Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas - Koran Mandalika

Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menargetkan seluruh rumah sakit milik Pemerintah Provinsi NTB memiliki petugas yang mampu berbahasa isyarat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, ramah anak, dan mudah diakses oleh penyandang disabilitas.

Komitmen tersebut disampaikan saat peluncuran Program CERAH serta layanan kesehatan mata ramah anak dan penyandang disabilitas di Rumah Sakit (RS) Mata NTB, Mataram, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) 2026, dengan tema “Inclusive and Accessible Eye Care for Everyone, Everywhere” dan slogan “Mata Sehat, Masa Depan Lebih Cerah.”

Gubernur Miq Ibal menegaskan, pelayanan ramah anak dan penyandang disabilitas tidak boleh berhenti sebagai inovasi di RS Mata NTB, tetapi harus menjadi standar di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya minta seluruh rumah sakit yang di bawah Pemerintah Provinsi NTB harus memiliki orang yang bisa bahasa isyarat. Sekurang-kurangnya, di *customer service* harus ada dua orang setiap hari yang bisa berbahasa isyarat,” tegas Miq Iqbal.

Baca Juga :  Hadapi MTQ Tingkat Nasional, NTB Mantapkan Persiapan

Menurutnya, aksesibilitas merupakan bagian mendasar dari pelayanan publik. Setiap warga, termasuk penyandang disabilitas, harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan yang layak dan sesuai dengan kebutuhannya.

Iqbal juga menekankan pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat dalam penanganan gangguan penglihatan. Ia mengapresiasi para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pelayanan kesehatan mata di NTB melalui pendirian Balai Kesehatan Mata pada 2000.

Ia berharap pengembangan layanan kesehatan mata dapat diarahkan pada cita-cita jangka panjang untuk menekan angka kebutaan di NTB hingga serendah mungkin.

“Harapan kita, pada titik tertentu nanti NTB adalah salah satu provinsi yang *zero blindness*. Jangan sampai ada orang yang mengalami kebutaan,” ujarnya.

Komitmen terhadap pelayanan inklusif juga diperluas melalui rencana fasilitasi kendaraan antar-jemput bagi seluruh Sekolah Luar Biasa (SLB) di NTB mulai Januari 2027. Kendaraan tersebut ditujukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan transportasi menuju sekolah. Kendaraan listrik itu juga direncanakan dapat difungsikan sebagai ambulans apabila dibutuhkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

Direktur Utama RS Mata NTB, dr. Cahya Dessy Rahmawati, mengatakan peluncuran Program CERAH menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan mata bagi seluruh kelompok masyarakat, mulai dari bayi dan anak-anak hingga lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Betabeq Jadi Pembuka, ITDC Minta Doa Restu Sambut MotoGP Mandalika

“Kami ingin rumah sakit mata ini menjadi rumah bagi semua usia, bagi semua kalangan. Kami juga ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan mata semakin mudah diakses oleh masyarakat, baik di daerah pelosok maupun daerah terpencil,” jelasnya.

Melalui Program CERAH, RS Mata NTB menjalankan skrining kesehatan mata keliling di wilayah pedalaman serta menyediakan layanan antar-jemput pasien secara gratis yang pada tahap awal difokuskan di Pulau Lombok.

Peluncuran program tersebut turut diisi dengan penyematan selempang Duta Kesehatan Mata Sekolah oleh Gubernur bersama Ketua TP PKK NTB, Sinta M. Iqbal, peninjauan fasilitas Poli Anak, sosialisasi kesehatan mata bagi remaja, serta pemberian bingkisan kepada anak-anak pasien.

Bagi NTB, pelayanan kesehatan yang berkualitas bukan hanya tentang ketersediaan fasilitas dan tenaga medis, tetapi juga kemampuan menjangkau setiap warga tanpa terkecuali. Melalui Program CERAH dan penguatan layanan ramah disabilitas, Pemprov NTB mendorong sistem pelayanan yang semakin inklusif, sehingga keterbatasan fisik maupun geografis tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh hak atas kesehatan. (*)

Berita Terkait

Ironi di Jalur Rinjani, Fasilitas untuk Pendaki Malah Raib
Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional
Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah
Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih
Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB
Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar
MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda
275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:02

Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:02

Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:02

Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:02

FLOQ Borong Tiga Penghargaan di Marketeers Editor’s Choice Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:02

Spesifikasi Besi di Gambar Kosong di Pasaran, Apa yang Harus Dilakukan?

Berita Terbaru

NTB Terkini

Ironi di Jalur Rinjani, Fasilitas untuk Pendaki Malah Raib

Sabtu, 17 Okt 2026 - 19:01