INOTEK dan Sampoerna untuk Indonesia Dorong Penguatan Kapasitas UMKM di Subang - Koran Mandalika

INOTEK dan Sampoerna untuk Indonesia Dorong Penguatan Kapasitas UMKM di Subang

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBANG, KOMPAS — Upaya penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan melalui berbagai skema pendampingan yang lebih terarah. Di Kabupaten Subang, Jawa Barat, sebanyak 82 pelaku UMKM dari 19 desa mengikuti Program UMKM Untuk Indonesia yang diselenggarakan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) bersama payung program keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”, Selasa (7/7/2026) di Subang.

Mayoritas peserta berasal dari sektor makanan dan minuman, yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal. Program tersebut tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha memperkuat fondasi bisnis dan mempersiapkan pengembangan usaha secara lebih berkelanjutan.

Berbagai materi diberikan selama tiga sesi pelatihan dan pendampingan, baik secara daring maupun luring. Materi meliputi penguatan pola pikir kewirausahaan, legalitas usaha, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengembangan produk berbasis kebutuhan pasar, penyusunan unique selling proposition (USP), strategi merek, pengembangan kemasan, pemasaran digital, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI).

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menilai kolaborasi antara dunia usaha, lembaga pendamping, dan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM. Menurut dia, pendekatan semacam ini dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mengembangkan pasar.

“Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Sampoerna untuk Indonesia karena telah menghadirkan program pengembangan UMKM yang tidak hanya menyasar kebutuhan dasar, tetapi juga penguatan kapasitas pada level yang lebih lanjut. Ini sangat baik bagi perkembangan ekonomi di Kabupaten Subang dan dapat menjadi percontohan bagi para pemangku kepentingan lainnya,” ujar Agus.

Direktur Eksekutif INOTEK Ivi Anggraeni mengatakan bahwa efektivitas program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang terlibat, melainkan juga dari kemampuan mereka menerapkan materi yang diperoleh ke dalam praktik usaha sehari-hari.

“Salah satu fokus utama program ini adalah memastikan setiap peserta mampu menerjemahkan materi pelatihan menjadi langkah perbaikan yang konkret bagi usahanya. Dari proses pendampingan, kami melihat peserta semakin siap dalam aspek pengelolaan usaha, pengembangan produk, serta pemanfaatan kanal digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Ivi.

Baca Juga :  Dorong UMKM Naik Kelas, KAI Logistik Gelar UMKM Empowerment Academy LOKOMOTIF

Manfaat program juga dirasakan langsung oleh peserta. Leni Mariyani, pemilik usaha Dakey House, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai cara mengenali target pasar, menyusun proposisi nilai produk, dan mengoptimalkan pemasaran digital.

“Pendampingan yang diberikan membantu saya melihat peluang pengembangan usaha dengan lebih jelas. Beberapa strategi yang dipelajari mulai diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari dan memberikan hasil yang positif,” ujarnya.

Berdasarkan hasil yang dicapai selama program berlangsung, omzet Dakey House tercatat meningkat hingga 25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas yang disertai pendampingan dan penerapan praktik usaha dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM di tingkat daerah

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52