LindungiHutan Dorong Perdagangan Karbon yang Inklusif dan Transparan Lewat Solusi Offset Karbon Berbasis Alam - Koran Mandalika

LindungiHutan Dorong Perdagangan Karbon yang Inklusif dan Transparan Lewat Solusi Offset Karbon Berbasis Alam

Senin, 4 Agustus 2025 - 17:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 4 Agustus 2025 – Dalam upaya memperkuat komitmen Indonesia terhadap penurunan emisi karbon dan pelestarian ekosistem, LindungiHutan mendorong pendekatan perdagangan karbon yang lebih inklusif, transparan, dan berbasis masyarakat melalui solusi offset karbon berbasis alam. Produk ini memungkinkan individu dan perusahaan melakukan penebusan jejak karbon dengan cara yang mudah, terukur, dan berdampak positif bagi lingkungan dan komunitas setempat.

Sebagai platform pelestarian hutan berbasis kolaborasi, LindungiHutan menilai bahwa offset karbon tidak hanya harus berorientasi pada target emisi perusahaan, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung bagi komunitas lokal, petani, dan penjaga ekosistem. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip co-benefit dalam mekanisme perdagangan karbon yang mengedepankan keberlanjutan sosial dan ekologis.

Dalam platform LindungiHutan, pelaku bisnis atau pengguna dapat menghitung jejak karbon melalui carbon calculator Imbangi, lalu memilih skema offset, baik penanaman pohon mangrove maupun konservasi ekosistem gambut. Setiap kontribusi didukung keterlibatan masyarakat lokal maupun pelaporan terbuka seperti jumlah pohon tertanam, lokasi, dan dokumentasi lapangan.

“Solusi offset karbon tidak bisa lepas dari prinsip keadilan. Ketika perusahaan mengklaim netralitas karbon, harus dipastikan bahwa masyarakat yang menjaga hutan juga mendapatkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kami percaya bahwa perdagangan karbon harus transparan, terukur, dan memberdayakan,” ujar Ben, CEO LindungiHutan.

LindungiHutan telah mengembangkan berbagai proyek penanaman pohon dan restorasi ekosistem berbasis masyarakat di wilayah rawan abrasi, deforestasi, dan krisis ekologi lainnya di Indonesia. Melalui model ini, setiap kontribusi perusahaan untuk offset karbon dihubungkan secara langsung dengan aktivitas tanam, data penyerapan karbon, dan dokumentasi lapangan yang dapat diverifikasi secara terbuka.

Baca Juga :  PT. Tahooe Pranata Indonesia: Solusi Konsultasi Bisnis Anda untuk Tingkatkan Profit dan Ekspansi Global!

Program ini juga dilengkapi dengan sistem pelaporan transparan, peta sebaran lokasi tanam, serta keterlibatan komunitas lokal sejak tahap perencanaan hingga monitoring pohon. Pendekatan ini menempatkan komunitas sebagai bagian dari solusi, bukan hanya penerima manfaat pasif.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap greenwashing, LindungiHutan menekankan pentingnya menjaga integritas dalam setiap skema offset karbon. Selain mengutamakan transparansi data dan pelaporan, LindungiHutan juga terus membangun kemitraan dengan lembaga sertifikasi, akademisi, dan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa seluruh proses selaras dengan kebijakan nasional dan standar internasional.

LindungiHutan mengajak para pelaku usaha, lembaga, dan pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam solusi offset karbon yang tidak hanya memenuhi regulasi emisi, tapi juga memulihkan lingkungan dan memperkuat peran masyarakat penjaga hutan.

Berita Terkait

NOVOTEL SINGAPORE ROBERTSON QUAY RESMI BUKA
UPH Festival 2026 Ditutup dengan Pesan bagi Mahasiswa Baru untuk Menemukan Tujuan, Menjalani Panggilan, dan Membawa Dampak
UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan
Google Perkuat Amunisi AI, Akuisisi Data Spirit Airlines Buka Peluang Baru
Local Nation Meriahkan Agustus di Mall @ Alam Sutera dengan Ragam Pengalaman dari Otomotif hingga Komunitas
Semarak HUT ke-81 RI, KAI Bandara Layani 41.483 Penumpang di Yogyakarta
Sekarang ke Bandara Internasional Soekarno – Hatta Bisa dari Grand Metropolitan Bekasi
VIETNAM WEDDING WEEK 2026 MEMBUKA “THE LOVE CITY”, MENYATUKAN FASHION PENGANTIN, SENIMAN, DAN EKOSISTEM PERNIKAHAN DI KOTA HO CHI MINH

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:02

NOVOTEL SINGAPORE ROBERTSON QUAY RESMI BUKA

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:02

UPH Festival 2026 Ditutup dengan Pesan bagi Mahasiswa Baru untuk Menemukan Tujuan, Menjalani Panggilan, dan Membawa Dampak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:02

UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:02

Google Perkuat Amunisi AI, Akuisisi Data Spirit Airlines Buka Peluang Baru

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:02

Semarak HUT ke-81 RI, KAI Bandara Layani 41.483 Penumpang di Yogyakarta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02

Sekarang ke Bandara Internasional Soekarno – Hatta Bisa dari Grand Metropolitan Bekasi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02

VIETNAM WEDDING WEEK 2026 MEMBUKA “THE LOVE CITY”, MENYATUKAN FASHION PENGANTIN, SENIMAN, DAN EKOSISTEM PERNIKAHAN DI KOTA HO CHI MINH

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02

Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Terkoreksi, Dupoin Futures Soroti Target 4.310–4.239

Berita Terbaru

Teknologi

NOVOTEL SINGAPORE ROBERTSON QUAY RESMI BUKA

Rabu, 19 Agu 2026 - 14:02