang masih kuat, tingginya permintaan terhadap aset safe haven, pelemahan dolar AS, serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi faktor yang berpotensi menjaga momentum kenaikan harga. Selama harga tetap bertahan di atas area support penting, peluang emas untuk melanjutkan penguatan menuju level resistance 4.354 hingga 4.421 masih terbuka dalam jangka pendek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

DPD PAPPRI DKI Jakarta dan Ussy Pieters Entertainment Gelar “Festival Parade Band Sejabodetabek 2026” di DeHeng House Jakarta
Membangun Kesadaran Proteksi Usaha, BRI Insurance Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Asuransi di Pemantang Siantar
Bittime Tekankan Pentingnya Kepatuhan dan Perlindungan Konsumen di Industri Aset Digital
Samsung Sukses Meriahkan Jakarta Running Festival 2026: Galaxy Runners Station Dipadati Ribuan Pengunjung
Sanggabiz di KUMPUL Connect for Change SUMMIT 2026: Mendefinisikan Ulang Dampak Nyata untuk Bisnis yang Terintegrasi
Gaji Cepat Habis? Ini Cara Menyiapkan Dana Akhir Tahun Tanpa Mengganggu Keuangan Bulanan
Waskita Beton Precast Bangun Batching Plant Khusus untuk Proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 3
WhatsApp vs Live Chat untuk Customer Service, Mana Lebih Baik?

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:48

Usai Hadiri Toba Caldera Culture Festival, Menteri Ekonomi Kreatif Nikmati Pengalaman Danau Toba di Marianna Resort Samosir

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:17

Semakin Pede dengan GCG, PAM JAYA Raih Predikat “Sangat Baik”

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:22

LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS ‘Naik Kelas’

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:04

Minat Kendaraan Listrik Menguat, Pembiayaan EV BRI Finance Tumbuh 13,8 Kali

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:09

BRI BO Jatinegara Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:52

BRI Region 6 Gelar Upacara Kesaktian Pancasila, Perkuat Semangat Kebangsaan Insan BRI

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:56

BRIDS Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemulihan Pascagempa di Nusa Tenggara Timur

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:10

Waskita Beton Precast Kembali Tanam 228 Pohon pada September 2026, Lanjutkan Komitmen Pehijauan Bersama Pelanggan

Berita Terbaru