Krakatau Steel Tekankan Peran Negara Sebagai Wasit dan Entrepreneur untuk Dongkrak Daya Saing Industri Baja Nasional - Koran Mandalika

Krakatau Steel Tekankan Peran Negara Sebagai Wasit dan Entrepreneur untuk Dongkrak Daya Saing Industri Baja Nasional

Senin, 19 Januari 2026 - 19:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepastian Regulasi dan Penegakan Hukum yang Adil Jadi Katalis Penting untuk Tingkatkan Kinerja dan Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang Perusahaan

Jakarta, 13 Januari 2026 – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa penguatan peran negara sebagai regulator sekaligus wasit yang menjamin ekosistem persaingan usaha yang sehat dan adil merupakan kunci pemulihan fundamental industri baja nasional. Hal ini disampaikan dalam sesi talkshow pada acara peluncuran buku karya Dr. Anggawira di Jakarta, Jumat (9/1) lalu.

Pernyataan strategis ini menegaskan komitmen Krakatau Steel Group untuk terus mendorong transformasi industri yang didukung oleh kerangka regulasi dan penegakan hukum yang konsisten, yang pada gilirannya diyakini akan memperbaiki kinerja operasional dan meningkatkan nilai Perusahaan. “Keberhasilan industri strategis seperti baja sangat ditentukan oleh keseimbangan peran negara dalam ekosistem pasar. Negara harus hadir secara seimbang, bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai wasit yang menjamin persaingan usaha berjalan adil. Dalam kerangka mixed economy, BUMN, sektor swasta, dan koperasi merupakan bagian dari fungsi negara sebagai entrepreneur yang saling melengkapi, bukan saling meniadakan,” tegas Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Dirut Krakatau Steel Group menyoroti bahwa persaingan global saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh efisiensi korporasi, melainkan juga oleh ketegasan dan keberpihakan kebijakan negara. Kepastian hukum dan kebijakan yang adil menjadi fondasi penting untuk meningkatkan utilisasi industri, memperkuat efisiensi, serta menjaga keberlanjutan kinerja bisnis.

Baca Juga :  Jurusan Sistem Informasi Bandung: Pilihan Terbaik, Masa Depan Digital di SATU University

Tantangan dan Peluang: Utilisasi dan Penyerapan Pasar Domestik

Data yang disampaikan mengungkap potensi peningkatan kinerja yang signifikan. Saat ini, tingkat utilisasi rata-rata kapasitas industri baja nasional masih berada di kisaran 53%, sementara penetrasi impor baja mencapai 40–55% dari kebutuhan nasional, senilai sekitar Rp80 triliun per tahun.

Konsumsi baja global pada 2024 tercatat mencapai 1,7 miliar ton, dengan porsi terbesar diserap sektor infrastruktur dan konstruksi sebesar 52%, diikuti bahan baku peralatan mesin 16%, komponen otomotif 12%, produk metal 10%, alat transportasi 5%, kelistrikan 3%, dan peralatan rumah tangga 2%.

Karakteristik tersebut menjadikan industri baja memiliki multiplier effect ekonomi yang tinggi, baik dalam penciptaan lapangan kerja di sepanjang rantai pasok maupun dalam mendorong pertumbuhan industri hilir dan sektor terkait lainnya.

Kondisi ini menegaskan bahwa persaingan industri baja global saat ini tidak lagi semata ditentukan oleh efisiensi korporasi, melainkan juga oleh ketegasan dan keberpihakan kebijakan negara. Bagi Krakatau Steel, kepastian hukum dan kebijakan yang adil menjadi fondasi penting dalam meningkatkan utilisasi industri, memperkuat efisiensi, serta menjaga keberlanjutan kinerja bisnis.

“Dengan ekosistem yang lebih sehat dan kompetitif, serta dukungan regulasi yang tepat, industri baja nasional memiliki ruang yang sangat besar untuk meningkatkan utilisasi dan menangkap pangsa pasar domestik. Ini akan menjadi katalis utama bagi perbaikan fundamental dan pertumbuhan profitabilitas Krakatau Steel ke depannya,” jelas Dr. Akbar Djohan.

