Harga Emas Melemah, Dolar AS dan Geopolitik Jadi Faktor Penekan - Koran Mandalika

Harga Emas Melemah, Dolar AS dan Geopolitik Jadi Faktor Penekan

Rabu, 18 Juni 2025 - 10:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) kembali menunjukkan tren penurunan diperdagangkan di bawah level $3.400 pada hari Selasa (17/6), sementara pada Rabu (18/6) menyentuh sekitar $3.380 pada saat berita ini di tulis. Penurunan kecil sebesar 0,05% ini mencerminkan tekanan yang terus membebani pasar logam mulia, terutama akibat dari menguatnya Dolar AS dan kondisi geopolitik global yang tidak menentu.

Andy Nugraha, analis dari Dupoin Futures Indonesia, menilai bahwa sentimen negatif pasar masih mendominasi dan mempertahankan tren bearish pada harga emas. Meskipun ada beberapa faktor yang berpotensi mengangkat harga emas, tekanan dari sisi penguatan dolar tampaknya lebih kuat untuk saat ini.

“Pasar sedang berada dalam situasi tarik menarik antara dua kekuatan besar. Di satu sisi, eskalasi konflik Israel-Iran bisa memperkuat permintaan emas sebagai aset safe-haven. Namun di sisi lain, lonjakan nilai Dolar AS justru menghambat potensi penguatan harga emas,” jelas Andy dalam laporan analisanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks Dolar AS (DXY) menunjukkan penguatan signifikan sebesar 0,46% ke posisi 98,58, yang menandakan meningkatnya permintaan terhadap dolar sebagai mata uang cadangan global. Kondisi ini mendorong investor untuk mengalihkan asetnya dari emas ke dolar, membuat logam kuning kehilangan daya tariknya walau risiko global sedang meningkat. Ketegangan kawasan Timur Tengah juga semakin panas setelah muncul laporan bahwa mantan Presiden AS, Donald Trump, mempertimbangkan langkah militer bersama Israel terhadap Iran.

Baca Juga :  Mulung Fest 2024 Festival Airdrop Akbar Terbesar dan Perdana Digelar di Jakarta

“Respons pasar terhadap berita ini cukup hati-hati. Namun, kenyataan bahwa harga emas tidak melonjak di tengah gejolak geopolitik mengisyaratkan bahwa kekuatan dolar saat ini benar-benar dominan,” tambah Andy.

Selain isu geopolitik, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada arah kebijakan moneter AS. Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, dijadwalkan akan menyampaikan hasil pertemuan dewan gubernur. Meskipun suku bunga diperkirakan tetap, fokus pasar lebih tertuju pada proyeksi ekonomi ke depan yang akan disampaikan.

Secara teknikal, Andy mencatat bahwa sinyal penurunan harga emas mulai terbentuk pada grafik jangka pendek. Pola candlestick dan indikator Moving Average mengonfirmasi tekanan jual yang masih mendominasi pasar. Jika tren ini berlanjut, harga emas berpotensi melemah hingga mencapai zona support di $3.343. Namun jika terjadi pantulan teknikal, harga bisa menguji resisten minor di sekitar level $3.398.

Baca Juga :  Mulai 1 Juli 2025, KA Pangrango Gunakan Sarana Baru Ekonomi New Generation untuk Tingkatkan Kenyamanan Pelanggan

Dari sisi fundamental ekonomi, data dari Amerika Serikat turut menambah dinamika pasar. Penjualan ritel pada Mei tercatat turun sebesar 0,9% secara bulanan, melebihi perkiraan penurunan. Selain itu, produksi industri juga mengalami penurunan sebesar 0,2%, mencerminkan potensi perlambatan di sektor manufaktur AS. Meski biasanya pelemahan ekonomi bisa mendukung harga emas, dalam kondisi saat ini tekanan dari dolar masih mendominasi.

Secara keseluruhan, harga emas masih berada dalam tekanan bearish di tengah ketidakpastian global. Para pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap perkembangan ketegangan geopolitik dan arah pergerakan Dolar AS. Dengan latar belakang konflik internasional yang belum mereda dan tekanan teknikal yang terus berlanjut, peluang koreksi lanjutan pada harga emas masih terbuka lebar.

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat
Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia
Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma
Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya
BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Kelapa Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Kelapa Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

Ika Afifah Terpilih sebagai Salah Satu dari 30 Perempuan ASEAN & Australia yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru