IMDG Code: Panduan Lengkap dalam Penanganan Barang Berbahaya di Laut - Koran Mandalika

IMDG Code: Panduan Lengkap dalam Penanganan Barang Berbahaya di Laut

Rabu, 18 September 2024 - 08:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panduan ini membahas langkah-langkah penting dalam penanganan barang berbahaya di laut sesuai dengan standar IMDG Code. Mulai dari proses pengemasan, penandaan, hingga prosedur keamanan, artikel ini menawarkan panduan mendalam yang dapat diikuti oleh perusahaan yang terlibat dalam pengangkutan barang berbahaya. Dasar hukum Indonesia terkait kewajiban sertifikasi juga dibahas untuk memastikan kepatuhan dengan regulasi yang berlaku.

Dalam pengelolaan barang berbahaya di pelabuhan dan jalur laut, standar keselamatan yang ketat sangatlah penting. Setiap kesalahan kecil dapat berakibat fatal, mengancam keselamatan pekerja, lingkungan, dan operasional pelabuhan secara keseluruhan. Untuk mencegah hal ini, International Maritime Dangerous Goods Code (IMDG Code) menjadi acuan utama dalam penanganan barang berbahaya di jalur laut.

Apa Itu IMDG Code?

IMDG Code adalah kode internasional yang diterapkan oleh International Maritime Organization (IMO) yang mengatur tentang penanganan, penyimpanan, dan pengangkutan barang berbahaya melalui jalur laut. Kode ini pertama kali diadopsi pada tahun 1965 dan terus diperbarui untuk mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diklat IMDG Code

IMDG Code mencakup berbagai jenis barang berbahaya, mulai dari bahan kimia beracun, bahan peledak, gas bertekanan, hingga bahan yang mudah terbakar. Kode ini juga mengatur setiap tahapan dalam penanganan barang berbahaya, termasuk cara pengemasan, pelabelan, penumpukan, dan pengangkutan, untuk meminimalkan risiko yang terkait.

Langkah-Langkah Penanganan Barang Berbahaya Sesuai IMDG Code

IMDG Code memberikan pedoman yang sangat jelas tentang bagaimana setiap barang berbahaya harus ditangani. Berikut adalah langkah-langkah penting dalam pengelolaan barang berbahaya sesuai dengan IMDG Code:

Identifikasi Barang Berbahaya
Setiap barang berbahaya harus diidentifikasi dengan jelas berdasarkan klasifikasi yang ditentukan oleh IMDG Code. Klasifikasi ini didasarkan pada sifat fisik dan kimia barang tersebut, seperti tingkat inflamabilitas, toksisitas, dan reaktivitas. Identifikasi yang tepat sangat penting untuk menentukan penanganan yang sesuai.

Baca Juga :  Binusian Satu-satunya Mahasiswa Indonesia di Burgundy School of Business

Pengemasan
IMDG Code menetapkan standar pengemasan yang harus digunakan untuk setiap jenis barang berbahaya. Pengemasan harus memastikan bahwa barang tersebut tidak akan bocor atau rusak selama proses pengangkutan. Pengemasan juga harus diberi label dan tanda bahaya internasional yang sesuai, seperti simbol api untuk bahan mudah terbakar atau tengkorak untuk bahan beracun.

Pelabelan dan Penandaan
Pelabelan dan penandaan barang berbahaya adalah langkah penting dalam memastikan bahwa setiap orang yang terlibat dalam pengelolaan barang tersebut mengetahui potensi bahaya yang ada. IMDG Code menentukan simbol dan kode yang harus digunakan untuk setiap jenis barang berbahaya, sehingga semua pihak yang terlibat dapat segera mengenali risiko yang ada.

Dokumentasi Pengangkutan
Setiap pengangkutan barang berbahaya harus dilengkapi dengan dokumen pengangkutan yang memuat informasi rinci tentang jenis barang, jumlah, klasifikasi, dan tindakan darurat yang harus diambil jika terjadi insiden. Dokumen ini harus selalu tersedia di lokasi pengangkutan dan diakses oleh pihak terkait.

Penumpukan dan Penyimpanan
Barang berbahaya harus ditumpuk dan disimpan dengan cara yang aman, sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh IMDG Code. Hal ini penting untuk mencegah interaksi antara barang berbahaya yang dapat menyebabkan kebakaran, ledakan, atau kebocoran bahan beracun. Selain itu, area penyimpanan juga harus diberi ventilasi yang baik dan diawasi secara ketat.

Pengangkutan dan Pemantauan
Selama pengangkutan, barang berbahaya harus dipantau secara terus-menerus untuk memastikan tidak ada kebocoran, kerusakan, atau risiko lain yang mungkin timbul. Proses pemantauan ini melibatkan pengecekan rutin terhadap wadah penyimpanan, sistem ventilasi, dan kondisi fisik barang yang diangkut.