Kontribusi Nyata dan Sinergi untuk Indonesia

Sebagai bentuk kontribusi nyata, Krakatau Steel aktif mendukung program pemerintah, termasuk pengembangan konsep rumah modular yang dapat digunakan sebagai hunian darurat, klinik, atau pusat kegiatan masyarakat. Inovasi ini merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita dan menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memberikan solusi cepat dan nyata bagi masyarakat, sekaligus membuka segmen bisnis baru yang prospektif dalam kemakmuran bangsa.

Baca Juga :  Nanovest Resmi Jadi Crypto Exchange Pertama Dengan Persetujuan OJK untuk Layanan ETH Staking di Indonesia

Dr. Akbar Djohan menutup dengan menekankan semangat kolaborasi. “Sinergi dan kolaborasi antara negara sebagai wasit dan entrepreneur dengan seluruh pelaku usaha harus terus diperkuat. Bagi Krakatau Steel, ini adalah spirit untuk terus berkontribusi bagi kemajuan industri baja nasional dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham.”

Dengan langkah strategis, dukungan regulasi yang lebih kuat, dan komitmen pada sinergi nasional, Krakatau Steel Group optimis dapat meningkatkan kinerja operasional dan finansialnya, yang pada akhirnya akan berkontribusi positif terhadap peningkatan nilai perusahaan di pasar modal.

Tentang Krakatau Steel Tbk

Sekilas Tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel dan Group mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik (power plant), serta beberapa ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang. Saat ini, Krakatau Steel berkomitmen menjalankan transformasi perusahaan melangkah dalam KS Reborn yang mencakup i semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform”. Transformasi ini difokuskan pada peningkatan kinerja perusahaan melalui penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur guna membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Tinjau GT Kalikangkung, Menteri Pekerjaan Umum dan Dirut Jasa Marga Pastikan Kesiapan Infrastruktur Jalan Tol Periode Arus Balik Idulfitri 1447H/2026 Dalam Kondisi Baik
Kualitas Tanpa Tawar, Waringin Megah Kian Kompetitif di Pasar
FLOQ Gandeng Smartfren, Pelanggan Bisa Tukar SmartPoin dengan Saldo Kripto Senilai Rp25.000
Kepadatan Arus Balik Lebaran Di Daop 2 Bandung Terpantau Merata, Kebijakan WFA dan Stimulus Diskon Tiket Jadi Faktor Pendorong
Intervyou Persenjatai Gen Z dengan Platform Karir Berbasis Generative AI
Community Engagement Berbasis Data Jadi Strategi Baru Brand Bangun Loyalitas Konsumen
Zero Accident di Lingkungan Kantor, LRT Jabodebek Catat Kinerja Keselamatan Kerja Optimal Awal 2026
TM Facial Glow, Tempat Perawatan Kecantikan Modern dengan 18 Cabang, Siap Ekspansi ke Seluruh Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:44

Penambang Ilegal Meninggal di Gunung Pengolong Desa Tumpak

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:37

Pemerintah Kota Mataram Harapkan Jumlah Ogoh-ogoh Tahun Depan Sesuai Banjar

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:17

Pemkab Loteng Seleksi Calon Paskibraka, 3 Pencapaian Sempurna pada Tes Wawasan Kebangsaan

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:59

Jaga Stabilitas Harga, Babinsa Kodim 1620/Loteng Kawal Penyerapan Gabah Bulog

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:45

BIZAM Buka Posko Angkutan Udara, Pergerakan Pesawat Diproyeksikan Meningkat

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:25

‎Perkuat Solidaritas saat Ramadan, PKK Loteng Salurkan Sembako

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:31

PDAM Loteng Berlakukan Penghapusan Denda

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:03

Kades Ubung: Perdes jadi Acuan Pelaksanaan PTSL

Berita Terbaru