Koran Mandalika, Mataram – Salah satu korban selamat dalam peristiwa pembacokan di Jalan Udayana, Kota Mataram, Fahmi, membeberkan kronologis aksi sadis yang menewaskan salah satu temannya, yakni Muhammad Gibran Anugrah Aditya.
Fahmi menceritakan, pada saat itu ia dan dua temannya, yakni Gilang dan Gibran tengah berboncengan melintasi Jalan Udayana sekitar pukul 05.00 pagi.
Seketika, para pelaku menghampiri dengan membawa celurit. Saat salah satu pelaku mengayunkan celuritnya ke arak mereka, kata Fahmi, salah satu temannya yakni Gibran menghindar ke arah kiri sehingga sepeda motor yang mereka tunggangi menyerempet trotoar jalan dan membuat ketiganya terjatuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Motor itu sontak ikut ke kiri juga. Motor oleng, sikat trotoar, jatuh,” katanya, Rabu (28/10).
Melihat ketiganya terjatuh, para pelaku langsung membacok salah satu korban yakni Gibran. Pada saat itu, lanjut Fahmi, dirinya pasrah lantaran melihat jumlah pelaku yang begitu banyak.
“Serempet trotoar, jatuh ke kanan. Terus si Gibran itu dibacok, saya tengkurep terus saya sudah pasrah,” lanjut Fahmi.
Namun, Fahmi sempat mengingat orang tuanya sehingga ia memberanikan diri untuk kabur dan mencari pertolongan.
“Terus saya ingat orang tua, saya bangun lari minta pertolongan,” kata Fahmi.
Fahmi menuturkan pada saat itu hanya Gibran yang menjadi sasaran para pelaku. Sementara, dirinya dan Gilang berhasil lolos dari para pelaku.
“Teman-temannya pelaku ini diam dia di Gibran, dia rusakin motor atau endak dia lagi ngebacok, kurang lebih 15 orang (pelaku). Si Gilang dia langsung sembunyi di bawah jembatan,” tutur Fahmi.
Meski berhasil lolos, Fahmi dan Gilang mendapat luka di beberapa bagian tubuh. Fahmi menambahkan, dirinya sempat akan dikejar para pelaku akan tetapi dirinya sudah lebih dahulu meminta pertolongan.
“Sempat mau dikejar, tapi kita duluan minta pertolongan itu, makanya dia endak berain ngejar,” ucapnya.
Diketahui, saat ini Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram, sudah mengamankan para terduga pelaku untuk dilakukan pemeriksaan serta pendalaman guna mengusut tuntas keterlibatan pihak lain. (dik)






