Harga Emas Masih Volatil, Dupoin Futures Soroti Risiko Koreksi XAU/USD - Koran Mandalika

Harga Emas Masih Volatil, Dupoin Futures Soroti Risiko Koreksi XAU/USD

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak volatil pada perdagangan hari Kamis (27/8), dengan risiko koreksi yang perlu diwaspadai pelaku pasar. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, harga emas atau XAU/USD pada timeframe H1 masih belum menunjukkan konfirmasi kuat untuk melanjutkan kenaikan. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai kegagalan harga menembus resistance utama menjadi salah satu faktor yang dapat membuka ruang bagi pelemahan dalam jangka pendek.

Menurut analisis Dupoin Futures, XAU/USD saat ini masih menghadapi area resistance kuat di kisaran 4.649 hingga 4.672 dolar AS. Zona tersebut dipandang sebagai area supply yang berpotensi kembali memicu tekanan jual apabila harga tidak mampu menembusnya secara meyakinkan. Dupoin Futures menilai bahwa selama harga belum berhasil ditutup di atas zona tersebut, momentum bullish masih belum cukup kuat untuk mengonfirmasi keberlanjutan tren naik.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menjelaskan, kegagalan harga menembus resistance menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar. Dalam kondisi seperti ini, seller masih memiliki peluang untuk kembali mengambil kendali setelah harga mengalami penguatan sebelumnya. Karena itu, Dupoin Futures memperkirakan ruang koreksi masih terbuka apabila XAU/USD kembali tertahan di area 4.649–4.672 dolar AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam skenario yang diproyeksikan Dupoin Futures, apabila harga emas gagal melewati zona supply tersebut, XAU/USD berpotensi bergerak turun menuju support terdekat di level 4.583 dolar AS. Level ini menjadi area penting yang perlu diperhatikan karena dapat menentukan apakah koreksi hanya berlangsung sementara atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih dalam. Dupoin Futures menilai respons harga di sekitar support tersebut akan menjadi salah satu indikator penting bagi arah pergerakan emas berikutnya.

Baca Juga :  Semangat BRILiaN di Lembang, BO Rawamangun Perkuat Kebersamaan dan Budaya Kerja

Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat pergerakan emas masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Sebelumnya, pelemahan dolar dan penurunan yield menjadi katalis positif yang membantu menopang harga emas. Kondisi tersebut membuat emas relatif lebih menarik karena opportunity cost untuk memegang aset yang tidak memberikan bunga menjadi lebih rendah. Namun, Dupoin Futures menilai katalis tersebut kini menghadapi tantangan dari perkembangan data ekonomi AS.

Salah satu perhatian utama pasar adalah data Personal Consumption Expenditures atau PCE Amerika Serikat yang tercatat lebih tinggi dari ekspektasi. Menurut Dupoin Futures, data inflasi yang lebih kuat dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan Federal Reserve. Apabila tekanan inflasi masih persisten, peluang The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat dapat meningkat, yang pada akhirnya berpotensi memberikan dukungan terhadap dolar AS dan yield obligasi.

Kondisi tersebut menjadi risiko bagi harga emas. Dupoin Futures menjelaskan bahwa penguatan dolar AS biasanya memberikan tekanan terhadap komoditas yang dihargai dalam mata uang tersebut, termasuk emas. Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi juga dapat mengurangi daya tarik emas karena investor memiliki alternatif aset yang menawarkan return. Kombinasi kedua faktor tersebut berpotensi memperbesar tekanan terhadap XAU/USD apabila sentimen hawkish kembali mendominasi pasar.

Perhatian investor kini beralih ke Jackson Hole yang menjadi salah satu agenda penting bagi pasar keuangan global. Menurut Dupoin Futures, pernyataan pejabat Federal Reserve dalam forum tersebut dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan emas. Pasar akan mencermati apakah komentar yang disampaikan cenderung hawkish atau dovish, terutama terkait prospek suku bunga dan perkembangan inflasi Amerika Serikat.

Baca Juga :  Wonderweeks di Hublife: Temukan Cerita Seru, Mainan Baru, hingga Penawaran Menarik

Dupoin Futures menilai pernyataan Kevin Warsh menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar. Apabila komentar yang muncul mengindikasikan bahwa The Fed masih perlu mempertahankan kebijakan ketat untuk mengendalikan inflasi, dolar AS berpotensi kembali menguat dan memberikan tekanan terhadap emas. Sebaliknya, jika muncul sinyal dovish, tekanan terhadap dolar dan yield dapat mereda sehingga memberikan ruang bagi XAU/USD untuk kembali menguat.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih memiliki risiko koreksi pada perdagangan hari ini. Selama XAU/USD belum mampu menembus dan bertahan di atas resistance 4.649–4.672 dolar AS, Dupoin Futures melihat peluang pelemahan menuju support 4.583 masih terbuka. Namun, volatilitas diperkirakan tetap tinggi karena pasar masih menunggu katalis fundamental berikutnya.

Bagi pelaku pasar, Dupoin Futures menyarankan perhatian khusus terhadap pergerakan harga di sekitar resistance dan support tersebut. Jika XAU/USD mampu menembus resistance secara valid, skenario bullish berpotensi kembali menguat. Sebaliknya, kegagalan menembus zona supply dapat memperbesar peluang koreksi menuju 4.583 dolar AS. Dengan demikian, menurut Dupoin Futures, arah dolar AS, pergerakan yield obligasi, data inflasi, serta sinyal kebijakan Federal Reserve akan menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRI BO Otista Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Mangga Dua Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Bujet Skincare Bulanan: Cara Mengaturnya agar Tetap Sesuai Kemampuan
LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS Naik Kelas
Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina
KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:02

BRI BO Otista Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:02

BRI BO Mangga Dua Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:02

Bujet Skincare Bulanan: Cara Mengaturnya agar Tetap Sesuai Kemampuan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:02

LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS Naik Kelas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:02

CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:02

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

Berita Terbaru