Harga Emas Naik ke Rekor Tertinggi Baru, Sentimen Global Dorong Reli Berlanjut - Koran Mandalika

Harga Emas Naik ke Rekor Tertinggi Baru, Sentimen Global Dorong Reli Berlanjut

Senin, 20 Oktober 2025 - 19:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) terus menunjukkan penguatan impresif setelah mencatat kenaikan selama empat hari berturut-turut dan menembus rekor baru di $4.218 per troy ons pada perdagangan Rabu (15/10). Lonjakan harga ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven di tengah ketegangan geopolitik, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan pelonggaran moneter Federal Reserve (The Fed).

Menurut Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia, tren teknikal emas masih sepenuhnya dikuasai pembeli. “Struktur candlestick dan indikator Moving Average memperlihatkan sinyal penguatan yang konsisten. Jika momentum bullish ini berlanjut, XAU/USD berpotensi menguji area $4.275, sementara area $4.177 menjadi batas bawah yang harus dijaga agar tren kenaikan tetap valid,” jelas Andy.

Perdagangan emas pada awal sesi Asia, Kamis (16/10), dibuka dengan penguatan tipis di sekitar $4.210, mendekati level tertinggi sepanjang masa. Sentimen pasar masih didominasi oleh optimisme terhadap pemangkasan suku bunga The Fed yang kini semakin dekat. Dalam pidatonya, Ketua The Fed Jerome Powell menekankan bahwa perlambatan signifikan dalam perekrutan tenaga kerja dapat menjadi risiko bagi ekonomi AS, membuka peluang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga utama sebanyak dua kali lagi pada tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data LSEG menunjukkan pasar memperkirakan probabilitas 98% untuk pemangkasan 25 basis poin (bp) pada pertemuan bulan Oktober, serta pemangkasan kedua di Desember. Suku bunga yang lebih rendah secara historis mendukung harga emas karena menurunkan imbal hasil dolar AS dan meningkatkan minat terhadap aset tanpa yield seperti logam mulia.

Baca Juga :  KAI Daop 1 Jakarta Konsisten Jaga Kelancaran dan Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Sementara itu, ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok kembali memanas. Washington dan Beijing dikabarkan akan mengenakan biaya pelabuhan tambahan terhadap kapal-kapal yang mengangkut kargo antar kedua negara mulai 14 Oktober. Kebijakan ini dikhawatirkan akan meningkatkan biaya logistik dan memperlambat arus perdagangan global. Ketidakpastian tersebut mendorong investor untuk beralih ke aset aman, memperkuat reli emas di pasar global.

“Setiap kali hubungan dagang AS–Tiongkok memanas, harga emas cenderung melonjak karena investor mencari perlindungan dari risiko makroekonomi,” ujar Andy Nugraha. “Kondisi saat ini memperkuat posisi emas sebagai instrumen hedge di tengah gejolak ekonomi dunia.”

Di sisi lain, pasar juga menantikan serangkaian pernyataan pejabat The Fed seperti Michael Barr, Stephen Miran, Christopher Waller, dan Michelle Bowman yang dijadwalkan berbicara pada Kamis ini. Pernyataan mereka akan menjadi acuan baru untuk membaca arah kebijakan moneter AS ke depan. Namun, jika pernyataan tersebut bernada hawkish, dolar AS berpotensi menguat sementara dan memberikan tekanan korektif pada harga emas.

Selain itu, The Fed juga dijadwalkan akan menerima pembaruan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 24 Oktober. Data inflasi ini akan menjadi indikator utama yang menentukan apakah bank sentral akan tetap melanjutkan sikap dovish-nya atau berbalik arah ke kebijakan yang lebih ketat.

Baca Juga :  PT Railink Dukung Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Layanan KA Srilelawangsa

Saat ini, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke 4,048%, sementara imbal hasil riil yang sering bergerak berlawanan arah dengan harga emas melemah ke 1,708%. Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa permintaan terhadap aset berisiko rendah masih tinggi di tengah ketidakpastian global.

Secara keseluruhan, tren emas jangka pendek masih positif dengan potensi kenaikan lanjutan selama harga bertahan di atas area $4.177. Level $4.275 menjadi target berikutnya, seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga dan meningkatnya tensi geopolitik. Namun, Andy Nugraha menegaskan pentingnya kehati-hatian. “Volatilitas tinggi bisa memicu koreksi tajam kapan saja. Trader harus menjaga manajemen risiko yang disiplin dan tidak terpancing euforia pasar,” tegasnya.

Dengan kombinasi katalis global yang kuat mulai dari perang dagang, potensi pemangkasan suku bunga, hingga pelemahan dolar AS emas masih berpeluang melanjutkan reli ke level tertinggi berikutnya. Namun, pasar diperkirakan tetap fluktuatif menjelang pernyataan pejabat The Fed dan rilis data inflasi akhir bulan ini.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dukung Keandalan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Logistik Lakukan Pengeceran Balas Secara Bertahap
IDstar dan Tencent Cloud Perkuat Kemitraan Strategis untuk Akselerasi Transformasi Cloud di Indonesia
KAI Logistik Catat Pertumbuhan Angkutan Ritel, Layani Lebih dari 2 Juta Kiriman hingga Juli 2026
MoraRepublic dan Huawei Indonesia Jalin Kemitraan Strategis untuk Percepat Transformasi Digital Sektor Enterprise
MoraRepublic dan 1ENGAGE Tampilkan WhatsApp Voice untuk Layanan Pelanggan di WhatsApp Business Summit Indonesia 2026
SCANDIA Resmi Membuka Toko Kedua di Makassar, Grand Opening di TSM Meriah dengan Beragam Promo Spesial
MoraRepublic Dukung Konektivitas Duel Chelsea vs AC Milan di Jakarta
Musim Dingin di Huis Ten Bosch Hadir dengan Konsep Baru: “The Starlight Million” & “European Holy Christmas”

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:53

ITDC Perkuat Identitas The Mandalika melalui Mandalika Art & Culture Performance

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:24

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:04

Mandalika Makin Berisik, The Dudas Ikut Bilang: “Ini Luar Biasa”

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:57

Duta Lingkungan NTB Goes to School, Pelajar SMAN 1 Pringgarata Diajak Jadi Agen Perubahan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:45

5 Kader Diduga Jadi Korban Penganiayaan, HMI Badko Nusra Desak UIN Mataram Ambil Tindakan Tegas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:44

Pol PP Tertibkan Lapak Pedagang di Leneng

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:36

Meja Desa Mulai Panas, Dugaan ADD/DD dan RTLH Selong Belanak Dibedah Jaksa

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:36

Warga Tenggelam Saat Mencari Ikan di Bendungan Batujai Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terbaru