Mengecek Kesiapan Finansial Sebelum Punya Anak - Koran Mandalika

Mengecek Kesiapan Finansial Sebelum Punya Anak

Rabu, 7 Januari 2026 - 01:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memutuskan punya anak adalah salah satu momen besar dalam hidup. Banyak pertimbangan emosional yang terlibat, tapi aspek finansial juga memegang peran penting. Hal ini agar kamu dan pasangan bisa menjalani fase baru ini dengan lebih tenang.

Memahami Perubahan Prioritas Keuangan

Saat punya anak, struktur pengeluaran akan berubah. Biaya yang sebelumnya fleksibel kini menjadi kebutuhan rutin. Mulai dari kebutuhan harian, kesehatan, hingga pendidikan di masa depan.

Memahami perubahan ini sejak awal membantu kamu menyesuaikan gaya hidup. Ada pos pengeluaran yang mungkin perlu dikurangi, dan ada juga yang perlu disiapkan lebih serius. Proses ini terasa lebih ringan ketika dilakukan secara sadar, bukan karena terpaksa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menghitung Biaya Awal Kehadiran Anak

Biaya awal sering kali terasa cukup besar. Pemeriksaan kehamilan, persiapan persalinan, dan kebutuhan bayi baru lahir membutuhkan dana tersendiri. Popok, susu, pakaian, dan perlengkapan lainnya datang hampir bersamaan.

Membuat estimasi kasar membantu kamu punya gambaran realistis. Tidak harus sangat detail, yang penting kamu tahu kisaran dana yang perlu disiapkan agar tidak kaget di tengah jalan.

Dana Darurat yang Lebih Kokoh

Memiliki anak berarti meningkatkan kebutuhan akan rasa aman. Dana darurat menjadi semakin penting. Idealnya, dana darurat mencakup enam hingga dua belas bulan pengeluaran rutin setelah punya anak.

Dana ini berfungsi sebagai penyangga jika terjadi hal tidak terduga, seperti kondisi kesehatan atau perubahan pekerjaan. Dengan dana darurat yang memadai, kamu bisa fokus pada keluarga tanpa tekanan finansial berlebihan.

Baca Juga :  Kebiasaan Belanja yang Membuat Pengeluaran Membengkak

Kesiapan Arus Kas Bulanan

Selain tabungan, arus kas bulanan perlu diperhatikan. Pastikan pendapatan rutin mampu menutup pengeluaran tetap, termasuk kebutuhan anak. Cek apakah masih ada ruang untuk menabung setelah semua kebutuhan terpenuhi.

Jika arus kas terasa ketat, ini menjadi sinyal untuk menyesuaikan rencana. Bisa dengan menunda pengeluaran tertentu, menambah sumber pendapatan, atau mengatur ulang prioritas.

Perencanaan Kesehatan dan Asuransi

Biaya kesehatan adalah salah satu pos penting setelah punya anak. Pemeriksaan rutin, imunisasi, dan kemungkinan perawatan medis perlu dipertimbangkan.

Memiliki perlindungan kesehatan yang memadai membantu mengurangi risiko pengeluaran besar secara tiba tiba. Perencanaan ini memberi ketenangan dalam jangka panjang, karena kamu tidak harus mengandalkan tabungan untuk setiap kebutuhan medis.

Mulai Menyisihkan Dana Pendidikan Sejak Dini

Pendidikan anak sering kali menjadi salah satu pengeluaran terbesar di masa depan. Memulai lebih awal memberi kamu keunggulan waktu. Setoran kecil yang konsisten terasa lebih ringan dibanding menabung dalam jumlah besar di kemudian hari.

Dana pendidikan tidak harus langsung besar. Yang terpenting adalah kebiasaan menyisihkan secara rutin dan memilih instrumen yang sesuai dengan jangka waktu tujuan.

Mengevaluasi Tujuan Keuangan Bersama Pasangan

Punya anak adalah perjalanan bersama. Diskusi terbuka soal keuangan membantu menyatukan visi. Bicarakan tujuan jangka pendek dan jangka panjang, serta cara mencapainya.

Baca Juga :  Telkom Indonesia Dukung Komunitas Pengembang Gim di Kota Malang dengan Menggelar Indigo Game Clinic

Dengan kesepakatan yang jelas, setiap keputusan finansial terasa lebih ringan karena diambil bersama.

Menyimpan Dana dengan Lebih Terstruktur

Setelah memahami kebutuhan dan tujuan, langkah berikutnya adalah memilih tempat menyimpan dana yang terstruktur. Instrumen yang stabil membantu menjaga nilai uang sekaligus memberi kepastian.

Deposito sering dipilih untuk tujuan jangka menengah hingga panjang karena memberikan bunga tetap dan risiko yang relatif rendah. Dengan tenor yang jelas, kamu bisa merencanakan penggunaan dana dengan lebih tenang.

Menyiapkan Masa Depan Anak Lewat Deposito di neobank

Jika kamu ingin menyimpan dana persiapan punya anak dengan lebih rapi, deposito di neobank bisa menjadi pilihan. Prosesnya praktis, transparan, dan membantu kamu mengunci dana agar tidak mudah terpakai untuk kebutuhan lain.

Dengan perencanaan yang matang dan tempat penyimpanan dana yang tepat, kesiapan finansial untuk punya anak terasa lebih realistis. Kamu pun bisa menyambut fase baru kehidupan dengan rasa aman dan percaya diri.

Kamu bisa membuka Deposito WOW di neobank dengan modal mulai dari Rp100.000. Salah satu keuntungan deposito adalah stabil untuk pemula ini punya tenor yang beragam sesuai kebutuhan, mulai dari 7 hari hingga 12 bulan.

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bank Mandiri Taspen dan Basarnas Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman
Dukung Percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Daerah 3T, VRITIMES Dorong Strategi Komunikasi Digital Bersama BSKDN Kemendagri
Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Salurkan 100 Paket Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Karhutla
Bitcoin Makin Diminati di Indonesia, Investor Kripto Kembali Ramai Bertransaksi
Dukung Pemulihan Aset Nasabah di Sentani, BRI Insurance Bayarkan Klaim Rp304,65 Juta 
Satu Pertanyaan “R U OK?” untuk Kesehatan Mental, BINUS SCHOOL Serpong Ajak Komunitas Sekolah Saling Peduli
BP Tapera dan Kementerian PKP Tinjau Kualitas Perumahan di Lampung, Pastikan Hunian Layak dan Nyaman bagi Masyarakat
Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 21:02

Bank Mandiri Taspen dan Basarnas Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman

Rabu, 23 September 2026 - 21:02

Dukung Percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Daerah 3T, VRITIMES Dorong Strategi Komunikasi Digital Bersama BSKDN Kemendagri

Rabu, 23 September 2026 - 19:02

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Salurkan 100 Paket Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Karhutla

Rabu, 23 September 2026 - 15:02

Bitcoin Makin Diminati di Indonesia, Investor Kripto Kembali Ramai Bertransaksi

Rabu, 23 September 2026 - 14:02

Dukung Pemulihan Aset Nasabah di Sentani, BRI Insurance Bayarkan Klaim Rp304,65 Juta 

Rabu, 23 September 2026 - 14:02

BP Tapera dan Kementerian PKP Tinjau Kualitas Perumahan di Lampung, Pastikan Hunian Layak dan Nyaman bagi Masyarakat

Rabu, 23 September 2026 - 14:02

Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Rabu, 23 September 2026 - 14:02

Gaji Berhenti Saat Pensiun, Dhiraj Kelly Ingatkan Biaya Hidup Tetap Berjalan

Berita Terbaru