Investor Dorong Reli Emas Ditengah Prospek Pelonggaran Kebijakan Moneter Fed - Koran Mandalika

Investor Dorong Reli Emas Ditengah Prospek Pelonggaran Kebijakan Moneter Fed

Jumat, 14 November 2025 - 13:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) kembali melanjutkan penguatan tajam pada awal pekan ini, mencerminkan respons pasar terhadap meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Kenaikan yang mencapai lebih dari 2% pada hari Senin (10/11) menunjukkan bahwa para pelaku pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve dapat menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember. Pandangan ini turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, terutama ketika data ekonomi AS mulai menunjukkan tanda perlambatan.

Selama sesi Asia pada hari Selasa (11/11), harga emas bergerak stabil di dekat $4.120, tetap berada di zona positif setelah mencetak level tertinggi dua minggu pada sesi sebelumnya. Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, pola teknikal yang terbentuk saat ini memperlihatkan bahwa dorongan bullish pada emas masih cukup kuat. “Melihat struktur candlestick serta posisi harga terhadap garis Moving Average, momentum kenaikan masih terjaga. Pasar sedang berada dalam fase risk-on terhadap emas,” jelas Andy.

Lonjakan harga emas tersebut tidak terlepas dari prospek penurunan suku bunga oleh The Fed. Pasar saat ini memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mencapai sekitar 67%, dan peluang tersebut diperkirakan meningkat menjadi 80% pada Januari mendatang, mengacu pada perangkat CME FedWatch. Ekspektasi ini muncul setelah rilis data ketenagakerjaan swasta dan indikator konsumsi pekan lalu menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi, yang membuka ruang bagi The Fed untuk mengambil langkah stimulus.

“Dalam kondisi suku bunga yang berpotensi lebih rendah, daya tarik emas akan semakin menguat karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih kecil,” tambah Andy. Bila tekanan beli berlanjut, emas memiliki peluang untuk menguji level resistance di sekitar $4.158. Namun, jika tekanan koreksi muncul, maka area $4.104 menjadi level penopang penting yang perlu dicermati.

Faktor fundamental lainnya juga memberikan dinamika tambahan. Kabar mengenai kemungkinan berakhirnya penutupan pemerintahan AS memberi sedikit tekanan bagi emas sebagai aset safe haven. Reuters melaporkan bahwa Senat AS telah melanjutkan pembahasan langkah pembukaan kembali pemerintahan federal. Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan dukungan terhadap kesepakatan bipartisan yang memungkinkan aktivitas pemerintah kembali berjalan normal dalam waktu dekat. Jika proses ini berjalan lancar, permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas dapat mengalami penyesuaian jangka pendek.

Baca Juga :  Tampil Aktif dan Informatif, Pelindo Multi Terminal Raih Penghargaan Media Sosial Korporasi

Dari sisi pasar mata uang dan obligasi, Indeks Dolar AS (DXY) menguat tipis ke level 99,67, sedangkan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun stabil di sekitar 4,115%. Imbal hasil riil AS yang naik ringan juga menjadi variabel yang perlu diperhatikan karena memiliki korelasi terbalik dengan pergerakan harga emas.

Andy Nugraha menekankan bahwa pergerakan emas dalam jangka pendek masih akan sensitif terhadap data ekonomi AS berikutnya, khususnya laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP yang akan dirilis hari ini. “Jika data kembali menunjukkan pelemahan, peluang kenaikan emas semakin besar. Namun, volatilitas tetap harus diantisipasi,” tutupnya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Memaksimalkan Gratis Transfer antarbank dari neobank hingga 200 Kali per Bulan
Menjaga Kualitas dan Keselamatan Berkendara, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi
Pelindo Multi Terminal Perkuat Kesiapan Operasional dan Kualitas Layanan di Pelabuhan Sibolga
Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi
Sanct Social Rilis Episode 7, Film Pendek tentang Dua Kakak Beradik di Jakarta dan Singapura pada Malam Setelah Kunjungan Keluarga Usai
Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:10

Drama Kemenangan Tipis hingga Dominasi Tim Raksasa di Mandalika Festival of Speed

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:21

MGPA Dorong Potensi Pembalap Lokal NTB Kuasai Sirkuit Kebanggaan pada Ajang MFOS

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:57

Kasus DBD Loteng Belum Naik, Dinkes Tekankan Pencegahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:01

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:41

Kades Kateng Penuhi Panggilan Polisi, Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Berlanjut

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:41

Job Fair Masmirah Lombok Tengah 2026 Hadirkan 57 Perusahaan dan 1.282 Lowongan Kerja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:14

Pemkab Loteng Adakan Cek TBC Gratis, Kadinkes: Cek Kesehatan Sebelum Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:37

Hari Jadi ke-81, Lombok Tengah Siapkan APBD 2027 untuk Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru