Kisah Sukses Erik Finman: Dari Drop Out hingga Jadi Jutawan Bitcoin - Koran Mandalika

Kisah Sukses Erik Finman: Dari Drop Out hingga Jadi Jutawan Bitcoin

Jumat, 11 Oktober 2024 - 12:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Erik Finman adalah bukti hidup bahwa sukses tidak selalu datang dari pendidikan formal. Di saat banyak remaja sibuk dengan sekolah, Erik memilih jalur yang tidak biasa—meninggalkan sekolah dan fokus pada investasi Bitcoin.

Keputusannya yang dianggap kontroversial ternyata membawa Erik menjadi salah satu jutawan Bitcoin termuda di dunia.

Siapa Itu Erik Finman

Erik lahir pada tahun 1999 dan sejak kecil sudah memiliki ketertarikan pada dunia teknologi. Pada usia 12 tahun, ia pertama kali mendengar tentang Bitcoin saat mengikuti sebuah aksi protes di Washington, D.C. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sana, ia melihat seseorang mengenakan kaos bertuliskan “Bitcoin” dan rasa ingin tahunya pun muncul. Setelah mempelajari lebih dalam tentang Bitcoin, ia menggunakan uang sebesar $1.000 dari hadiah neneknya untuk membeli Bitcoin, yang saat itu dihargai sekitar $10 per koin.

Memutuskan Drop Out dari Sekolah

Erik merasa bahwa sekolah tradisional tidak sejalan dengan cara berpikir dan cita-citanya. Bahkan, salah satu gurunya pernah mengatakan bahwa ia tidak akan sukses dan mungkin akan berakhir bekerja di restoran cepat saji. Komentar ini justru mendorong Erik untuk membuktikan bahwa kesuksesan tidak hanya didapat melalui jalur konvensional.

Baca Juga :  Liburan Impian Tanpa Bikin Boncos ala Smart Traveler

Erik membuat taruhan dengan orang tuanya: jika ia bisa menjadi jutawan sebelum usia 18 tahun, ia tidak perlu kembali ke sekolah. Dengan tekad yang kuat, ia pun memilih fokus pada Bitcoin, dan pada usia 15 tahun, nilai investasinya meningkat menjadi $100.000.

Erik menggunakan keuntungan ini untuk mendirikan Botangle, sebuah platform pendidikan online yang memungkinkan siswa belajar langsung dari guru melalui video chat.

Keyakinan Erik terhadap Bitcoin dan Blockchain

Bagi Erik, Bitcoin bukan sekadar aset digital untuk berinvestasi. Ia melihat teknologi blockchain sebagai kekuatan revolusioner yang bisa mengubah sistem keuangan global.

Erik yakin bahwa blockchain memiliki potensi besar untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil dan terbuka bagi semua orang. Karena itulah, investasi pertamanya pada Bitcoin lebih dari sekadar mencari keuntungan; itu adalah langkah untuk mendukung perubahan global.

Kesuksesan Berlanjut: Investasi dan Bisnis

Setelah sukses besar dengan Bitcoin, Erik tidak berhenti. Ia terus mengembangkan portofolio investasinya dan menjual Botangle dengan 300 Bitcoin.

Baca Juga :  Tips Menjaga Kebersihan Rumah Saat Anjing Menstruasi

Ketika harga Bitcoin naik hingga $2.700 per koin, Erik resmi menjadi jutawan muda. Selain fokus pada Bitcoin, ia juga berinvestasi di berbagai perusahaan teknologi, termasuk Metal, sebuah startup di Silicon Valley yang mengembangkan dompet digital ramah pengguna.

Tidak hanya berbisnis, Erik juga terlibat dalam upaya legislasi. Ia berpartisipasi dalam pengenalan The Crypto-Currency Act of 2020, sebuah undang-undang yang bertujuan menyederhanakan regulasi aset kripto di Amerika Serikat, agar memudahkan orang untuk berpartisipasi dalam industri kripto tanpa harus menjadi ahli terlebih dahulu.

Kesimpulan

Kisah Erik Finman menunjukkan bahwa keberanian untuk mengambil risiko dan percaya pada potensi teknologi bisa membawa kesuksesan.

Meski sempat diremehkan karena meninggalkan sekolah, Erik berhasil membuktikan bahwa ada banyak cara untuk mencapai impian. Keputusannya untuk terjun di dunia Bitcoin dan blockchain telah mengubah hidupnya dan menginspirasi banyak orang, terutama generasi muda, untuk berani mengambil jalur yang tidak biasa demi mencapai tujuan mereka.

Erik Finman bukan hanya contoh sukses finansial, tetapi juga simbol bahwa inovasi dan tekad kuat dapat membuka pintu menuju masa depan yang lebih cerah.

Berita Terkait

Telkom AI Center Makassar Bekali Mahasiswa Bangun Web Portfolio AI untuk Hadapi Gig Economy
Blossom Symphony: Perayaan Imlek Penuh Harmoni di Hublife
PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi
Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026
FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar
Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan
Luminous Spring di PIK Avenue Hadirkan Path of Light

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:48

Gempa Bumi Sempat Terasa, KAI Daop 9 Jember Pastikan Perjalanan KA Tetap Aman

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:49

Bersiap Menghadapi Masa Angleb, KAI Services Terus Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kebersihan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:07

Antara by Sleeping Lion: Hunian Mewah di Dataran Tinggi

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:49

Dukung Infrastruktur Pendidikan Tinggi, PTPP Rampungkan Gedung FISIP UPN Veteran Jawa Timur

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:37

SUCOFINDO Perkuat Tata Kelola Transportasi Publik melalui Sertifikasi ISO 37001 dan ISO/IEC 27001 untuk LRT Jakarta

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:06

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan dan Pelayanan Penumpang Terjamin dengan Baik

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:38

Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Yogyakarta Tembus 239 Ribu di Januari 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 21:27

Hubungan Krisis Ekonomi, Inflasi, dan Volatilitas Pasar

Berita Terbaru