Jelajahi Jejak Sejarah Perkeretaapian Indonesia di Museum Ambarawa dan Lawang Sewu - Koran Mandalika

Jelajahi Jejak Sejarah Perkeretaapian Indonesia di Museum Ambarawa dan Lawang Sewu

Senin, 12 Mei 2025 - 18:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, KAI Wisata, mengajak masyarakat untuk menelusuri sejarah perkeretaapian Indonesia dengan mengunjungi dua bangunan cagar budaya yang sarat akan nilai edukasi, yaitu Museum Kereta Api Ambarawa dan Lawang Sewu di Semarang.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa kedua lokasi ini bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga jendela untuk memahami perjalanan panjang dan kontribusi kereta api dalam perkembangan bangsa.

Museum Kereta Api Ambarawa: Menyaksikan Lokomotif Uap Bersejarah dan Sensasi Kereta Api Tempo Dulu

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Museum Kereta Api Ambarawa, dulunya merupakan Stasiun Willem I yang aktif pada lintas Ambarawa – Kedungjati, kemudian bertransformasi menjadi museum yang menyimpan berbagai koleksi lokomotif uap dan peralatan perkeretaapian dari masa ke masa. Diresmikan sebagai museum oleh Gubernur Jawa Tengah pada tahun 1976, tempat ini menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung.

“Di Museum Ambarawa, pengunjung dapat melihat langsung bagaimana teknologi perkeretaapian berkembang. Lebih dari itu, mereka juga bisa merasakan sensasi menaiki kereta api wisata dengan rute Ambarawa menuju Tuntang, melintasi indahnya kawasan Rawa Pening,” ujar Anne.

Antusiasme masyarakat untuk mengunjungi Museum Ambarawa terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Tercatat, pada tahun 2023 museum ini dikunjungi oleh 157.790 orang, meningkat menjadi 161.395 wisatawan pada tahun 2024. Tren positif ini berlanjut di tahun 2025, di mana dalam empat bulan pertama telah tercatat 53.005 kunjungan.

Baca Juga :  VRITIMES Mengumumkan Kemitraan Media dengan Suara-Rakyat.id

Pada Minggu (11/5), total pengunjung di Museum Ambarawa sejumlah 1.764 orang, meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa dimana jumlah kunjungan tertingginya sebanyak 850 orang. Hal ini menunjukkan bahwa Museum Ambarawa merupakan salah satu destinasi wisata edukatif pilihan, terlebih dengan beroperasinya kereta wisata dari Ambarawa ke Tuntang pada akhir pekan.

Lawang Sewu Semarang: Ikon Arsitektur Bersejarah Saksi Bisu Perjalanan Bangsa

Selain Museum Ambarawa, Semarang juga memiliki bangunan bersejarah milik KAI yang menjadi ikon kota, yaitu Lawang Sewu. Dahulu saat awal mula dibangun digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api swasta Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Lawang Sewu kemudian beralih fungsi setelah kemerdekaan Indonesia dan sempat menjadi kantor Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) serta markas Kodam IV Diponegoro.

Setelah kepemilikannya dikembalikan ke KAI tahun 1994 dan kemudian dilakukan proses pemugaran mulai Tahun 2009, Lawang Sewu kembali dibuka untuk umum pada tahun 2011 sebagai destinasi wisata. Pada tahun 2024, Lawang Sewu mencatat kunjungan sebanyak 639.091 wisatawan, dan pada periode Januari hingga April 2025, telah dikunjungi oleh 197.813 orang.

Baca Juga :  BRI Finance Perkuat Pembiayaan Dana Tunai, Tumbuh 44,74% hingga Semester I-2026

“Lawang Sewu tidak hanya menawarkan kemegahan arsitektur yang telah berdiri kokoh selama hampir 120 tahun, tetapi juga menyimpan dokumentasi penting mengenai sejarah perkeretaapian di Semarang dan sekitarnya. Pengunjung dapat melihat bagaimana gedung ini menjadi saksi bisu perkembangan kereta api di wilayah ini,” jelas Anne.

Pada hari Minggu (11/5), sehari jelang libur Hari Raya Waisak 2025, jumlah pengunjung di Lawang Sewu mencapai 6.241. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding pada saat weekday yang angka tertingginya hanya mencapai 3.500 pengunjung.

Lebih lanjut Anne menambahkan bahwa daya tarik sejarah dan keunikan arsitektur Museum Ambarawa dan Lawang Sewu juga menjadikannya lokasi favorit untuk sesi foto pre-wedding.

“KAI membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin belajar sejarah perkembangan perkeretaapian dan juga sejarah bangsa Indonesia dapat mengunjungi Museum Ambarawa dan Lawang Sewu. Melalui bangunan-bangunan bersejarah yang dimiliki oleh kereta api ini, masyarakat dapat semakin mengenal dan menghargai sejarah perjuangan bangsa Indonesia,” pungkas Anne.

Berita Terkait

Dari Masalah di Sekitar, Telkom AI Center Bandung Himpun Ide untuk Local AI Use Case
Dikta Meriahkan Jam Session di Grand Galaxy Park
Telkom AI Connect Papua Dorong Anak Muda Eksplorasi AI dalam Dunia Fotografi
PTPN Group Dukung Kesejahteraan dan Pendidikan Anak Panti Asuhan di Semarang
KA Srilelawangsa Tertemper Kendaraan di Perlintasan Resmi Terjaga Binjai, Perjalanan Kereta Tetap Aman
KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang hingga Agustus 2026, KA Srilelawangsa Tumbuh Positif
Wawancara dengan PAS FM, RevComm Indonesia Ungkap Cara AI Ubah Percakapan Jadi Insight Bisnis
Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 12:02

Dari Masalah di Sekitar, Telkom AI Center Bandung Himpun Ide untuk Local AI Use Case

Selasa, 22 September 2026 - 12:02

Dikta Meriahkan Jam Session di Grand Galaxy Park

Selasa, 22 September 2026 - 12:02

Telkom AI Connect Papua Dorong Anak Muda Eksplorasi AI dalam Dunia Fotografi

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

PTPN Group Dukung Kesejahteraan dan Pendidikan Anak Panti Asuhan di Semarang

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

KA Srilelawangsa Tertemper Kendaraan di Perlintasan Resmi Terjaga Binjai, Perjalanan Kereta Tetap Aman

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

Wawancara dengan PAS FM, RevComm Indonesia Ungkap Cara AI Ubah Percakapan Jadi Insight Bisnis

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

Selasa, 22 September 2026 - 10:02

Bitcoin Tembus US$87.000, Seberapa Tinggi BTC Bisa Melaju?

Berita Terbaru

Teknologi

Dikta Meriahkan Jam Session di Grand Galaxy Park

Selasa, 22 Sep 2026 - 12:02