Harga Emas (XAU/USD) 16 Februari 2026 Stabil di $4.993, Pasar Tunggu Sinyal The Fed - Koran Mandalika

Harga Emas (XAU/USD) 16 Februari 2026 Stabil di $4.993, Pasar Tunggu Sinyal The Fed

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas hari ini menunjukkan fase konsolidasi menjelang rilis data penting dan perkembangan geopolitik. Trader disarankan tetap memperhatikan dinamika dolar AS, kebijakan moneter, serta sentimen global sebelum mengambil keputusan transaksi.

Harga emas dunia (XAU/USD) pada perdagangan Senin (16/2/2026) tercatat bergerak stabil di kisaran $4.993 per ons pada sesi Asia. Pergerakan ini terjadi setelah emas sempat melonjak lebih dari $150 pada akhir pekan lalu, sebelum kembali terkoreksi dan bertahan di bawah level psikologis $5.000.

Analis Market HSB Investasi menyampaikan bahwa pergerakan emas saat ini dipengaruhi oleh kombinasi penguatan dolar AS serta meningkatnya minat risiko (risk appetite) pelaku pasar. Meski demikian, tekanan terhadap logam mulia dinilai masih terbatas.

“Penguatan dolar memang membatasi ruang kenaikan emas dalam jangka pendek. Namun, faktor ketidakpastian global dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter membuat potensi penurunan emas relatif terbatas,” ujar Analis Market HSB Investasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penguatan Dolar AS Tekan Emas

Kenaikan indeks dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Secara historis, emas dan dolar memiliki korelasi terbalik. Ketika dolar menguat, harga emas cenderung tertekan karena menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Baca Juga :  7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Namun demikian, penguatan dolar diperkirakan tidak berlangsung lama. Data inflasi Amerika Serikat yang dirilis pekan lalu menunjukkan angka yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) berpotensi mulai memangkas suku bunga pada pertemuan bulan Juni mendatang.

Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter umumnya menjadi sentimen positif bagi emas karena menurunkan opportunity cost memegang aset non-yielding seperti logam mulia.

Ketegangan Geopolitik Batasi Penurunan

Selain faktor moneter, sentimen geopolitik turut membatasi tekanan terhadap emas. Pasar saat ini mencermati kelanjutan pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran, di tengah laporan peningkatan kehadiran militer AS di kawasan yang memicu respons keras dari Iran.

Dalam kondisi global yang belum sepenuhnya stabil, emas tetap dipandang sebagai aset safe haven. Permintaan terhadap aset lindung nilai cenderung meningkat ketika risiko geopolitik membesar.

Pasar Menanti Notulensi FOMC

Pergerakan emas juga berlangsung dalam volume transaksi yang relatif tipis seiring libur Presidents Day di Amerika Serikat. Pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sembari menunggu katalis berikutnya.

Baca Juga :  Melalui PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Digital bagi Sekolah di Pelosok

Fokus utama investor saat ini tertuju pada rilis notulensi rapat FOMC (FOMC Minutes) yang dijadwalkan pada Rabu (18/2/2026). Dokumen tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

Secara teknikal, emas masih menghadapi tekanan jangka pendek setelah gagal mempertahankan posisi di atas level resistensi $5.028. Selama belum mampu kembali menembus area tersebut, potensi koreksi tetap perlu diwaspadai. Namun dalam jangka menengah, prospek emas dinilai tetap positif sebagai instrumen lindung nilai di tengah dinamika global yang berkembang.

Tentang HSB Investasi (PT Handal Semesta Berjangka)

HSB Investasi merupakan pialang resmi dan diawasi langsung oleh Badan Pengawas Perdagangan Komoditi (Bappebti) di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. HSB juga terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan anggota dari bursa ICDX, Lembaga Kliring ICH, dan asosiasi Aspebtindo.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

BINUS @Bandung Perkuat Talenta AI Indonesia melalui Program Artificial Intelligence bagi Generasi Muda
Biaya AI per Respons vs Token, Mana Lebih Hemat untuk Bisnis?
IMAGO Technologies Meluncurkan PaperSmart Dual-Mode Tablet dengan EdPrep.ai
BP Tapera Perkuat Sinergi Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP
Pertahankan Kualitas di Tengah Anomali Cuaca, PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Borong 14 Gelar di National Tea Competition 2026
Menjaga Lingkungan, Menguatkan Keberlanjutan PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Aksi Lingkungan Sepanjang 2026
PTPN Group Beri Penghargaan Masa Pengabdian kepada 1.239 Nusantara Planters PTPN IV PalmCo di Riau
Mengapa Anak Punya Wangi Favorit? Ini Cerita di Balik Wangi B&B yang Menemani Anak Aktif Seharian

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:49

SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:45

Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 - 04:32

Minat Internasional Meningkat Seiring Dimulainya Automechanika Jakarta Besok, Hadirkan Partisipasi Global

Rabu, 23 September 2026 - 21:43

BP Tapera Perluas Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP, Dorong Masyarakat Miliki Rumah Pertama

Senin, 14 September 2026 - 06:43

Harga Drone Pertanian DJI Agras 2026: Bandingkan T25P, T55, T70P, dan T100 Sebelum Beli

Selasa, 8 September 2026 - 19:01

BIZTECH for Change 2026 Perkuat Peran BINUS @Bekasi sebagai Business, Service, and Technology Campus

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:43

Semarak Kemerdekaan, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Motor Baru Mulai 0,7% per Bulan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:11

Ikatan Perencana Desa (IPD) Jadikan Layar Desa Sebagai Metode, Hidupkan Desa dan Ajak Perencana Lebih Memahami Desa

Berita Terbaru