Hilirisasi Tembaga Jadi Kunci Kemandirian Industri Pertahanan RI - Koran Mandalika

Hilirisasi Tembaga Jadi Kunci Kemandirian Industri Pertahanan RI

Senin, 18 Mei 2026 - 16:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Indonesia menghadapi sebuah paradoks, menguasai 3% cadangan tembaga dunia, tetapi masih mengimpor bahan baku amunisi dari luar negeri.

Kondisi itu kini mendorong sinergi antara sektor pertambangan dan industri pertahanan untuk membangun kemandirian dari hulu ke hilir.

Data Kementerian Investasi/BKPM menempatkan Indonesia di urutan ketujuh cadangan tembaga dunia dan ke-11 dalam produksi tambang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, industri hilir tembaga Indonesia hanya berada di peringkat ke-18, berada di bawah Jepang, India, Korea, bahkan Bulgaria, yang tidak memiliki sumber daya mineral tembaga sama sekali.

Salah satu produk hilir strategis yang kini menjadi sorotan adalah brass cup, bahan baku selongsong amunisi yang selama ini masih dipasok dari impor.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai hilirisasi tembaga memiliki posisi strategis dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

Pengolahan tembaga secara terintegrasi, kata dia, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku alat utama sistem persenjataan (alutsista), amunisi, hingga teknologi pertahanan strategis.

Baca Juga :  EVOS Esports Juara Free Fire EWC 2025: Tim Indonesia Ukir Prestasi Dunia

“Dengan adanya integrasi antara sektor pertambangan dan industri pertahanan, Indonesia tidak hanya mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku, tetapi juga memperkuat posisi dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional,” ujar Dave.

Urgensi hilirisasi ini tercermin dari tren impor yang terus menanjak. Berdasarkan data Perkembangan Impor Non-Migas Kementerian Perdagangan, nilai impor tembaga dan produk turunannya tumbuh rata-rata 5,11% per tahun dalam periode 2021–2025, dari US 1,90 miliar — naik 15,27% secara kumulatif.

Dave optimistis hilirisasi yang dijalankan secara konsisten dapat membangun ekosistem pertahanan yang lebih mandiri dan berdaya saing, sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif serta komitmen menjadikan sektor pertahanan sebagai pilar stabilitas nasional.

“Komisi I DPR RI akan terus mendorong sinergi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta agar hilirisasi tembaga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi industri pertahanan nasional, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga :  Mengenal Barantum, "All in One CRM Solution" Garapan PT Kosada Grup Indonesia

Di sisi produksi, langkah konkret mulai bergulir.

Holding Industri Pertambangan MIND ID melalui PT Freeport Indonesia bekerja sama dengan Holding Industri Pertahanan DEFEND ID melalui PT Pindad untuk memproduksi brass cup di Gresik, dengan kapasitas 10.000 ton per tahun guna memenuhi kebutuhan komponen amunisi dalam negeri.

Ke depan, MIND ID juga berencana mengembangkan fasilitas hilirisasi untuk memproduksi batang tembaga dan kawat tembaga berkapasitas 300.000 ton per tahun, serta pipa tembaga berkapasitas 100.000 ton per tahun, yang semuanya berbasis katoda tembaga hasil produksi Freeport Indonesia.

Produk hilirisasi tembaga ini juga dapat menjadi bahan baku bagi berbagai industri pertahanan yang sarat dengan tembaga. Langkah ini adalah kontribusi nyata MIND ID sebagai perusahaan milik Negara dalam menjalankan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah komoditas mineral di dalam negeri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia
Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan
Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis
Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?
1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam
Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM
PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear
Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:02

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02

Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Berita Terbaru

Daerah

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Okt 2026 - 19:01