Koran Mandalika, Lombok Tengah – Riders Parade Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Kota Mataram berlangsung lebih semarak dibandingkan pelaksanaan dua tahun sebelumnya.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, mengatakan parade tahun ini dirancang lebih interaktif untuk mendekatkan para pembalap dengan masyarakat dan penggemar MotoGP di Indonesia.
Menurut Troy, perubahan terlihat sejak penempatan para pembalap hingga rangkaian kegiatan selama parade. Pembalap ditempatkan berdampingan dengan rider Indonesia sehingga menciptakan suasana yang berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lebih semarak, lebih bagus, dibandingkan dua tahun yang lalu. Ini memberikan semangat masyarakat untuk menonton,” ujar Troy.
Dia mengatakan, interaksi dengan penonton juga diperkuat melalui kegiatan pukul gendang bersama. Penonton diajak mengikuti irama dengan gerakan ke kiri dan kanan yang dipandu para pembalap.
“Intinya kita ingin membuat kesan bahwa pembalap itu dekat dengan penonton, dengan fans Indonesia. Menurut saya ini cukup berhasil,” katanya.
Troy menyebut seluruh rangkaian Riders Parade hingga sore hari berjalan aman dan tertib. Kondisi tersebut, kata dia, harus dipertahankan hingga pelaksanaan balapan pada Jumat, Sabtu dan Minggu.
Sementara itu, rangkaian kegiatan MotoGP 2026 berlanjut dengan agenda Riders Go To School dan Riders Go To Paddock.
Para pembalap dijadwalkan mengunjungi dua sekolah, salah satunya SDN 2 Kuta Mandalika. Selain itu, sekitar 50 siswa SMK akan mendapat kesempatan mengunjungi paddock untuk melihat langsung aktivitas tim balap.
“Mereka bukan hanya bertemu dengan pembalap, tapi juga bisa bertemu mekanik dan teknisi. Di sana mereka bisa mendapatkan informasi mengenai teknologi motor yang digunakan,” jelas Troy.
Troy memastikan seluruh pembalap dan logistik utama MotoGP 2026 telah berada di Lombok. Persiapan di sirkuit juga terus dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan terpenuhi.
“Secara umum, secara garis besar, secara makro kita siap untuk penyelenggaraan MotoGP,” tegasnya.
Troy menambahkan, para pembalap memberikan respons positif terhadap suasana parade di Mataram. Mereka disebut terkesan dengan antusiasme masyarakat yang dinilai lebih ramai, tertib, rapi dan interaktif dibandingkan sebelumnya.
Menurutnya, perpaduan antara balap motor dan budaya Indonesia menjadi salah satu pembeda MotoGP Mandalika dengan penyelenggaraan di negara lain.
“Bukan hanya balap, unsur pariwisatanya juga ada. Itu yang menjadi pembeda dibandingkan balapan di luar negeri,” ujarnya.
Pada MotoGP 2026, kehadiran pembalap Indonesia juga menjadi perhatian tersendiri. Troy menyebut Fadillah Arbi Aditama dan Mario Suryo Aji turut menjadi bagian dari atmosfer balapan tahun ini.
“Sekarang ada Veda, ada Mario. Itu menjadi pembeda tersendiri,” katanya.
Troy juga menyebut perhatian publik tertuju pada persaingan para pembalap, termasuk peluang Marc Marquez untuk meraih podium di Mandalika tahun ini.
“Seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang ada di Mandalika, di NTB, kita tunggu bersama,” pungkasnya. (wan).






