Hari Lingkungan Hidup 2025, Saat Aksi Kolektif Jadi Kunci Pulihkan Alam - Koran Mandalika

Hari Lingkungan Hidup 2025, Saat Aksi Kolektif Jadi Kunci Pulihkan Alam

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 5 Juni 2025 — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini kembali menjadi momentum reflektif bagi masyarakat dunia, termasuk Indonesia, untuk mengevaluasi hubungan antara manusia dan alam. Di tengah krisis iklim global, deforestasi, dan pencemaran yang masih merajalela, berbagai komunitas dan lembaga menyerukan pentingnya aksi kolektif dan kolaboratif dalam menyelamatkan lingkungan.

LindungiHutan, sebagai platform penggalangan aksi penghijauan berbasis kolaborasi, menyuarakan pentingnya peran publik, swasta, dan komunitas lokal dalam pemulihan ekosistem. Sejak 2016, organisasi ini telah menanam lebih dari 1 juta pohon di 35 lokasi rawan kerusakan lingkungan di Indonesia, mulai dari wilayah pesisir, hutan lindung, hingga daerah tangkapan air dan rawan longsor.

“Pemulihan alam tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Yang dibutuhkan adalah kesadaran kolektif dan aksi yang terukur, dari masyarakat umum hingga sektor korporasi,” ujar Miftachur “Ben” Robani, CEO LindungiHutan.

Data Global Forest Watch mencatat bahwa pada tahun 2020, Indonesia memiliki sekitar 93,8 juta hektare hutan alam atau sekitar 50% dari total luas daratannya. Namun pada tahun 2024, Indonesia kehilangan sekitar 259 ribu hektare hutan alam, yang setara dengan emisi sebesar 194 juta ton karbon dioksida. Laju ini berkontribusi pada emisi karbon, kerusakan keanekaragaman hayati, serta memperbesar risiko bencana ekologis.

Dalam peringatan tahun ini, LindungiHutan menyoroti pentingnya keterlibatan publik dalam bentuk donasi pohon, aksi tanam bersama, dan edukasi lingkungan. Lewat kontribusi mulai dari Rp25.000, masyarakat bisa turut serta menanam satu pohon dan mendukung perawatannya secara berkelanjutan. Gerakan mikro ini ternyata memberi dampak makro: selain memperbaiki tutupan hijau, program ini juga membuka lapangan kerja bagi petani dan warga sekitar lokasi penanaman.

Baca Juga :  Promosi Produk dengan Video: Cara Paling Cepat Menarik Customer

Salah satu bentuk aksi nyata yang pernah dilakukan adalah penanaman di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur. Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga habitat gajah Sumatera melalui penanaman pohon-pohon endemik yang mendukung ketersediaan pakan dan menjaga stabilitas ekosistem satwa liar.

Berdasarkan laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan dan pembukaan tambang tanpa reklamasi masih menjadi penyumbang terbesar deforestasi di Indonesia. Untuk menjawab tantangan ini, gerakan rehabilitasi hutan melalui partisipasi publik menjadi langkah strategis yang mampu memulihkan lahan kritis sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem lokal.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 menjadi pengingat bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil. Melalui partisipasi publik dan konsistensi aksi, pemulihan alam bukan sekadar wacana, melainkan gerakan kolektif yang nyata dan terus bertumbuh dari akar.

Berita Terkait

Bittime Catatkan Kenaikan Nilai Aset Bitcoin hingga 3,21% Pasca De-eskalasi Geopolitik Timur Tengah
KA Siliwangi Jadi Primadona Lebaran 2026, Okupansi Tembus 201% di Lintas Cipatat–Sukabumi
Dua Hari Pasca Idul Fitri 1447 H, Volume Penumpang KA di Daop 2 Bandung Masih Tinggi
Dukung Mobilitas Lebaran, LRT Jabodebek Perkuat Integrasi Antarmoda dan Akses ke Destinasi Wisata
Perubahan Kepemimpinan Iran dan Dampaknya pada Geopolitik Timur Tengah
BRI Finance Jaga Stabilitas Pembiayaan Alat Berat di Tengah Dinamika RKAB Batubara
Masih Minta Customer Copy Paste Data di Chat? WA Form Barantum Solusinya
Dominasi BTC dan USDT Bittime Jadi Sorotan di Tengah Tekanan Politik Trump dan Gejolak Minyak Dunia

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 17:43

LPK ARK Jinzai Solusi Group Targetkan 1.000 Peserta ke Jepang

Senin, 23 Maret 2026 - 14:41

30 Rumah Terdampak, PDI Perjuangan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Alas

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:36

Pemprov NTB Gelar Shalat Ied di Kantor Gubernur, Ada Open House di Pendopo

Senin, 16 Maret 2026 - 22:08

Hasil Seleksi Jabatan Eselon II Pemprov NTB Siap Diserahkan ke Gubernur

Senin, 16 Maret 2026 - 15:21

Dokter Mamang Jabat Kadis Kesehatan Lombok Tengah

Senin, 16 Maret 2026 - 15:07

‎Miras saat Pawai Ogoh-ogoh jadi Sorotan, Begini Imbauan Gubernur NTB

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:19

Jelang Lebaran, Gubernur Iqbal Tinjau Sistem Penjualan Tiket dan Fasilitas di Terminal Mandalika

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:23

Pastikan Pasokan Cabai Tercukupi, Pemprov NTB Siapkan Program Penguatan Produksi

Berita Terbaru