KAI Tegaskan Tidak Ada Kebocoran, Material Cairan di Belakang Depo Tanjungkarang Merupakan Residu Yang Terbawa Hujan - Koran Mandalika

KAI Tegaskan Tidak Ada Kebocoran, Material Cairan di Belakang Depo Tanjungkarang Merupakan Residu Yang Terbawa Hujan

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang
menyampaikan penjelasan resmi terkait adanya temuan material cairan pada
saluran drainase di area belakang Depo Tanjungkarang, Bandar Lampung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh oleh tim teknis di lapangan,
material cairan tersebut dipastikan merupakan residu bahan bakar minyak (BBM)
yang sebelumnya mengendap di area jalur kereta api. Residu tersebut kemudian
terbawa oleh aliran air menuju saluran drainase akibat meningkatnya debit air
yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir di
wilayah Kota Bandar Lampung.

KAI menegaskan bahwa kondisi ini bukan disebabkan oleh adanya kebocoran
aktif, tumpahan baru, maupun gangguan pada fasilitas operasional di lingkungan
depo. Seluruh sarana dan prasarana, termasuk sistem penyimpanan dan distribusi
BBM, berada dalam kondisi aman, terkendali, serta berfungsi sebagaimana
mestinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bentuk respons cepat, KAI Divre IV Tanjungkarang telah melakukan
langkah-langkah penanganan, antara lain pembersihan area terdampak, normalisasi
saluran drainase, serta pengangkatan sisa material yang terbawa aliran air.
Selain itu, dilakukan pula penyisiran di sepanjang jalur untuk memastikan tidak
terdapat endapan serupa yang berpotensi terbawa saat curah hujan tinggi.

Baca Juga :  BSI Maslahat Raih Penghargaan Mitra Penggerak Program GENTING dari BKKBN

KAI Divre IV Tanjungkarang juga memperkuat langkah mitigasi dengan
meningkatkan frekuensi inspeksi, khususnya pada titik-titik rawan genangan dan
area dengan potensi akumulasi residu. Koordinasi dengan pihak terkait turut
dilakukan guna memastikan pengelolaan lingkungan tetap sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.

Dari sisi operasional, KAI Divre IV Tanjungkarang memastikan bahwa kejadian
ini tidak berdampak terhadap perjalanan kereta api. Seluruh perjalanan tetap
berjalan normal, aman, dan tepat waktu.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV
Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari,
menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan secara menyeluruh dan
memastikan kondisi tetap terkendali.
“Kami memastikan bahwa material cairan yang terlihat tersebut merupakan residu
lama yang terbawa aliran air hujan dengan debit tinggi, bukan berasal dari
kebocoran baru. KAI telah melakukan penanganan cepat dan memastikan tidak ada
gangguan terhadap operasional maupun aspek keselamatan,” jelas Zaki.

Baca Juga :  Narendra Modi Akan Kunjungi Indonesia, Tandai Babak Baru Kemitraan Strategis Indonesia dan India

Lebih lanjut, Zaki menambahkan bahwa KAI
Divre IV Tanjungkarang terus meningkatkan pengawasan terhadap kondisi jalur dan
lingkungan sekitar, khususnya pada musim hujan dengan intensitas tinggi.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga standar keselamatan dan kelestarian
lingkungan. Pemantauan dilakukan secara berkala agar potensi serupa dapat
diantisipasi sejak dini,” tambahnya.

KAI Divre IV Tanjungkarang memahami pentingnya transparansi informasi kepada
masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak
terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Apabila terdapat temuan di
lapangan, masyarakat dapat segera melaporkan kepada petugas KAI terdekat agar
dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Sebagai bagian dari komitmen perusahaan, KAI Divre IV Tanjungkarang terus
berupaya menjaga keseimbangan antara operasional transportasi yang andal dengan
tanggung jawab terhadap lingkungan, termasuk melalui pengelolaan limbah dan
pengawasan berkala di seluruh area kerja.

KAI Divre IV Tanjungkarang akan terus melakukan
pemantauan secara intensif, terutama selama periode cuaca ekstrem, guna
memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global
Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?
Banyak Pelaku Usaha Baru Tahu Ada Layanan Ini, Akses Kesehatan Lintas Negara Jadi Sorotan di BNI National Conference 2026
Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar
CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto
Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik
Dorong Inklusi & Kemandirian, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Bantu Disabilitas Netra di Semarang
Buka Booth di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Bagikan Swag Terbatas dan Meluncur di Product Hunt pada 15 September

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:02

CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

Rabu, 16 September 2026 - 18:02

Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Rabu, 16 September 2026 - 17:02

Banyak Pelaku Usaha Baru Tahu Ada Layanan Ini, Akses Kesehatan Lintas Negara Jadi Sorotan di BNI National Conference 2026

Rabu, 16 September 2026 - 17:02

CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Dorong Inklusi & Kemandirian, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Bantu Disabilitas Netra di Semarang

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Buka Booth di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Bagikan Swag Terbatas dan Meluncur di Product Hunt pada 15 September

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Instagram dan TikTok Jadi Layanan dengan Permintaan Tertinggi di Katalog SMM Panel Indonesia

Berita Terbaru

Teknologi

Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:02