Kementerian PU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat - Koran Mandalika

Kementerian PU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian PU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

JAKARTA, Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan rencana strategis penanganan 23 muara sungai yang tersebar di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tahapan ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana guna memulihkan kapasitas pengendalian air dan memperlancar aliran sedimen ke laut.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan muara sungai di wilayah terdampak bencana di Sumatera memerlukan pendekatan teknis yang cermat dan spesifik. Metode penanganannya tidak dapat disamaratakan antara satu sungai dengan sungai lainnya.

Menurut Menteri Dody, berdasarkan survei lapangan, sebagian besar muara sungai besar yang mengalami pendangkalan berat akibat sedimentasi bencana memerlukan penanganan menggunakan kapal keruk (dredger).

“Sebagian besar pembersihan muara itu membutuhkan dredger. Tidak bisa cukup hanya menggunakan alat berat biasa seperti ekskavator atau metode percepatan lainnya. Memang ada muara tertentu yang bisa ditangani tanpa dredger, contohnya di Krueng Meureudu, tetapi dari total 23 muara, mungkin hanya sekitar satu sampai tiga lokasi yang bisa menggunakan pola yang sama,” ujar Menteri Dody.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan hasil inventarisasi dan survei teknis yang dilakukan Kementerian PU, tercatat ada 23 muara sungai terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Di Provinsi Aceh, terdapat 8 muara terdampak. Rinciannya: 1 muara sedang ditangani, 2 muara masuk dalam rencana penanganan, dan 5 muara belum tertangani.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi Perlindungan Aset Negara dan Kepastian Hukum, KAI Daop 8 Surabaya dan Kejari Bojonegoro Tandatangani MoU

Sementara itu di Provinsi Sumatera Utara, terdapat 11 muara terdampak. Rinciannya: 8 muara dalam rencana penanganan dan 3 muara belum ditangani. Sedangkan di Provinsi Sumatera Barat, terdapat 4 muara terdampak. Rinciannya: 3 muara telah ditangani dan 1 muara dalam rencana penanganan.

Menteri Dody menjelaskan bahwa penggunaan kapal keruk (dredger) juga tidak dapat dilakukan serta-merta tanpa perencanaan yang matang. Tahapan desain mutlak diperlukan untuk menentukan lokasi pembuangan material hasil pengerukan (disposal area), apakah akan dimanfaatkan untuk memperkuat tanggul, ditempatkan menjauh ke laut, atau untuk kebutuhan teknis lainnya.

“Kalau materialnya mau dijadikan tanggul, desainnya juga harus benar. Jangan sampai saat terjadi banjir berikutnya, tanggulnya tidak cukup kuat. Karena itu, untuk muara-muara besar, prosesnya masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, bukan lagi sekadar tanggap darurat,” jelas Menteri Dody.

Sembari menyusun rencana strategis rekonstruksi muara sungai, Kementerian PU saat ini juga masih memprioritaskan penanganan cepat pada infrastruktur air yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Fokus utama saat ini adalah perkuatan tanggul eksisting, khususnya pada sungai yang melintasi kawasan perkotaan, serta normalisasi sungai pada titik-titik kritis untuk melancarkan aliran air.

“Untuk muara-muara yang relatif kecil dan bisa ditangani tanpa dredger, itu akan kita kerjakan dalam beberapa hari ke depan. Namun untuk muara yang besar, pengerjaannya harus menunggu desain selesai agar penanganannya tepat dan berkelanjutan,” jelas Menteri Dody.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, Feriyanto Pawenrusi, menyatakan bahwa kondisi muara memegang peranan vital dalam sistem pengendalian banjir dari hulu ke hilir. Penyempitan dan pendangkalan muara berpotensi memperlambat aliran sungai, sehingga berpotensi menyebabkan air sungai meluap ke permukiman, dan meningkatkan risiko banjir berulang.

Baca Juga :  KAI Lakukan Penyempitan Perlintasan Sebidang di JPL 73 Weleri untuk Tingkatkan Keselamatan

“Kondisi muara ini sangat menentukan. Kalau muara tersumbat, sebaik apapun normalisasi sungai di hulu, air tetap sulit keluar ke laut. Karena itu penanganan muara harus menjadi bagian penting dari sistem pengendalian banjir secara menyeluruh,” jelas Feriyanto.

Kementerian PU memastikan penanganan muara ini akan diintegrasikan secara penuh ke dalam rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Hal ini bertujuan agar fungsi hidrologi sungai dan muara dapat pulih optimal serta mampu memitigasi risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

About Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dari Desa untuk Negeri, BRI Dukung Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarakat
AI Connect Bandung Hadirkan Be The Hustler, Bekali Calon Founder Strategi Menemukan Peluang Bisnis Berbasis AI
ezSign Satukan Tanda Tangan Elektronik dan e-Meterai dalam Satu Aplikasi
Minerba Convex 2026, MIND ID Hadirkan Arti Mineral untuk Kehidupan
Analisis Dupoin Futures: Prospek WTI Dibayangi Harapan Perdamaian AS-Iran
Isi Kuliah Praktisi di USU, Dirut PTPN III (Persero) Bagikan Pengalaman Pembenahan Proses Bisnis
Analisis Dupoin Futures, XAUUSD Berpotensi Naik Menuju Resistance US$4.021
Insiden Peretasan Global Jadi Sorotan terhadap Harga Bitcoin dan Ethereum, Bittime Soroti Peluang di Tengah Volatilitas Pasar

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:03

Dari Desa untuk Negeri, BRI Dukung Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarakat

Rabu, 4 November 2026 - 15:02

AI Connect Bandung Hadirkan Be The Hustler, Bekali Calon Founder Strategi Menemukan Peluang Bisnis Berbasis AI

Rabu, 4 November 2026 - 15:02

ezSign Satukan Tanda Tangan Elektronik dan e-Meterai dalam Satu Aplikasi

Rabu, 4 November 2026 - 14:02

Analisis Dupoin Futures: Prospek WTI Dibayangi Harapan Perdamaian AS-Iran

Rabu, 4 November 2026 - 14:02

Isi Kuliah Praktisi di USU, Dirut PTPN III (Persero) Bagikan Pengalaman Pembenahan Proses Bisnis

Rabu, 4 November 2026 - 14:02

Analisis Dupoin Futures, XAUUSD Berpotensi Naik Menuju Resistance US$4.021

Rabu, 4 November 2026 - 12:02

Insiden Peretasan Global Jadi Sorotan terhadap Harga Bitcoin dan Ethereum, Bittime Soroti Peluang di Tengah Volatilitas Pasar

Rabu, 4 November 2026 - 11:02

Semarak 98 Tahun Sumpah Pemuda, HIIGC Gelar Golf Tournament & Charity: Satukan Semangat Kebersamaan, Sportivitas, dan Kepedulian Sosial

Berita Terbaru