Harga Emas Stabil Menguat, Pasar Cermati Data Inflasi AS - Koran Mandalika

Harga Emas Stabil Menguat, Pasar Cermati Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Desember 2025 - 16:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) dunia kembali mencatatkan penguatan pada pertengahan pekan, seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar dalam merespons dinamika ekonomi Amerika Serikat dan eskalasi risiko geopolitik global. Pada perdagangan Rabu (17/12), emas tercatat naik sekitar 0,87% dan bergerak di area $4.338, meski sempat menyentuh puncak harian di $4.349. Kenaikan ini terjadi setelah pasar mencerna laporan ketenagakerjaan AS yang tidak sepenuhnya solid, serta pernyataan pejabat bank sentral AS yang menegaskan pendekatan kebijakan yang tetap berhati-hati.

Menurut analisis dari Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha menilai bahwa struktur pergerakan emas saat ini masih menunjukkan penguatan tren bullish. Indikator teknikal, khususnya kombinasi candlestick dan Moving Average, mencerminkan dominasi minat beli yang masih terjaga. Fluktuasi harga yang terjadi belakangan ini dinilai sebagai fase penyesuaian wajar setelah reli, bukan sinyal pembalikan tren.

Andy Nugraha menjelaskan bahwa secara teknikal terdapat dua skenario utama yang patut dicermati investor. Apabila sentimen positif berlanjut, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area $4.378, yang menjadi target terdekat dalam jangka pendek. Area tersebut dipandang sebagai level penting yang akan menguji kekuatan tren naik saat ini. Sebaliknya, jika tekanan jual muncul dan harga terkoreksi, maka level $4.294 diproyeksikan menjadi support awal yang dapat menahan pelemahan lebih lanjut.

Dari sisi fundamental, data Nonfarm Payrolls (NFP) terbaru menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang mulai kehilangan momentum. Pada Oktober, jumlah angkatan kerja tercatat menyusut sekitar 105.000 orang, sementara pada November hanya tercipta 64.000 lapangan kerja baru. Dampaknya, tingkat pengangguran meningkat dari 4,4% menjadi 4,6%, melampaui proyeksi bank sentral. Meski demikian, peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat masih terbatas, dengan probabilitas penurunan suku bunga pada Januari diperkirakan sekitar 24%.

Komentar dari pejabat The Fed turut menjadi perhatian pasar. Gubernur The Fed, Christopher Waller, menyatakan bahwa kebijakan penurunan suku bunga sebelumnya telah memberikan dampak positif terhadap sektor tenaga kerja. Namun, ia juga menegaskan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk kembali memangkas suku bunga, seraya menyebutkan bahwa tekanan inflasi diperkirakan tidak akan kembali meningkat. Pernyataan ini membuat pasar berada dalam posisi menunggu arah kebijakan yang lebih jelas.

Baca Juga :  Drone untuk Inspeksi Ruang Terbatas yang Lebih Aman dan Efisien

Di sisi lain, faktor geopolitik menjadi katalis tambahan bagi penguatan emas. Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela dan menetapkan rezim negara tersebut sebagai organisasi teroris asing. Kebijakan ini meningkatkan ketegangan internasional dan mendorong kenaikan harga minyak mentah, yang pada akhirnya turut mengangkat daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Secara keseluruhan, Andy memandang bahwa prospek harga emas hari ini masih cenderung positif. Selama ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global belum mereda, emas diperkirakan tetap menjadi pilihan utama investor untuk melindungi nilai aset. Meski volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi, tren utama emas dinilai masih memiliki peluang berlanjut ke arah yang lebih tinggi.

 

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Usai Hadiri Toba Caldera Culture Festival, Menteri Ekonomi Kreatif Nikmati Pengalaman Danau Toba di Marianna Resort Samosir
Semakin Pede dengan GCG, PAM JAYA Raih Predikat “Sangat Baik”
LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS ‘Naik Kelas’
Minat Kendaraan Listrik Menguat, Pembiayaan EV BRI Finance Tumbuh 13,8 Kali
BRI BO Jatinegara Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan
BRI Region 6 Gelar Upacara Kesaktian Pancasila, Perkuat Semangat Kebangsaan Insan BRI
BRIDS Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemulihan Pascagempa di Nusa Tenggara Timur
Waskita Beton Precast Kembali Tanam 228 Pohon pada September 2026, Lanjutkan Komitmen Pehijauan Bersama Pelanggan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:02

5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:02

Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:02

Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:02

Spesifikasi Besi di Gambar Kosong di Pasaran, Apa yang Harus Dilakukan?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:02

Raih Dua Penghargaan di The Iconomics Forum 2026, Jasa Marga Buktikan Keunggulan Layanan Pelanggan dan Tata Kelola Korporasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:02

Proyek Beda Jenis, Harus Ganti Kontraktor Juga?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:02

7 Cara Mengevaluasi Performa Telepon Bisnis dengan Call Tracking

Berita Terbaru

NTB Terkini

Ironi di Jalur Rinjani, Fasilitas untuk Pendaki Malah Raib

Sabtu, 17 Okt 2026 - 19:01