MAXY Academy Menjawab Kebutuhan Talenta Digital: Potensi Profesi AI dan Cybersecurity di Indonesia - Koran Mandalika

MAXY Academy Menjawab Kebutuhan Talenta Digital: Potensi Profesi AI dan Cybersecurity di Indonesia

Senin, 7 April 2025 - 19:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 7 April 2025 – Seiring pesatnya perkembangan teknologi dan adopsi kecerdasan buatan (AI) secara global, kebutuhan akan talenta digital terus meningkat secara signifikan. Tiga profesi yang kini paling banyak dibutuhkan dalam ekosistem teknologi adalah AI Engineer, Applied AI Specialist, dan Cybersecurity Analyst.

Menurut laporan Future of Jobs Report 2023 dari World Economic Forum, profesi terkait AI dan keamanan siber diproyeksikan menjadi 10 besar pekerjaan yang paling tumbuh cepat hingga tahun 2027. Bahkan, permintaan untuk tenaga kerja dengan keterampilan AI meningkat hingga 40% lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tiga Profesi Teknologi Paling Dicari di Era Digital

Di balik kemajuan teknologi yang kita rasakan—dari chatbot cerdas, sistem rekomendasi video, hingga transaksi digital yang aman—ada peran penting para profesional di bidang teknologi. Tiga di antaranya kini jadi sorotan global: AI Engineer, Applied AI Specialist, dan Cybersecurity Analyst.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

AI Engineer adalah otak di balik sistem cerdas. Mereka membangun teknologi seperti machine learning dan deep learning yang bisa “berpikir” dari data. Permintaan global terhadap profesi ini naik lebih dari 70% sejak 2020, dan terus tumbuh seiring makin banyaknya perusahaan yang mengadopsi AI.

Sementara itu, Applied AI Specialist berperan menerjemahkan teknologi menjadi solusi nyata di lapangan. Dari membantu dokter mendiagnosis penyakit dengan AI, hingga merancang sistem deteksi penipuan di sektor keuangan—profesi ini jadi jembatan antara inovasi dan kebutuhan industri. Menurut McKinsey, integrasi AI yang tepat bisa meningkatkan profit bisnis hingga 20%.

Baca Juga :  Trust Under Pressure: Saat Kepercayaan Menjadi Ujian Terbesar Kontraktor

Di sisi lain, ancaman dunia digital juga terus meningkat. Di sinilah Cybersecurity Analyst berperan menjaga data dan sistem dari serangan siber. Tugas mereka: mendeteksi celah, memantau potensi serangan, dan merespons dengan cepat. IBM mencatat kerugian rata-rata akibat kebocoran data mencapai USD 4,45 juta—dan angka ini makin naik setiap tahun.

Ketiganya bukan hanya profesi masa depan—mereka adalah fondasi dunia digital yang sedang kita bangun sekarang.

Indonesia Butuh Talenta Digital Sekarang

Transformasi digital di Indonesia sudah tidak bisa ditunda. Namun, laju pertumbuhan teknologi belum diimbangi dengan ketersediaan talenta yang memadai. Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat, Indonesia memerlukan setidaknya 600.000 talenta digital baru setiap tahunnya hingga 2030 untuk mengimbangi kebutuhan industri.

Di sisi lain, laporan Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD 360 miliar pada 2030—terbesar di Asia Tenggara. Tanpa talenta yang kompeten di bidang strategis seperti AI dan keamanan siber, potensi tersebut terancam stagnasi atau bahkan gagal terwujud.

Baca Juga :  Diburu Investor, Bitcoin Berpotensi Koreksi – Apa Saja Sinyal yang Muncul?

Kesenjangan ini bukan sekadar masalah kapasitas, tapi juga soal ketahanan. Ketika kebutuhan industri tidak terpenuhi oleh talenta lokal, risiko ketergantungan terhadap tenaga kerja asing semakin besar. Maka dari itu, akselerasi penciptaan SDM digital menjadi prioritas utama.

AACTAP: Program Akselerator Talenta AI dan Cybersecurity Tingkat Asia

Menjawab kebutuhan ini, Maxy Academy bersama mitra regional menghadirkan Asia AI Cyber Talent Accelerator Program (AACTAP)—sebuah program intensif yang dirancang untuk mencetak generasi baru talenta teknologi yang siap kerja di bidang AI dan keamanan siber.

AACTAP menggabungkan pendekatan berbasis proyek nyata (real-world problems), kolaborasi lintas negara, dan mentoring langsung dari pelaku industri. Program ini terbuka bagi mahasiswa, fresh graduate, hingga profesional muda yang ingin bertransformasi atau career shift ke sektor teknologi masa depan.

“Kami percaya bahwa masa depan AI dan keamanan siber bukan hanya soal teknologinya, tapi soal siapa yang siap menguasainya. Lewat AACTAP, kami ingin melahirkan talenta yang bukan hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu memimpin transformasi digital di kawasan Asia,” ujar Andy Febrico Bintoro, CTO & Co-Founder MAXY Academy.

Dengan dukungan komunitas teknologi Asia dan ekosistem pembelajaran berbasis AI, AACTAP siap membawa Indonesia menjadi salah satu hub pengembangan talenta digital di kawasan regional.

Berita Terkait

Menjembatani Kemewahan Eropa dan Real Estat Asia Tenggara: Jasmine Chau Memimpin Grand Finale di IFFINA+ 2026
Membentuk Masa Depan Hospitality: Wawasan dari THINC Indonesia 2026 dan Potensi Destinasi Leisure Baru yang Belum Tergali
55 Tahun Bersama Dunia Otomotif Indonesia, Pylox Hadirkan Generasi Baru Lewat Pylox Premium
Bathymetry Survey dengan ROV: Cara Memetakan Dasar Perairan Secara Akurat
KAI Daop 2 Bandung Dorong Masyarakat Gunakan Kereta Api untuk Mobilitas
Menabung buat Self Reward, Boleh Kah? Ini Cara Menyiapkannya Tanpa Mengganggu Keuangan
Menkeu Baru Dilantik, Bagaimana Arah Kebijakan Kripto di Indonesia?
Permintaan Kendaraan Terjangkau Menguat, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Senin, 14 September 2026 - 19:41

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 18:13

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Minggu, 13 September 2026 - 12:12

NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Kamis, 10 September 2026 - 21:35

TNGR Sampaikan Situasi Gunung Rinjani Masih Aman, Jangan Termakan Isu Tak Jelas

Kamis, 10 September 2026 - 11:46

Dari Pembiayaan hingga Remitansi, Bank NTB Syariah dan Maybank Indonesia Perkuat Layanan PMI

Rabu, 9 September 2026 - 08:51

Rp9 Miliar Masih Nyangkut, 15 OPD Pemprov NTB “Ditegur” BPK

Berita Terbaru