Harga Emas Melemah, Analis Dupoin Sebut Tekanan Bearish Masih Kuat - Koran Mandalika

Harga Emas Melemah, Analis Dupoin Sebut Tekanan Bearish Masih Kuat

Selasa, 11 November 2025 - 02:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas melemah tertekan dolar AS dan sikap hawkish The Fed. Analis Dupoin sebut tren bearish masih dominan dengan potensi turun ke $3.818 per ons.

Harga emas (XAU/USD) kembali turun pada perdagangan Selasa (4/11), tertekan oleh penguatan Dolar AS dan sikap hati-hati dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed). Saat laporan ini disusun, emas diperdagangkan di sekitar level $3.970 per ons, melemah hampir 1% dibanding sesi sebelumnya setelah sempat menyentuh titik terendah intraday di $3.928.

Menurut Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, kombinasi antara pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan bahwa tren penurunan (bearish) masih dominan.“Dari sisi teknikal, tekanan jual masih cukup kuat. Jika momentum ini berlanjut, XAU/USD berpotensi melemah hingga ke level $3.818. Namun, jika support tersebut bertahan dan terjadi koreksi teknikal, maka peluang rebound terdekat berada di kisaran $3.971,” jelas Andy.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, pelemahan harga emas dipengaruhi oleh perubahan sentimen terhadap arah kebijakan moneter The Fed. Nada hawkish dari sejumlah pejabat bank sentral AS mendorong investor beralih ke aset berdenominasi dolar yang menawarkan imbal hasil lebih baik dibandingkan emas.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Anjlok, Simak Analisis Dampaknya Terhadap Pasar BTC IDR

“Selama The Fed belum menunjukkan sinyal dovish secara konsisten, tekanan terhadap harga emas kemungkinan masih akan berlanjut dalam waktu dekat,” ujarnya.

Pada awal pekan ini, beberapa pejabat The Fed memberikan pernyataan yang beragam. Gubernur Lisa Cook menilai inflasi masih di atas target 2% dan bisa bertahan tinggi hingga tahun depan karena dampak tarif impor. Ia menegaskan perlunya fokus menjaga stabilitas harga, meskipun pemangkasan suku bunga 25 basis poin terakhir sudah sesuai dengan meningkatnya risiko pelemahan pasar tenaga kerja.Sementara itu, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengingatkan bahwa penurunan suku bunga terlalu cepat bisa menghambat pengendalian inflasi, dan Gubernur Stephen Miran menegaskan bahwa kondisi keuangan tidak bisa dijadikan satu-satunya dasar untuk menentukan arah kebijakan.

Sikap beragam para pejabat The Fed ini membuat pasar kembali meninjau ulang ekspektasi pemangkasan suku bunga Desember mendatang. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan 25 basis poin kini turun menjadi sekitar 70% dari sebelumnya 94%. Perubahan sentimen tersebut memperkuat dolar AS dan menambah tekanan pada harga emas.

Baca Juga :  Menjadi Pengusaha Muslimah Tangguh, Bisnis Jalan Keluarga Aman

Meski begitu, beberapa analis global menilai koreksi harga emas bersifat sementara. UBS dalam laporannya menyebut pelemahan saat ini hanyalah jeda sebelum harga kembali menguat. UBS tetap mempertahankan proyeksi harga emas di kisaran $4.200 per ons, dengan potensi kenaikan hingga $4.700 apabila ketegangan geopolitik meningkat atau kondisi pasar kembali bergejolak.

Andy Nugraha menambahkan, secara fundamental, permintaan jangka panjang terhadap emas masih solid di tengah ketidakpastian ekonomi global dan potensi perlambatan ekonomi dunia. Namun, ia mengingatkan bahwa untuk perdagangan jangka pendek, investor perlu berhati-hati terhadap volatilitas tinggi dan memperhatikan area support–resistance yang terbentuk di pasar.

Dengan dominasi tren bearish dari sisi teknikal serta pengaruh kebijakan moneter AS yang masih hawkish, harga emas hari ini diperkirakan bergerak dalam kisaran $3.818 – $3.971 per ons. Para pelaku pasar disarankan tetap waspada sambil menunggu data ekonomi AS berikutnya dan pernyataan tambahan dari pejabat The Fed untuk memastikan arah pergerakan harga selanjutnya.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Dukung Keandalan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Logistik Lakukan Pengeceran Balas Secara Bertahap
IDstar dan Tencent Cloud Perkuat Kemitraan Strategis untuk Akselerasi Transformasi Cloud di Indonesia
KAI Logistik Catat Pertumbuhan Angkutan Ritel, Layani Lebih dari 2 Juta Kiriman hingga Juli 2026
MoraRepublic dan Huawei Indonesia Jalin Kemitraan Strategis untuk Percepat Transformasi Digital Sektor Enterprise
MoraRepublic dan 1ENGAGE Tampilkan WhatsApp Voice untuk Layanan Pelanggan di WhatsApp Business Summit Indonesia 2026
SCANDIA Resmi Membuka Toko Kedua di Makassar, Grand Opening di TSM Meriah dengan Beragam Promo Spesial
MoraRepublic Dukung Konektivitas Duel Chelsea vs AC Milan di Jakarta
Musim Dingin di Huis Ten Bosch Hadir dengan Konsep Baru: “The Starlight Million” & “European Holy Christmas”

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:53

ITDC Perkuat Identitas The Mandalika melalui Mandalika Art & Culture Performance

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:24

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:04

Mandalika Makin Berisik, The Dudas Ikut Bilang: “Ini Luar Biasa”

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:57

Duta Lingkungan NTB Goes to School, Pelajar SMAN 1 Pringgarata Diajak Jadi Agen Perubahan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:45

5 Kader Diduga Jadi Korban Penganiayaan, HMI Badko Nusra Desak UIN Mataram Ambil Tindakan Tegas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:44

Pol PP Tertibkan Lapak Pedagang di Leneng

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:36

Meja Desa Mulai Panas, Dugaan ADD/DD dan RTLH Selong Belanak Dibedah Jaksa

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:36

Warga Tenggelam Saat Mencari Ikan di Bendungan Batujai Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terbaru