Investasi Untuk Semua : Kevin Jonathan Buktikan Semua Orang Bisa Investasi Saham - Koran Mandalika

Investasi Untuk Semua : Kevin Jonathan Buktikan Semua Orang Bisa Investasi Saham

Rabu, 11 Juni 2025 - 16:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah derasnya arus ekonomi digital dan meningkatnya kebutuhan finansial masa depan, literasi keuangan dan investasi saham bukan lagi opsi, tapi kebutuhan.
Namun, bagaimana jika kamu bukan lulusan ekonomi? Atau bahkan tidak pernah memegang laporan keuangan sebelumnya? Kisah Kevin Jonathan Pandjaitan membuktikan: latar belakang bukan penghalang.

Berangkat dari Dunia Teknik

Kevin lahir di Medan dan melanjutkan studinya di bidang teknik sipil. Karier awalnya pun tak ada sangkut pautnya dengan dunia keuangan. Ia sempat menjalani pekerjaan dengan jam kerja brutal; kerja hingga subuh, lalu kembali rapat pagi harinya. Semua ia jalani dengan harapan kehidupan mapan. 

Akan tetapi makin lama, ia sadar bahwa kerja keras saja tidak menjamin kebebasan finansial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mulai bertanya, “Sebenarnya, dari mana sih orang bisa jadi kaya?”

Dari pencarian itulah ia menemukan bahwa dua jalur yang paling banyak mengantar orang menuju kekayaan adalah bisnis dan investasi. Ia pun mulai melirik dunia saham.

Baca Juga :  BRI Cut Mutiah Laksanakan Simulasi Business Continuity Management (BCM) untuk Perkuat Kesiapan Operasional

Awalnya Asing dan Menakutkan

Sebagai orang teknik, dunia saham awalnya terasa sangat membingungkan. Grafik yang naik-turun, angka-angka tak berujung, dan istilah seperti candlestick atau PER terdengar seperti bahasa planet lain. Tapi alih-alih mundur, Kevin justru mulai belajar.

Ia mempelajari konsep value investing dari Warren Buffett, yang mengajarkan bahwa saham bukan sekadar instrumen cuan cepat, tapi bagian dari kepemilikan sebuah bisnis nyata.

Perlahan, Kevin mulai menikmati proses riset. Ia membaca laporan keuangan, menggali model bisnis, dan mencari perusahaan dengan potensi jangka panjang. Setiap analisis menjadi latihan berpikir strategis.

Ketika Ujian Datang

Pandemi COVID-19 menjadi momen terberat. Portofolio sahamnya jeblok. Puluhan juta hilang. Namun, Kevin tidak mundur. 

Justru dari kejatuhan itu, Kevin belajar disiplin. Ia memperdalam metode investasi bernilai, dan yang paling penting: melatih ketenangan mental. “Dalam hidup, kita tidak perlu selalu melangkah besar. Yang penting, terus melangkah,” ujarnya.

Investasi Sebagai Gaya Hidup

Kini, Kevin tak hanya berinvestasi untuk dirinya sendiri. Ia membangun komunitas edukasi bernama Fundamental Hack x Jago Saham; tempat belajar investasi saham berbasis riset, bukan spekulasi. Di sana, anggota belajar memahami laporan keuangan, mengevaluasi bisnis, dan membangun mindset investasi jangka panjang.

Baca Juga :  Alasan Intimate Wedding Mencuri Hati Pasangan Muda

Ada workshop intensif, market update rutin, diskusi komunitas, dan rekomendasi berbasis data. Semua ini dirancang untuk menjadikan investasi sebagai kebiasaan yang sehat dan terukur.

Siapa Pun Bisa Belajar

Yang dibutuhkan bukan gelar ekonomi, tapi kemauan untuk belajar. Kevin membuktikan bahwa siapa pun bisa mulai, asal tidak malas berpikir dan siap melewati proses.

Ia kini dikenal bukan hanya sebagai investor, tapi juga mentor yang membimbing banyak orang agar tidak terjerumus dalam jebakan spekulasi.

Literasi finansial bukan sekadar tentang menghasilkan uang, tapi tentang mengelola dan mengembangkan uang dengan bijak. Dan investasi saham, jika dipahami dengan benar, bisa menjadi alat untuk membangun masa depan yang lebih stabil.

Jadi, bila kamu masih merasa saham itu menakutkan, ingat: semua ahli dulunya juga pemula. Yang membedakan hanya satu hal: mereka mau belajar.

Berita Terkait

Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya
Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan: SUCOFINDO Dukung Konservasi Pesisir di Kalimantan Selatan
Digitalisasi Administrasi Pemerintahan dengan Tanda Tangan Elektronik
Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri di Pasar Rusia dan Eurasia
Indonesia Tawarkan 180 Kawasan Industri kepada Investor Rusia di INNOPROM 2026
Indonesia Tandatangani 7 Memorandum of Understanding (MoU) pada INNOPROM 2026 untuk Tembus Pasar Eurasia
Indonesia Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia
Hari Anak Nasional, drg. Ambar Puspitasari SpKGA, Edukasi Kesehatan Gigi Murid Disabilitas pada Pengguna Transportasi Publik

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:02

Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:02

Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan: SUCOFINDO Dukung Konservasi Pesisir di Kalimantan Selatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:02

Digitalisasi Administrasi Pemerintahan dengan Tanda Tangan Elektronik

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri di Pasar Rusia dan Eurasia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Indonesia Tandatangani 7 Memorandum of Understanding (MoU) pada INNOPROM 2026 untuk Tembus Pasar Eurasia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Indonesia Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Hari Anak Nasional, drg. Ambar Puspitasari SpKGA, Edukasi Kesehatan Gigi Murid Disabilitas pada Pengguna Transportasi Publik

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:02

Sektor Jasa Keuangan dan Korporasi Indonesia Terancam Denda 2 Persen dari Pendapatan Saat Aturan AI Mulai Ditegakkan. Sebagian Besar Belum Mampu Membuktikan Apa yang Dikerjakan AI Mereka

Berita Terbaru