Ini Stasiun Pengguna LRT Jabodebek Terpadat Saat Jam Berangkat Kerja, Didominasi Menuju Jakarta - Koran Mandalika

Ini Stasiun Pengguna LRT Jabodebek Terpadat Saat Jam Berangkat Kerja, Didominasi Menuju Jakarta

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada weekday Januari–April 2026, kepadatan LRT Jabodebek tertinggi terjadi pukul 06.00–09.00 WIB. Stasiun Harjamukti memimpin sebagai titik keberangkatan dengan rata-rata 6.224 pengguna/hari, diikuti Cikoko 3.432, Cikunir 1 3.274, Jatimulya 2.786, dan Jatibening Baru 2.638 pengguna/hari. Tujuan utama adalah Stasiun Kuningan 8.976 pengguna/hari, Pancoran 7.166, Dukuh Atas 6.587, Rasuna Said 4.611, dan Setiabudi 4.532 pengguna/hari. Untuk melayani lonjakan ini, KAI jalankan 430 perjalanan/hari dengan headway 8–9 menit pada peak hour. Keberangkatan pertama dari Jatimulya pukul 05.12 WIB dan Harjamukti 05.18 WIB.

Mobilitas masyarakat pengguna LRT Jabodebek pada hari kerja (weekday) masih didominasi perjalanan menuju kawasan pusat bisnis dan perkantoran di Jakarta saat pagi hari. Berdasarkan data, rata-rata per hari pengguna LRT Jabodebek selama periode Januari hingga April 2026, kepadatan tertinggi terjadi pada pukul 06.00–09.00 WIB.

Pada periode tersebut, Stasiun Harjamukti menjadi stasiun keberangkatan dengan jumlah pengguna tertinggi saat jam berangkat kerja, yakni mencapai rata-rata 6.224 pengguna /hari. Selanjutnya disusul Stasiun Cikoko sebanyak 3.432 pengguna, Stasiun Cikunir 1 sebanyak 3.274 pengguna, Stasiun Jatimulya sebanyak 2.786 pengguna /hari, serta Stasiun Jatibening Baru sebanyak 2.638 pengguna /hari.

Dari stasiun keberangkatan tersebut, mayoritas didominasi menuju kawasan pusat aktivitas dan perkantoran di Jakarta. Stasiun Kuningan menjadi tujuan dengan jumlah pengguna tertinggi mencapai 8.976 pengguna /hari. Disusul Stasiun Pancoran sebanyak 7.166 pengguna /hari, Stasiun Dukuh Atas sebanyak 6.587 pengguna /hari, Stasiun Rasuna Said sebanyak 4.611 pengguna /hari, serta Stasiun Setiabudi sebanyak 4.532 pengguna /hari.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan mayoritas pengguna LRT Jabodebek melakukan perjalanan pada rentang pukul 06.00–07.30 WIB yang didominasi oleh pekerja dan masyarakat yang beraktivitas di Jakarta.

“Jumlah pengguna tersebut menunjukkan LRT Jabodebek menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung mobilitas harian yang lebih praktis, nyaman, dan terintegrasi menuju pusat aktivitas di Jakarta,” ucapnya.

Untuk mendukung mobilitas pengguna pada jam sibuk pagi hari, LRT Jabodebek mengoperasikan perjalanan secara optimal dengan frekuensi yang tetap terjaga. Pada hari kerja (weekday) KAI mengoperasikan 430 perjalanan LRT Jabodebek setiap hari, dengan headway menyesuaikan jam sibuk (peak hour) di hari kerja.

Baca Juga :  KAI Daop 8 Surabaya Berkomitmen Memberikan Perjalanan Aman, Nyaman, dan Sehat Tanpa Asap Rokok

Pada relasi Jatimulya – Dukuh Atas, keberangkatan pertama dimulai pukul 05.12 WIB. Hingga pukul 09.00 WIB, tersedia 28 perjalanan dengan headway sekitar 8–9 menit. Sementara pada relasi Harjamukti – Dukuh Atas, keberangkatan pertama dimulai pukul 05.18 WIB dengan total 27 perjalanan hingga pukul 09.00 WIB dan headway sekitar 8–9 menit.

“Untuk menghindari kepadatan pada jam sibuk pagi, masyarakat dapat menyesuaikan waktu keberangkatan agar perjalanan tetap nyaman, khususnya pada rentang waktu dengan mobilitas tertinggi,” tambahnya.

Tingginya mobilitas pada pagi hari menunjukkan peran LRT Jabodebek sebagai moda penghubung kawasan penyangga dengan pusat aktivitas di Jakarta terus meningkat. KAI tentu akan terus melakukan evaluasi untuk terus menghadirkan layanan LRT Jabodebek yang selamat, aman, dan nyaman guna mendukung mobilitas masyarakat perkotaan secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City
KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung
Biaya Rutin dalam Rumah Tangga: Cara Mengatur Tagihan agar Keuangan Lebih Teratur
IIBF Gelar Social & Business Networking Evening, Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-India
Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?
Duluin dan BTN Berkolaborasi Hadirkan Solusi Kesejahteraan Pekerja Indonesia
Bittime Perluas Akses Futures Melalui Program Position Boost
Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 22:02

Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City

Jumat, 18 September 2026 - 22:02

KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung

Jumat, 18 September 2026 - 18:02

Biaya Rutin dalam Rumah Tangga: Cara Mengatur Tagihan agar Keuangan Lebih Teratur

Jumat, 18 September 2026 - 17:02

IIBF Gelar Social & Business Networking Evening, Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-India

Jumat, 18 September 2026 - 16:02

Duluin dan BTN Berkolaborasi Hadirkan Solusi Kesejahteraan Pekerja Indonesia

Jumat, 18 September 2026 - 16:02

Bittime Perluas Akses Futures Melalui Program Position Boost

Jumat, 18 September 2026 - 15:02

Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 15:02

Harddies Cargo Fokus Kembangkan Layanan Pengiriman Cargo Jakarta–Batam

Berita Terbaru