Dasar Hukum di Indonesia

Di Indonesia, pemerintah telah mengadopsi standar IMDG Code melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 16 Tahun 2021. Regulasi ini mewajibkan setiap pihak yang terlibat dalam penanganan barang berbahaya di pelabuhan untuk memiliki sertifikasi yang diakui. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa pekerja atau perusahaan yang terlibat memiliki kompetensi untuk menangani barang berbahaya sesuai dengan standar keselamatan internasional.

Baca Juga :  BINUS UNIVERSITY Perguruan Tinggi Swasta Nomor 1 di Indonesia Yang Berkontribusi Dalam Riset Lintas Disiplin

Diklat IMDG Code dari Port Academy

Program Diklat IMDG Code dari Port Academy menawarkan pelatihan komprehensif untuk memastikan bahwa pekerja pelabuhan memahami setiap aspek penanganan barang berbahaya sesuai dengan standar IMDG Code. Sertifikasi ini penting untuk memastikan keselamatan operasional dan meminimalisir risiko kecelakaan.

Mengapa IMDG Code Sangat Penting?

IMDG Code tidak hanya penting untuk mematuhi regulasi, tetapi juga untuk melindungi nyawa dan lingkungan. Ketika barang berbahaya tidak ditangani dengan benar, risiko terjadinya insiden yang berbahaya meningkat drastis. Beberapa risiko utama yang terkait dengan penanganan barang berbahaya meliputi:

Kebakaran dan Ledakan: Barang berbahaya seperti bahan mudah terbakar atau bahan peledak memiliki potensi besar untuk menyebabkan kebakaran atau ledakan jika tidak ditangani dengan benar.

Kebocoran Bahan Beracun: Bahan kimia berbahaya dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan hewan jika terjadi kebocoran.

Kerusakan Infrastruktur: Insiden yang melibatkan barang berbahaya dapat merusak infrastruktur pelabuhan dan kapal, menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan.

Kesimpulan

IMDG Code adalah panduan lengkap yang dirancang untuk memastikan bahwa setiap aspek penanganan barang berbahaya dilakukan dengan aman. Dari pengemasan hingga pengangkutan, kode ini memberikan pedoman yang jelas untuk meminimalkan risiko yang terkait dengan barang berbahaya. Di Indonesia, pemerintah telah mengadopsi standar ini melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 16 Tahun 2021, yang mewajibkan sertifikasi bagi setiap pihak yang terlibat dalam penanganan barang berbahaya.

Diklat IMDG Code dari Port Academy

Dengan mengikuti program Diklat IMDG Code dari Port Academy, tenaga kerja pelabuhan dapat memastikan bahwa mereka memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk menangani barang berbahaya dengan aman dan sesuai dengan standar internasional. Sertifikasi ini tidak hanya membantu dalam mematuhi regulasi, tetapi juga melindungi nyawa dan lingkungan dari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh barang berbahaya.

Berita Terkait

Believe Fitness Luncurkan ‘Signature Classes’ dengan Protokol Performa Global
Program CSR Dupoin Sasar Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang
Besi UNP untuk Gudang: Salah Ukuran Bisa Berisiko Besar
Kuasai Bidang Manufaktur dan Otomotif Melalui Program Studi Teknik Mesin
Dukung Keberlanjutan Desa Qur’an, KAI Divre III Palembang Turut Hadir dalam Kegiatan Desa Qur’an Fest 2026
Liberta Malioboro Perluas Kapasitas Jadi 100 Kamar, Angkat Konsep Urban Stay Berbasis Ekosistem Lokal
PTPN IV Regional III Salurkan Rp2,4 Miliar untuk Perkuat Ekonomi dan Pendidikan di Rokan Hulu
Saat Kebersamaan Menjadi Cerita: Bukber Perdana Topotels Hadirkan Kehangatan Ramadan di Pusat Jakarta

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:45

Believe Fitness Luncurkan ‘Signature Classes’ dengan Protokol Performa Global

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:47

Program CSR Dupoin Sasar Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:24

Kuasai Bidang Manufaktur dan Otomotif Melalui Program Studi Teknik Mesin

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:56

Dukung Keberlanjutan Desa Qur’an, KAI Divre III Palembang Turut Hadir dalam Kegiatan Desa Qur’an Fest 2026

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:15

Liberta Malioboro Perluas Kapasitas Jadi 100 Kamar, Angkat Konsep Urban Stay Berbasis Ekosistem Lokal

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:39

PTPN IV Regional III Salurkan Rp2,4 Miliar untuk Perkuat Ekonomi dan Pendidikan di Rokan Hulu

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:39

Saat Kebersamaan Menjadi Cerita: Bukber Perdana Topotels Hadirkan Kehangatan Ramadan di Pusat Jakarta

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:48

BINUS @Bandung Dinobatkan Menjadi Kampus Pendukung Wirausaha Muda Terbaik di Jawa Barat

Berita Terbaru