Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Optimalkan Aset untuk Dukung Pangan dan Energi Nasional - Koran Mandalika

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Optimalkan Aset untuk Dukung Pangan dan Energi Nasional

Rabu, 30 September 2026 - 00:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Optimalkan Aset untuk Dukung Pangan dan Energi Nasional

JAKARTA — Aset perkebunan kini tidak lagi sekadar menjadi basis produksi komoditas, tetapi diarahkan menjadi bagian dari kekuatan pangan dan energi nasional. PT Perkebunan Nusantara I (Persero), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), mempercepat optimalisasi lahan melalui pengembangan berbagai komoditas strategis sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda hilirisasi yang didorong pemerintah melalui Kementerian Pertanian.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan hilirisasi sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, memperkuat swasembada pangan, sekaligus membangun kemandirian energi berbasis sumber daya dalam negeri.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan memperkuat perekonomian nasional. Menurut dia, komoditas pertanian harus didorong tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hilirisasi adalah keniscayaan. Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Komoditas pertanian harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati penuh oleh rakyat Indonesia, terutama petani,” tegas Amran.

Kementerian Pertanian juga terus mendorong pengembangan komoditas strategis yang memiliki keterkaitan dengan industri hilir, termasuk sumber bahan baku untuk pengembangan biofuel dan bioetanol dalam rangka memperkuat kemandirian energi nasional.

Arah kebijakan tersebut mendapat respons dari PTPN I (Persero) melalui optimalisasi aset lahan di berbagai wilayah operasional. Pengembangan diarahkan pada sejumlah komoditas, antara lain jagung, kedelai, bawang putih, dan ubi kayu yang memiliki peluang pengembangan rantai nilai dari hulu hingga hilir.

Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras mengatakan perusahaan siap mengambil bagian dalam agenda strategis pemerintah tersebut melalui optimalisasi aset secara produktif, terukur, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Diakui Lembaga Independen di Dalam dan Luar Negeri, Prudential Syariah Raih Tiga Penghargaan sebagai Pemimpin Asuransi Jiwa Syariah Indonesia

“Kami mendukung penuh agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui hilirisasi. PTPN I (Persero) memiliki aset lahan yang dapat dioptimalkan untuk pengembangan komoditas strategis dengan tetap memperhatikan produktivitas, keberlanjutan, dan kelayakan bisnis,” ujar Abdul Rivai, Kamis (17/9/2026).

Menurut Rivai, hilirisasi tidak boleh berhenti pada peningkatan produksi di tingkat lahan. Lebih dari itu, diperlukan keterhubungan antara produksi, pengolahan, industri, distribusi, hingga pasar agar nilai tambah komoditas dapat tumbuh di dalam negeri.

“Orientasinya bukan semata-mata menanam, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah. Dari lahan hingga produk akhir harus terhubung sehingga manfaat ekonominya semakin besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” katanya.

Salah satu langkah konkret PTPN I (Persero) adalah menyiapkan 10.000 hektare lahan untuk pengembangan jagung. Pemanfaatan areal tersebut dilakukan pada lahan yang memasuki masa persiapan peremajaan tanaman perkebunan sehingga dapat dimanfaatkan sementara untuk tanaman pangan produktif.

Pengembangan jagung tersebut diharapkan memperkuat pasokan komoditas yang memiliki peran penting bagi kebutuhan pangan dan industri pakan. Pada saat yang sama, PTPN I mendorong agar produksi yang dihasilkan dapat terhubung dengan rantai pengolahan dan pasar sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar.

Penguatan hilirisasi PTPN I (Persero) tidak berhenti pada jagung. Di berbagai wilayah operasional, perusahaan mengembangkan komoditas strategis sesuai potensi lahan dan karakteristik wilayah.

Di Lampung melalui PTPN I (Persero) Regional 7, perusahaan menyiapkan pengembangan ubi kayu hingga 10.000 hektare. Pada tahap awal, sekitar 7.313 hektare disiapkan melalui kerja sama dengan 11 mitra.

Ubi kayu memiliki prospek hilirisasi yang luas, baik sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri. Komoditas tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol sehingga memiliki keterkaitan dengan agenda kemandirian energi.

