Menanti Kepastian Tarif AS–Tiongkok, Emas Bergerak Hati-Hati - Koran Mandalika

Menanti Kepastian Tarif AS–Tiongkok, Emas Bergerak Hati-Hati

Selasa, 12 Agustus 2025 - 10:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) membuka pekan dengan langkah berat. Pada perdagangan Senin (11/8), minat lindung nilai memudar seiring membaiknya sentimen risiko global, sehingga sebagian aliran dana bergeser ke aset berisiko dan menekan kinerja bullion. Optimisme atas kemajuan diplomatik untuk meredakan ketegangan Rusia–Ukraina, beriringan dengan reli ekuitas lintas kawasan, ikut mempersempit ruang reli emas dan menjaga pergerakan dalam kisaran sempit.

Dari sudut pandang teknikal, analisis Dupoin Futures Indonesia yang dipaparkan Andy Nugraha menunjukkan sinyal pelemahan makin jelas. Kombinasi formasi candlestick dengan pergerakan Moving Average mengonfirmasi bias bearish yang kian menegas. Peta level harian yang disorot Andy menempatkan $3.325 sebagai target penurunan terdekat jika tekanan jual berlanjut. Sebaliknya, setiap kenaikan intraday dinilai berpotensi tertahan di sekitar $3.365. Menurutnya, tanpa katalis fundamental yang nyata mendukung, pantulan harga cenderung bersifat teknikal—sekadar kesempatan mengatur ulang posisi—ketimbang penanda perubahan tren.

Faktor makro pun belum memberi dorongan yang meyakinkan. Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di atas 98, terakhir sekitar 98,60, merefleksikan absennya pelemahan signifikan pada greenback. Di pasar obligasi, reli imbal hasil jeda setelah empat hari kenaikan: tenor 10 tahun berada di kisaran 4,262% dan tenor 30 tahun melunak ke 4,825%. Stabilnya yield menahan penurunan biaya peluang memegang emas, sehingga dorongan dari sisi suku bunga riil belum cukup kuat untuk memicu reli berkelanjutan.

Sisi risiko global justru berkontribusi menekan permintaan safe-haven. Bursa saham Asia, Eropa, hingga India bergerak positif didorong ekspektasi diplomasi dan hasil kinerja perusahaan yang solid. Namun, tema perdagangan tetap menjadi sumber ketidakpastian. Tarif timbal balik AS yang efektif per 7 Agustus mengangkat rata-rata tarif ke level tertinggi sejak 1934 (perkiraan 18,6%) dan mencakup lebih dari 60 mitra dagang. Pasar juga menunggu keputusan kelanjutan gencatan senjata tarif AS–Tiongkok selama 90 hari. Di sisi lain, kegamangan terkait potensi tarif pada batangan emas Swiss—termasuk ukuran 1 kg dan 100 ons—mulai mereda usai sinyal dari Gedung Putih bahwa emas fisik kemungkinan dikecualikan, meski pelaku pasar tetap menanti konfirmasi resmi. Sampai kejelasan turun, rantai pasok bullion tetap berada di bawah sorotan.

Baca Juga :  Bagaimana Crestron Membantu MLV Teknologi Mentransformasi Kantor dengan Solusi Otomasi Canggih

Secara taktis, lanskap hari ini masih menempatkan $3.400 sebagai “pagar atas” psikologis. Penutupan yang gagal melampaui area tersebut cenderung mempertahankan pola konsolidasi dengan kemiringan turun. Di sisi bawah, reaksi harga terhadap $3.350 dan terutama $3.325 akan menentukan apakah dominasi seller bertahan atau mulai melemah. Mengingat kalender pekan ini sarat rilis inflasi AS berikut indikator aktivitas dan konsumsi, disiplin manajemen risiko—termasuk penempatan stop-loss yang responsif terhadap volatilitas—menjadi kunci eksekusi.

Selain itu, Andy Nugraha menilai pendekatan sell-on-rally di zona resistensi terdekat masih lebih rasional dibanding mengejar kenaikan yang belum ditopang fundamental. Sampai ada kejutan positif dari data inflasi atau perubahan tajam pada imbal hasil dan Dolar AS, emas berpotensi tetap bergerak defensif dalam rentang yang telah terpetakan.

Berita Terkait

Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar
PLN NPC Catatkan Milestone Baru, PLTMG Sekupang 50 MW Resmi Capai COD
PLN NPC dan PLN UIP Nusra Teken Kontrak Penyiapan Infrastruktur PLTP Atadei
Sanct Social Bergabung dalam Delegasi Bisnis Indonesia ke Global Digital Trade Expo 2026 di Hangzhou, Jajaki Kemitraan dan Pelajari Kacamata Pintar serta Model AI Tiongkok
SUCOFINDO BERSAMA DISPERINDAG JATIM PERKUAT SINERGI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT BAHAN KIMIA
Pertamina melalui Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?
KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:29

Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01

Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:41

Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:31

Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:19

Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:13

Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:45

BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:51

NTB Perkuat SDM, Data Berkualitas Jadi Dasar Keputusan Pembangunan

Berita Terbaru

Teknologi

Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar

Rabu, 7 Okt 2026 - 22:02