Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Jadi Kunci Hadapi Dominasi Impor - Koran Mandalika

Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Jadi Kunci Hadapi Dominasi Impor

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 27 Maret 2026 – Perdagangan baja global memasuki fase baru yang semakin ditentukan oleh kebijakan negara melalui tarif, kuota impor, hingga instrumen pengamanan perdagangan. Kondisi ini menuntut penguatan kebijakan perdagangan nasional agar industri baja domestik tetap kompetitif di tengah tekanan global yang meningkat.

Direktur Utama PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk Dr. Akbar Djohan, menegaskan pentingnya
konsistensi kebijakan perdagangan untuk menjaga keberlanjutan industri baja
nasional.

“Perdagangan
baja global saat ini semakin ditentukan oleh kebijakan negara. Karena itu,
penguatan instrumen pengamanan perdagangan dan konsistensi kebijakan impor
menjadi penting agar industri baja nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan,”
ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry
Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia
(ALFI/ILFA).  

Pasar Baja Global Semakin
Tertutup
 

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights
menilai bahwa lanskap perdagangan baja global kini semakin bergeser dari
mekanisme pasar terbuka menuju sistem yang dikendalikan oleh kebijakan negara.
Berbagai negara mulai mengombinasikan instrumen tarif, Tariff Rate Quota (TRQ),
serta kebijakan pengamanan perdagangan untuk membatasi akses pasar baja impor.

Selain
tarif dan kuota, instrumen anti-dumping dan countervailing duties juga semakin
sering digunakan untuk mengendalikan tekanan kelebihan kapasitas produksi
global. Di sisi lain, Uni Eropa memperkenalkan Carbon Border Adjustment
Mechanism (CBAM)
yang menambah beban biaya bagi impor baja melalui
mekanisme sertifikat karbon.

Menurut
Widodo, kombinasi kebijakan tersebut membuat pasar-pasar utama dunia semakin
tertutup secara simultan. Akibatnya, kelebihan pasokan global cenderung mencari
pasar alternatif yang relatif lebih terbuka. 

Baca Juga :  Emas Bertahan Kuat di Tengah Kenaikan Yield, Target $4.425 Masih Berpeluang

Risiko Tekanan Impor di Pasar
Domestik

Dalam
situasi tersebut, Indonesia berpotensi menjadi tujuan realokasi perdagangan
baja global. Ketika akses pasar di Amerika Utara dan Eropa semakin ketat,
produk baja dari negara produsen besar dapat mengalir ke pasar yang lebih
terbuka, termasuk Asia Tenggara.

Tekanan
tersebut tidak selalu muncul dalam bentuk lonjakan impor yang mendadak, tetapi
dapat terjadi melalui tekanan harga yang persisten dan persaingan pasar yang
semakin ketat di dalam negeri.

Adapun upaya penguatan industri baja nasional sejalan
dengan agenda pembangunan ekonomi nasional dan Asta Cita Presiden RI, Prabowo
Subianto, khususnya
dalam mendorong kemandirian industri strategis dan memperkuat daya saing sektor
manufaktur.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Akun Tiba-Tiba Logout? Waspadai Modus Penipuan Ini yang Bisa Bikin Uangmu Terkuras
School of Computer Science BINUS University dan MAPID Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Dorong Inovasi Geospasial dan Artificial Intelligence di Indonesia
Permudah Konektivitas Antar Daerah, KA Sangkuriang Diminati Pelanggan
Ekspansi ke Filipina, Voresi Jadikan Pendidikan Nonformal Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN
Jakarta Marketing Week 2026 : Jasa Marga Raih 5 Penghargaan dan Tantang Gen Z Berinovasi Lewat Travoy
Tren Permintaan Emas Mencetak Rekor Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan
Layanan Penitipan Barang di Stasiun Halim Semakin Dimanfaatkan, Dukung Perjalanan Pengguna Lebih Praktis dan Nyaman
Konsisten Jalankan Praktik Keberlanjutan, WSBP Raih Penghargaan Pada Ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:01

Akun Tiba-Tiba Logout? Waspadai Modus Penipuan Ini yang Bisa Bikin Uangmu Terkuras

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:00

School of Computer Science BINUS University dan MAPID Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Dorong Inovasi Geospasial dan Artificial Intelligence di Indonesia

Jumat, 8 Mei 2026 - 00:00

Permudah Konektivitas Antar Daerah, KA Sangkuriang Diminati Pelanggan

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:00

Ekspansi ke Filipina, Voresi Jadikan Pendidikan Nonformal Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:00

Tren Permintaan Emas Mencetak Rekor Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:00

Layanan Penitipan Barang di Stasiun Halim Semakin Dimanfaatkan, Dukung Perjalanan Pengguna Lebih Praktis dan Nyaman

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:00

Konsisten Jalankan Praktik Keberlanjutan, WSBP Raih Penghargaan Pada Ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:00

Liberta Hotel International Hadir di Belajaraya 2026, Dorong Ruang Interaksi Kreatif dan Kolaborasi Komunitas

Berita Terbaru