Baca Juga :  Ajak Siswa Meningkatkan Minat Baca, BINUS SCHOOL Semarang Adakan Festival Membaca 1000 Buku

Sementara itu, di Sumatera Utara melalui PTPN I (Persero) Regional 1, sekitar 270 hektare lahan dioptimalkan untuk pengembangan kedelai. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari diversifikasi aset untuk mendukung produksi pangan sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas lainnya.

Di Jawa Barat, PTPN I (Persero) juga melakukan uji coba penanaman bawang putih seluas 2 hektare. Uji coba tersebut menjadi bagian dari upaya membangun model budi daya dan memperkuat basis produksi komoditas hortikultura strategis.

Abdul Rivai mengatakan keberagaman komoditas yang dikembangkan merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan aset sekaligus memperluas kontribusi PTPN I (Persero) terhadap agenda pembangunan nasional.

Namun, menurut dia, optimalisasi lahan tidak hanya diukur dari luas areal yang dimanfaatkan, tetapi juga dari produktivitas, keekonomian, keberlanjutan, serta kemampuan menciptakan rantai nilai baru.

“Setiap hektare harus memberikan nilai tambah. Karena itu, kami tidak hanya melihat luas lahan, tetapi juga produktivitas dan kesinambungan ekosistem usaha yang dibangun di atasnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, percepatan hilirisasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BUMN, swasta, petani, lembaga riset, dan pelaku industri.

“Ketika aset perkebunan mampu menghasilkan pangan, mendukung energi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong tumbuhnya industri hilir, maka kontribusi perkebunan terhadap pembangunan nasional menjadi semakin nyata,” katanya.

Melalui optimalisasi aset tersebut, PTPN I (Persero) memperkuat transformasi bisnis dari sekadar produksi komoditas menuju pengembangan agribisnis yang lebih terintegrasi. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi PTPN I (Persero) sebagai bagian dari ekosistem hilirisasi nasional, dengan mengarahkan aset perkebunan untuk mendukung swasembada pangan, kemandirian energi, penciptaan nilai tambah, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Terpilih Siap Mengikuti Inclusive Business Accelerator Sanggabiz
70 tahun mengabdi, SUCOFINDO hadir melalui penyediaan Sarana Air Bersih di Sulawesi Selatan
Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid
Cara Buat Nabung Emas Lebih Menyenangkan
Perkuat Sinergi Bancassurance, BSI dan Prudential Syariah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kesiapan Finansial Nasabah di BSI International Expo 2026
Bangunan Sudah Jadi, Tapi Belum Boleh Dipakai. Kenapa?
Mulai.com Terpilih Sebagai Finalis Global FinTech Hackcelerator 2026 oleh Monetary Authority of Singapore
SQUEEZE SUNDOWN VOL.8 BLEND BEYOND BOUNDARIES; Merayakan Kolaborasi dan Kreativitas Tanpa Batas dalam Ekosistem Hospitality

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:02

Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Terpilih Siap Mengikuti Inclusive Business Accelerator Sanggabiz

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:02

70 tahun mengabdi, SUCOFINDO hadir melalui penyediaan Sarana Air Bersih di Sulawesi Selatan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:02

Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:02

Cara Buat Nabung Emas Lebih Menyenangkan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:02

Bangunan Sudah Jadi, Tapi Belum Boleh Dipakai. Kenapa?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:02

Mulai.com Terpilih Sebagai Finalis Global FinTech Hackcelerator 2026 oleh Monetary Authority of Singapore

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:02

SQUEEZE SUNDOWN VOL.8 BLEND BEYOND BOUNDARIES; Merayakan Kolaborasi dan Kreativitas Tanpa Batas dalam Ekosistem Hospitality

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:02

Mahasiswa BINUS @Bandung Ini Bangun Bisnis Pertanian yang Kini Jangkau 59 Mitra Toko di 9 Kota

Berita Terbaru

Cara Buat Nabung Emas Lebih Menyenangkan

Teknologi

Cara Buat Nabung Emas Lebih Menyenangkan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 19:02