Lewat Program PFsains, Pertamina Jembatani Inovasi Faspol BRIN untuk Pengelolaan Sampah di Bantul - Koran Mandalika

Lewat Program PFsains, Pertamina Jembatani Inovasi Faspol BRIN untuk Pengelolaan Sampah di Bantul

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantul, 9 Juni 2026 – Perkuat inovasi pengelolaan sampah dan energi alternatif berbasis masyarakat, Pertamina melalui Pertamina Foundation bersama Pemerintah Kabupaten Bantul dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan alat pirolisis multikondensor Gen 5.0 (Faspol 5.0). Alat ini akan diimplementasikan untuk bank sampah yang dikelola oleh Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah Kapanewon Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengapresiasi inovasi Faspol yang dimiliki BRIN dan berharap dapat menjadi solusi jangka panjang atas permasalahan pengelolaan sampah di wilayahnya.

“Pengelolaan sampah di sini (Bantul) membutuhkan banyak sinergi karena penanganannya semakin menantang pasca TPA Piyungan ditutup. Sehingga hadirnya BRIN lewat inovasi Faspol yang didukung oleh Pertamina Foundation melalui program PFsains, selaras dengan fokus penanganan kami saat ini dan nanti akan kita kembangkan di KSM-KSM yang lain,” ujar Halim, Selasa (9/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Implementasi Faspol 5.0 (Faspol G-5) di Bantul dihadirkan oleh peneliti BRIN sekaligus pemenang program PFsains Pertamina Foundation tahun 2024, Heru Susanto, M.Sc. Faspol merupakan mesin pengolah sampah plastik, baik kotor maupun basah menjadi bahan bakar yang disebut Petasol, menggunakan teknologi pirolisis multikondensor.

Baca Juga :  Hilirisasi Tembaga Jadi Kunci Kemandirian Industri Pertahanan RI

Heru menerangkan dengan alat ini Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah Kapanewon Imogiri, Bantul mampu menghasilkan 0,9 liter solar dengan modal satu kilogram (kg) sampah plastik.

“Satu kilogram sampah plastik, itu bisa menghasilkan 0,8-0,9 liter solar. Pengolahannya memerlukan proses yang cukup panjang karena harus melalui pemanasan pada suhu tinggi selama 7-8 jam, penjernihan, dan beberapa tahapan lainnya hingga akhirnya diperoleh solar (Petasol) yang siap digunakan pada mesin kendaraan berbasis solar,” ungkap Heru.

Saat ini, teknologi Faspol 5.0 sudah diterapkan di 53 lokasi di Indonesia. BRIN menargetkan setiap desa atau kecamatan dapat memiliki mesin Faspol sendiri.

“Dukungan Pertamina Foundation melalui program PFsains, membuat kami bisa mereplikasi inovasi ini ke Bantul yang tengah bergulat dengan tantangan pengelolaan sampah,” jelas Heru.

Presiden Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari juga menegaskan bahwa program PFsains hadir untuk mendukung inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mudah diadopsi, dan mampu memberikan dampak nyata.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Layanan dengan Omnichannel dan Call Center

“Permasalahan sampah plastik yang selama ini menjadi tantangan lingkungan dapat diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Inilah bentuk inovasi yang kami dorong, yaitu solusi yang hadir dari kebutuhan masyarakat dan dapat dimanfaatkan secara langsung. Lewat program PFsains, kami menjembatani hasil riset dan inovasi agar tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat dihilirisasikan menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat hingga ke pelosok desa,” tegas Agus.

Sejak 2020, program PFsains telah mendukung 45 inovator dan peneliti dari berbagai bidang, mulai dari energi terbarukan, pertanian, perikanan, hingga pengelolaan limbah. Program ini tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga pendampingan pengembangan model bisnis, implementasi, serta evaluasi agar inovasi dapat berkembang secara berkelanjutan.

Inisiatif tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam upaya membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, serta mendorong hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

FLOQ Hadir di TOKEN2049 Singapore 2026, Jadi Bagian dari Momentum Besar Industri Kripto Global
BRI BO Kalimalang Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Cempaka Mas Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Salah Pilih Media Filter Air Bisa Menambah Biaya Operasional, Begini Cara Menentukannya
Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir dan Syukur kepada 1.200 Anak Binaan
Angkutan Retail KAI Logistik Catat Kinerja Tertinggi pada Triwulan III 2026
Hasil SKD Sekolah Kedinasan 2026 Keluar, Patriot Muda Training Centre Buka Pendampingan Tes Lanjutan di 27 Kota
Memaknai 70 Tahun Pengabdian, SUCOFINDO Bangun Sumur Bor Air Bersih di Kalimantan Selatan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:02

FLOQ Hadir di TOKEN2049 Singapore 2026, Jadi Bagian dari Momentum Besar Industri Kripto Global

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:07

BRI BO Kalimalang Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:05

BRI BO Cempaka Mas Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:02

Salah Pilih Media Filter Air Bisa Menambah Biaya Operasional, Begini Cara Menentukannya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:02

Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir dan Syukur kepada 1.200 Anak Binaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:02

Hasil SKD Sekolah Kedinasan 2026 Keluar, Patriot Muda Training Centre Buka Pendampingan Tes Lanjutan di 27 Kota

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02

Memaknai 70 Tahun Pengabdian, SUCOFINDO Bangun Sumur Bor Air Bersih di Kalimantan Selatan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02

K Mall dan Plataran Hidupkan Minggu Pagi bersama Komunitas Lari

Berita Terbaru