Jaga Keberkahan Ramadan, KAI Divre I Sumut Larang Vandalisme dan Ajak Masyarakat Hindari Ngabuburit di Jalur KA - Koran Mandalika

Jaga Keberkahan Ramadan, KAI Divre I Sumut Larang Vandalisme dan Ajak Masyarakat Hindari Ngabuburit di Jalur KA

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaga Keberkahan Ramadan, KAI Divre I Sumut Larang Vandalisme dan Ajak Masyarakat Hindari Ngabuburit di Jalur KA

KAI Divre I Sumatera Utara mengajak masyarakat menjaga keselamatan perjalanan kereta dengan menghentikan vandalisme dan tidak beraktivitas di jalur rel selama Ramadan. Langkah ini penting untuk melindungi keselamatan bersama serta memastikan operasional KA tetap aman dan lancar.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api sebagai aset transportasi publik milik bersama. Langkah ini mengedepankan pendekatan edukatif guna memastikan setiap rangkaian kereta dapat melaju dengan aman tanpa gangguan di sepanjang jalur.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat masih terdapat 35 kasus pelemparan batu terhadap kereta api di wilayah Sumatera Utara. Angka ini menjadi catatan penting bagi perusahaan untuk terus merangkul masyarakat sebagai mitra utama dalam menciptakan ruang perjalanan yang ramah dan terlindungi.

Baca Juga :  Beli USDC di Jaringan Arbitrum: Panduan Eksklusif melalui Beli Finance X Cryptowatch

“Kami percaya bahwa keselamatan adalah tanggung jawab moral kita bersama, karena setiap tindakan meletakkan benda di atas rel atau melakukan pelemparan bukan sekadar merusak sarana kereta, melainkan risiko langsung bagi nyawa penumpang,” ujar Anwar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan bahwa pelaku pelemparan dapat dikenai sanksi pidana berat. Berdasarkan KUHP Pasal 194 ayat (1), setiap orang yang dengan sengaja membahayakan lalu lintas umum di jalur kereta api dapat dipidana penjara paling lama 15 tahun. Dan pada ayat (2) disebutkan, apabila perbuatan tersebut mengakibatkan korban jiwa, pelaku dapat dipidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

Selain melakukan Tindakan vandalism, Anwar juga mengingatkan warga untuk menghindari beraktivitas di sekitar jalur rel. Pada saat bulan Ramadan seperti sekarang, tidak sedikit warga yang mengisi waktu menunggu berbuka puasa atau saat setelah sholat subuh dengan beraktivitas di sepanjang jalur kereta api.

Baca Juga :  Indonesia–India: Membangun Kemitraan Ekonomi Hijau, Pariwisata, dan Kewirausahaan untuk Masa Depan Berkelanjutan

“Untuk itu, KAI Divre I Sumatera Utara mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan hal tersebut, selain membahayakan diri sendiri juga melanggar pasal 181, UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian,” tambahnya.

Area rel merupakan zona dinamis yang sangat berisiko untuk dijadikan tempat bermain atau berkumpul bagi warga. Kesadaran untuk menjauhi jalur aktif sangat diperlukan demi melindungi keselamatan jiwa pribadi sekaligus menjamin kelancaran operasional kereta.

“Mari kita wujudkan kepedulian nyata dengan menjadi pelindung bagi keselamatan perjalanan diri sendiri dan kereta api melalui penghentian segala bentuk vandalisme di jalur rel. Kepedulian Bersama adalah jaminan bagi setiap penumpang untuk sampai ke tujuan dan kembali ke pelukan keluarga dengan selamat,” pungkas Anwar.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

STRATEGI BARU INDUSTRIALISASI NASIONAL
Transaksi Kripto Indonesia Naik Dua Bulan Beruntun, Apa Pendorongnya?
HSB Investasi Jadi Broker Pertama dan Satu-satunya di Indonesia dengan Asuransi Dana Nasabah
Graduate Fashion Show 2026 BINUS UNIVERSITY: Panggung Karya Mahasiswa Fashion Menuju Industri Kreatif
Barantum Bagikan Cara Buat Chatbot AI Tanpa Koding lewat Webinar
Cara Memilih Pembalut yang Tidak Mudah Bocor saat Siang Hari
Obat Pegal Linu Herbal dan Data WHO soal 619 Juta Orang dengan Nyeri Punggung Bawah
Menabung demi Idola: Cara Fans Menyiapkan Dana untuk Konser, Album, dan Fan Meeting

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:02

STRATEGI BARU INDUSTRIALISASI NASIONAL

Jumat, 6 November 2026 - 11:02

Transaksi Kripto Indonesia Naik Dua Bulan Beruntun, Apa Pendorongnya?

Jumat, 6 November 2026 - 11:02

HSB Investasi Jadi Broker Pertama dan Satu-satunya di Indonesia dengan Asuransi Dana Nasabah

Jumat, 6 November 2026 - 09:02

Graduate Fashion Show 2026 BINUS UNIVERSITY: Panggung Karya Mahasiswa Fashion Menuju Industri Kreatif

Jumat, 6 November 2026 - 08:02

Barantum Bagikan Cara Buat Chatbot AI Tanpa Koding lewat Webinar

Kamis, 5 November 2026 - 22:02

Obat Pegal Linu Herbal dan Data WHO soal 619 Juta Orang dengan Nyeri Punggung Bawah

Kamis, 5 November 2026 - 19:02

Menabung demi Idola: Cara Fans Menyiapkan Dana untuk Konser, Album, dan Fan Meeting

Kamis, 5 November 2026 - 19:02

Street Food Jadi Favorit Baru, Berburu Kuliner Kaki Lima Kini Bagian dari Gaya Hidup Urban

Berita Terbaru

STRATEGI BARU INDUSTRIALISASI NASIONAL

Teknologi

STRATEGI BARU INDUSTRIALISASI NASIONAL

Jumat, 6 Nov 2026 - 13:02