Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Malalo dan Perbaikan Sabo Dam Pascabanjir Tanah Datar - Koran Mandalika

Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Malalo dan Perbaikan Sabo Dam Pascabanjir Tanah Datar

Minggu, 28 Desember 2025 - 09:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) masih melakukan penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera Barat. Salah satu penanganan yang sedang dikerjakan adalah normalisasi Sungai Batang Malalo dan pemulihan fungsi Sabo Dam di Nagari Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar. Perbaikan ini dilakukan untuk memulihkan kondisi sungai dan Sabo Dam yang terdampak, sekaligus untuk memitigasi risiko bencana di masa depan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya Kementerian PU menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana di berbagai daerah. Pemanfaatan Sabo Dam merupakan salah satu strategi Kementerian PU dalam memperkuat kesiapsiagaan infrastruktur air dan keamanan wilayah di sekitarnya.

Sekretaris Nagari Guguak Malalo Rizal Ramli mengakui bahwa Sabo Dam di Sungai Batang Malalo memiliki peran penting bagi keselamatan warga saat bencana banjir dan longsor yang telah lalu. Banjir bandang yang terjadi akhir November 2025 lalu, yang dinilai lebih besar dibandingkan kejadian serupa pada tahun 2012, dapat diredam oleh keberadaan Sabo Dam ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat banjir terjadi, Sabo Dam membantu menahan sebagian besar material banjir dan longsoran dari hulu sungai, sehingga banyak rumah warga dapat terselamatkan. Walaupun mengalami kerusakan akibat hantaman material besar, Sabo Dam terbukti berhasil menahan sedimen berupa pasir dan batu dari bagian hulu sungai.

“Menurut kami Sabo Dam ini sangat penting karena beberapa kali runtuhan dari arah aliran sungai, Alhamdulillah karena ada Sabo Dam ini material banyak tertahan di atas, sehingga banyak rumah yang terselamatkan,” ungkap Rizal, seraya menambahkan bahwa keberadaan Sabo Dam memberikan waktu bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga :  7.968 Penumpang KA Liburan di Kota Malang Saat Libur 1 Muharram 1447 H di Stasiun Malang dan Diskon 30% KA Ekonomi Non Subsidi Masih berlaku, Manfaatkan Untuk Berlibur

“Bencana ini terasa lebih besar dari bencana tahun 2012, tapi karena adanya Sabo Dam jadi terasa manfaatnya bagi kami. Dengan adanya Sabo Dam ini kami bisa memantau keadaan air dan mengimbau warga untuk mengungsi,” ujar Rizal.

Rizal berharap upaya normalisasi Sungai Batang Malalo yang sedang dikerjakan Kementerian PU terus dipercepat penyelesaiannya karena kalau tidak segera diatasi masyarakat khawatir akan datang banjir bandang susulan.

Saat ini, bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V tengah melakukan upaya penanganan darurat dan pemulihan Sungai Batang Malalo berikut Sabo Dam-nya.

“Salah satu fokus utama adalah normalisasi Sungai Batang Malalo sekitar 1,5 Km guna mengembalikan kapasitas alur sungai dan mengurangi potensi banjir susulan,” ujar Kepala BWS Sumatera V Naryo Widodo.

Naryo juga menambahkan bahwa fungsi strategis Sabo Dam dalam menahan energi banjir bandang harus segera dipulihkan. Sabo Dam memiliki fungsi dalam menahan sedimen dan mengurangi energi banjir bandang. Meski terdampak dan mengalami kerusakan, keberadaannya telah membantu mengurangi risiko yang lebih besar.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Kabupaten Tanah Datar, John Kenedy, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Kementerian PU dan berharap perbaikan permanen segera terealisasi.

“Kondisi sekarang Sabo Dam ada kerusakan dengan ketinggian sedimentasi lebih dari 20 meter. Tanggulnya rusak sepanjang kurang lebih 350 meter,” papar John.

Sabo Dam di Sungai Batang Malalo berfungsi untuk menampung aliran sedimen atau debris sungai. Sedikit berbeda dengan fungsi bendungan, Sabo Dam tidak hanya menahan debit aliran air tetapi juga menahan limpasan pasir dan batu yang terbawa arus air sungai. Konstruksi Sabo Dam biasanya bertingkat, dengan ukuran terbesar di bagian atas untuk menahan batu-batu besar, dan yang lebih kecil di bawah untuk menahan pasir.

Baca Juga :  Konig & The Drummer Merilis 2 Single Emosional Romantis "8 Tahun" & "Ku Dan Kau".

Bagi masyarakat Tanah Datar, Sabo Dam di Sungai Batang Malalo juga memiliki manfaat lain, yakni sebagai pendukung sistem irigasi pertanian. Bencana banjir yang terjadi di Tanah Datar telah merusak fungsi Sabo Dam, sehingga menyebabkan jaringan irigasi di enam daerah irigasi yang melayani 100 hektare lahan pertanian terputus.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, Kementerian PU berharap penanganan Sabo Dam dan normalisasi Sungai Batang Malalo dapat segera tuntas sehingga risiko bencana dapat ditekan, dan aktivitas sosial serta ekonomi warga dapat kembali berjalan dengan aman dan berkelanjutan.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak, Berdampak” dalam menjalankan ASTACITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
Fortifikasi Beras Massal Jadi Solusi Atasi Krisis Kelaparan Tersembunyi
BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
BRI Branch Office Tanah Abang Gelar Simulasi Business Continuity Management untuk Perkuat Kesiapan Menghadapi Situasi Darurat
Sepuluh Hari Beroperasi dengan Rangkaian Baru, KA Cikuray Catat Okupansi Lebih dari 138 Persen
BRI Region 6 Tingkatkan Literasi Digital melalui Program Pendidikan Crypto bagi Pekerja
Leaders as Coaches: Membangun Pemimpin Inspiratif untuk Mendorong Kinerja Berkelanjutan di BRI Regional 6
5 Kebiasaan Belanja yang Kini Berubah Berkat QRIS

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:18

Anak Yatim Piatu Tetap Diupayakan Diterima di Sekolah Negeri, Keluarga Apresiasi Kebijakan Sekolah

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:44

Status Persero Kembali, ITDC Tancap Gas Kembangkan Destinasi Pariwisata Kelas Dunia

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:42

Ananda Mikola: Mandalika Fokus Cetak Pembalap NTB, Bukan Sekadar Bentuk Tim Balap

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:29

Ananda Mikola Tegaskan MGPA Terus Dukung MRS sebagai Ajang Pembinaan Pembalap Nasional

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:37

Mandalika Racing Series Terapkan Regulasi Berstandar Internasional untuk Siapkan Pembalap ke Pentas Dunia

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:30

Tak Sekadar Sponsor, Pertamina Dorong Regenerasi Pembalap Nasional di Mandalika Racing Series

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:02

Wakil Deputi Kementerian UMKM RI Bidang Usah Mikro dan Pembiayaan Kunjungi BUMDes Amanah Batujai

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:56

Wakil Deputi Kementerian Tinjau Perkembangan dan Potensi Usaha BUMDes Amanah Batujai

Berita Terbaru