Koran Mandalika, Lombok Tengah – Tak hanya mengandalkan sirkuit balap dan panorama pantai, Kawasan The Mandalika mulai memperkuat daya tariknya melalui pengembangan wisata ramah muslim. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk melakukan rebranding Masjid Nurul Bilad.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman wisata yang lebih lengkap, dengan memadukan rekreasi, fasilitas ibadah, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan, keberadaan masjid memiliki arti penting dalam pengembangan destinasi wisata, terutama di Lombok yang dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai sahabat spiritual, Masjid Nurul Bilad menjadi penting bagi kami. Kami ingin bersama-sama dengan ITDC memastikan masyarakat bisa beribadah dengan nyaman,” ujarnya.
Menurut Anggoro, pengembangan wisata halal tidak cukup hanya dengan menghadirkan daya tarik destinasi. Ketersediaan tempat ibadah yang nyaman juga menjadi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan wisatawan muslim dan masyarakat setempat.
Keterlibatan BSI juga mencakup dukungan sosial bagi warga. Perusahaan tersebut menyatakan komitmennya membantu pemulihan 75 unit rumah di Dusun Sade yang terdampak musibah. Upaya ini diharapkan membantu masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa pengembangan Mandalika harus membawa manfaat yang lebih luas daripada pertumbuhan sektor pariwisata semata.
Menurutnya, aktivitas ekonomi di kawasan terus berkembang, mulai dari bazar yang memberi ruang bagi UMKM, usaha kuliner, hingga pembangunan hotel yang membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Dalam kegiatan kali ini, ITDC merekrut sekitar 3.000 pekerja. ITDC juga merencanakan pembangunan lapangan golf di sisi timur kawasan sebagai bagian dari pengembangan daya tarik wisata Mandalika.
Ahmad Fajar berharap, pertumbuhan kawasan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, baik yang tinggal di sekitar Mandalika maupun di wilayah Lombok Tengah lainnya.
Dukungan terhadap pengembangan kawasan tersebut juga datang dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Wakil Bupati Muhamad Nursiah berharap, kolaborasi ITDC dan BSI dapat memberikan manfaat nyata, terutama dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pemasaran produk UMKM lokal.
Ia mengungkapkan, investasi di Lombok Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp7,3 triliun. Sementara itu, realisasi investasi pada triwulan II 2026 disebut mencapai Rp2,7 triliun.
Nursiah menilai, perkembangan Mandalika turut memperkuat pergeseran ekonomi daerah menuju sektor pariwisata, perhotelan, restoran, dan olahraga berbasis wisata. Pemerintah daerah, katanya, siap memfasilitasi kerja sama yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Rebranding Masjid Nurul Bilad pun menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas identitas Mandalika sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan hiburan dan keindahan alam, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual pengunjung serta keterlibatan masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi kawasan. (wan)






