Inisiatif Sun to Sea dari Global Energy Alliance for People and Planet Perkuat Dukungan bagi Masyarakat Pesisir Indonesia - Koran Mandalika

Inisiatif Sun to Sea dari Global Energy Alliance for People and Planet Perkuat Dukungan bagi Masyarakat Pesisir Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inisiatif Sun to Sea dari Global Energy Alliance for People and Planet Perkuat Dukungan bagi Masyarakat Pesisir Indonesia

Indonesia, 28 Oktober 2026—Di tengah penyelenggaraan AsiaXchange 2026, Global Energy Alliance for People and Planet (Global Energy Alliance) mengumumkan perkembangan terbaru inisiatif Sun to Sea di Indonesia, yang kini memperoleh dukungan lebih luas dari mitra pembangunan, pemerintah, lembaga filantropi, dan sektor swasta.

Asian Development Bank (ADB) telah menyetujui bantuan teknis senilai US$1,5 juta melalui Energy Access and Transition Trust Fund untuk mendukung berbagai kegiatan di 20 lokasi percontohan Sun to Sea di wilayah Indonesia bagian timur. Dukungan ini akan membantu menghasilkan bukti dan pembelajaran praktis mengenai sistem energi bersih, pemanfaatan energi untuk kegiatan produktif, ketahanan masyarakat, restorasi ekosistem, model operasional, serta skema pembiayaan. Hasilnya diharapkan dapat menjadi landasan bagi perluasan program di masa mendatang.

“Desa-desa pesisir di Indonesia membutuhkan energi yang tidak sekadar menyediakan penerangan, tetapi juga mendukung penghidupan masyarakat dan memiliki model pembiayaan yang berkelanjutan. Sun to Sea memberikan pendekatan praktis untuk menguji model energi terbarukan, rantai dingin, dan operasional yang sesuai dengan karakteristik setiap desa, sekaligus mengidentifikasi kontribusi yang diperlukan dari masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta agar solusi tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang. Pembelajaran dari proyek percontohan ini dapat menjadi masukan bagi pengembangan masyarakat berbasis komunitas di Indonesia dalam skala yang lebih luas,” ujar Nianshan Zhang, Direktur Jenderal Departemen Asia Tenggara, Asian Development Bank.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejalan dengan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan wilayah pesisir, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, bersama Global Energy Alliance telah menyatakan niat untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam kerangka Sun to Sea.

Baca Juga :  Kepatihan Management Gandeng KREEN Indonesia: Revolusi Sistem Penjurian di Dunia Pageant Kalimantan Barat

Inisiatif ini juga memperoleh dukungan dari Tsao Family Foundation, anggota Just Energy Transition Community (JETC), sebuah koalisi filantropi yang diinisiasi oleh Philanthropy Asia Alliance. Tsao Family Foundation membawa perspektif sistemik dalam mendukung Sun to Sea, dengan menekankan keterkaitan antara akses energi bersih, kesejahteraan masyarakat, penghidupan berkelanjutan, dan kesehatan ekosistem. Bersama anggota JETC lainnya, Tsao Family Foundation telah berkomitmen memberikan dukungan gabungan sebesar US$1,1 juta untuk tahun pertama pelaksanaan Sun to Sea di Indonesia. Komitmen ini memperkuat basis pendanaan inisiatif tersebut dalam tahap pengembangannya.

Sun to Sea juga mulai menarik keterlibatan sektor swasta. Pelaku usaha lokal dan calon investor dapat berperan penting dalam mengidentifikasi peluang yang layak secara komersial serta mendukung implementasi berkelanjutan. Pelaku usaha yang beroperasi di kawasan pesisir memiliki pemahaman mengenai pasar lokal, rantai nilai perikanan, dan kebutuhan komunitas nelayan. Keterlibatan mereka dapat membantu mengidentifikasi pemanfaatan energi bersih untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi kehilangan hasil pascapanen, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian setempat.

Sun to Sea dirancang untuk memanfaatkan energi bersih terdesentralisasi guna menjawab beragam kebutuhan masyarakat pesisir sekaligus mendukung berbagai sumber penghidupan lokal. Sistem energi berbasis tenaga surya dan baterai dapat memasok energi bagi kegiatan produktif dan layanan esensial, termasuk perikanan, budi daya laut, dan pertanian. Sementara itu, sistem rantai dingin dan pengeringan berbasis tenaga surya dapat memperkuat rantai nilai, mengurangi kehilangan hasil pascapanen, serta membuka peluang peningkatan nilai tambah di tingkat lokal. Pendekatan ini juga menjajaki peluang pengembangan ekowisata dan restorasi ekosistem, disertai upaya memperkuat ketahanan masyarakat.

Baca Juga :  Mau Nonton Konser Blackpink World Tour 2025, Gratis? Cek Disini

Woochong Um, Chief Executive Officer Global Energy Alliance for People and Planet, mengatakan, “Sun to Sea berangkat dari keyakinan bahwa transisi energi dapat menjadi faktor penting bagi pembangunan yang lebih luas, mulai dari memperkuat penghidupan masyarakat dan sistem pangan hingga meningkatkan ketahanan komunitas yang rentan terhadap tekanan iklim dan ekonomi. Tantangan yang saling berkaitan ini membutuhkan kolaborasi antara lembaga filantropi, mitra pembangunan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat setempat. Melalui kemitraan yang menyatukan beragam perspektif dan keahlian, kita memiliki peluang untuk menunjukkan bagaimana energi bersih dapat mendukung perekonomian pesisir yang lebih produktif dan tangguh, sekaligus mengembangkan pendekatan yang berpotensi diterapkan dalam skala yang jauh lebih besar.”

Dengan garis pantai yang luas dan populasi masyarakat pesisir yang besar, Indonesia menjadi konteks penting untuk menunjukkan bagaimana energi bersih dapat mendukung perekonomian pesisir yang lebih produktif dan tangguh. Sun to Sea akan mengkaji berbagai solusi yang layak secara teknis, berkelanjutan secara komersial, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, sekaligus menghasilkan pembelajaran praktis yang dapat menjadi acuan bagi penerapan di wilayah lain.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Sanggabiz di GIFTS 2026: Tawarkan Solusi Eksekusi Bisnis kepada Lebih dari 30 Investor Global
KAI Logistik Layani Lebih dari 138 Ribu Pengiriman Hewan Peliharaan hingga Triwulan III 2026, Tumbuh 19%
KAI Logistik Hadirkan Promo Diskon Pengiriman Paket Hingga 50% Sampai Akhir Tahun
KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025
Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital
Microsoft Elevate for Educators Bekali Guru dengan Panduan AI yang Aman dan Bertanggung Jawab
Mandaya Awards 2026, Komitmen Nyata Pemberdayaan Masyarakat Grup MIND ID
Suku Bunga AS Tetap, Mengapa Pasar Kripto Belum Bergerak Positif?

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

Sanggabiz di GIFTS 2026: Tawarkan Solusi Eksekusi Bisnis kepada Lebih dari 30 Investor Global

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Layani Lebih dari 138 Ribu Pengiriman Hewan Peliharaan hingga Triwulan III 2026, Tumbuh 19%

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Hadirkan Promo Diskon Pengiriman Paket Hingga 50% Sampai Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Microsoft Elevate for Educators Bekali Guru dengan Panduan AI yang Aman dan Bertanggung Jawab

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Mandaya Awards 2026, Komitmen Nyata Pemberdayaan Masyarakat Grup MIND ID

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:02

Suku Bunga AS Tetap, Mengapa Pasar Kripto Belum Bergerak Positif?

Berita Terbaru