Holding Perkebunan Nusantara Dukung Percepatan Pembangunan 600 Huntara Pascabanjir di Aceh Tamiang - Koran Mandalika

Holding Perkebunan Nusantara Dukung Percepatan Pembangunan 600 Huntara Pascabanjir di Aceh Tamiang

Kamis, 8 Januari 2026 - 06:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang – Penanganan pascabencana banjir di Aceh memasuki fase lanjutan melalui pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak. Pada tahap awal, sebanyak 600 unit huntara telah direalisasikan sebagai bagian dari upaya pemulihan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pembangunan huntara merupakan bentuk partisipasi aktif negara melalui BUMN dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Pada prinsipnya kami ingin ikut berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana. Kami berharap hunian yang dibangun dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat, sekaligus mendukung proses pemulihan mereka,” ujar Dony saat meninjau lokasi, Selasa (30/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dony, pembangunan huntara tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga memperhatikan kualitas lingkungan hunian. Kawasan huntara dirancang dilengkapi fasilitas pendukung kehidupan sehari-hari, seperti fasilitas umum, tempat ibadah, hingga ruang bermain anak. Aspek konektivitas juga menjadi perhatian agar masyarakat tetap dapat beraktivitas selama masa pemulihan.

Baca Juga :  Inspeksi Thermal Otomatis Aset PLTU dengan DJI Dock 3

Ia menambahkan, 600 unit huntara tersebut merupakan tahap awal dari program berskala lebih besar dengan target pembangunan hingga 15.000 unit di berbagai wilayah terdampak bencana. “Kami akan menunggu arahan dari pemerintah daerah terkait lokasi-lokasi lain yang memang membutuhkan dan siap untuk dibangunkan,” katanya.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, S.E., menyampaikan bahwa banjir berdampak luas di hampir seluruh wilayah provinsi. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, sedikitnya tujuh daerah mengalami dampak paling parah sehingga memerlukan penanganan cepat dan kolaboratif.

“Kami menyampaikan ribuan terima kasih. Progresnya sangat cepat. Kami melihat pekerjaan pembangunan nonstop 24 jam. Kami berharap pembangunan hunian sementara ini berjalan paralel dengan pemulihan yang sedang berjalan,” ujar Fadhlullah.

Ia menegaskan pentingnya penyediaan lahan oleh pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pihak lain agar pembangunan tahap berikutnya dapat segera dilanjutkan.

Baca Juga :  KAI Dukung Ekspresi Literasi Pelajar Bandung di Expo Buku SMP YWKA

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, mengungkapkan bahwa skala kerusakan akibat banjir di wilayahnya tergolong sangat besar.

“Untuk rumah yang rusak parah jumlahnya lebih kurang 8.000 unit. Total rumah terdampak bisa lebih dari 14.000. Karena itu, untuk rumah-rumah yang rusak berat kemungkinan besar akan dilakukan relokasi,” ujarnya.

Pembangunan huntara tahap awal ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas BUMN, melibatkan BUMN Karya, Himbara, PLN, Pertamina, dan Telkom, serta didukung oleh kesiapan dan percepatan penyediaan areal oleh Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Dukungan kesiapan lahan dari PTPN Group memungkinkan proses pembangunan dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi.

Program pembangunan huntara ini menjadi bagian dari sinergi pemerintah pusat dan daerah bersama BUMN dalam memastikan hunian sementara yang aman, layak, dan mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bittime Gelar Event di Bali, Bahas Potensi dan Masa Depan Futures di Indonesia
Drone Kargo untuk Lokasi Sulit Dijangkau: Cara Baru Mengirim Barang ke Tempat yang Tak Terhubung Jalan
Omzet Naik tapi Laba Menipis? Sering Terlewat Sebelum Beralih ke Odoo ERP
Beda Re-Key dan Daftar Ulang Sertifikat Elektronik yang Hampir Kedaluwarsa
Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02

Bittime Gelar Event di Bali, Bahas Potensi dan Masa Depan Futures di Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02

Drone Kargo untuk Lokasi Sulit Dijangkau: Cara Baru Mengirim Barang ke Tempat yang Tak Terhubung Jalan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02

Omzet Naik tapi Laba Menipis? Sering Terlewat Sebelum Beralih ke Odoo ERP

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02

Beda Re-Key dan Daftar Ulang Sertifikat Elektronik yang Hampir Kedaluwarsa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia

Berita Terbaru