Menjelang Rilis NFP Malam Ini, Harga Emas Masih Bertahan di Jalur Bullish - Koran Mandalika

Menjelang Rilis NFP Malam Ini, Harga Emas Masih Bertahan di Jalur Bullish

Senin, 24 November 2025 - 07:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan sesi Amerika Utara hari Rabu (19/11). Meski sempat terkoreksi setelah menguat lebih dari 1% akibat lonjakan tajam Dolar AS, logam mulia ini tetap bertahan di zona positif. Pergerakan pasar mencatat XAU/USD berada di sekitar level $4.081 atau naik sekitar 0,31%, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global serta fokus pelaku pasar menjelang rilis data tenaga kerja AS yang dijadwalkan Kamis malam waktu Indonesia.

Menurut Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, pola pergerakan emas dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kecenderungan bullish yang semakin solid. Berdasarkan kombinasi sinyal candlestick dan indikator Moving Average, Andy menilai tren penguatan emas terus mendapatkan dorongan dari minat beli yang stabil sejak awal pekan.

Pada pembukaan sesi Asia Kamis pagi (20/11), harga emas bahkan sempat naik hingga menyentuh area $4.110, mengindikasikan bahwa pasar masih mencari aset aman di tengah meningkatnya kewaspadaan. Penundaan rilis data ketenagakerjaan AS akibat gangguan operasional pemerintahan membuat The Fed mendapat lebih sedikit petunjuk mengenai kondisi pasar tenaga kerja, sehingga menambah ketidakpastian dan meningkatkan permintaan emas sebagai safe haven.

Dalam ulasan hariannya, Andy Nugraha memaparkan dua skenario pergerakan emas untuk hari ini. Jika tekanan bullish terus mendominasi, harga XAU/USD berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance kuat di $4.129 yang menjadi target penguatan berikutnya. Sebaliknya, jika momentum mulai melemah dan terjadi koreksi, emas berpeluang turun menguji support di sekitar $4.057 sebelum menentukan arah baru.

Saat ini, sentimen investor sangat dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) bulan September. Konsensus pasar memperkirakan pertumbuhan tenaga kerja sekitar 50.000, jauh lebih tinggi daripada 22.000 pada laporan sebelumnya. Jika data keluar lebih lemah dari perkiraan, peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember dapat meningkat, yang biasanya menjadi katalis positif bagi emas. Penurunan suku bunga menurunkan biaya kesempatan dalam memegang emas, sehingga harga logam mulia cenderung naik.

Walaupun demikian, peluang penurunan suku bunga The Fed tidak lagi sekuat pekan lalu. Risalah rapat FOMC bulan Oktober memperlihatkan adanya perbedaan pandangan di antara pejabat The Fed mengenai prospek suku bunga, dengan sebagian anggota tidak mendukung kelanjutan siklus penurunan. Kondisi tersebut membuat ekspektasi pasar menurun, dengan probabilitas pemangkasan suku bunga Desember kini berada di sekitar 30%, turun jauh dari hampir 60% pada pekan sebelumnya menurut CME FedWatch.

Baca Juga :  Hingga 12 Ribu Penumpang Gunakan KA Bandara di Yogyakarta, 29 Maret Jadi Puncak Arus Balik

Sementara itu, Dolar AS terus menunjukkan performa impresif. Indeks Dolar (DXY) naik 0,54% ke level 100,13, tertinggi dalam dua minggu terakhir. Kenaikan dolar umumnya menjadi tekanan bagi harga emas, namun imbal hasil obligasi AS yang stabil dengan yield Treasury 10 tahun bertahan di kisaran 4,11% membantu menahan tekanan tersebut.

Melihat dinamika pasar yang masih sangat responsif terhadap data ekonomi dan arah kebijakan moneter, harga emas diperkirakan bergerak fluktuatif menjelang rilis NFP. Namun selama indikator teknikal masih menunjukkan kecenderungan bullish, peluang kenaikan tetap terbuka sebelum pasar menentukan arah selanjutnya setelah laporan ketenagakerjaan malam ini dirilis.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek untuk Mendukung Kebutuhan Pengguna
Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin, Ajak Masyarakat Semakin Aktif Bertransaksi di Aplikasi Raya
Modal Usaha Jadi Bertambah, Cek Penawaran Dana Tunai BRI Finance Berikut Ini
Menguatkan Iman di Tengah Tantangan, PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema “Di Dalam Tekanan Kuasa Tuhan Bekerja”
Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%
Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia
SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP
Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:00

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek untuk Mendukung Kebutuhan Pengguna

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:00

Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin, Ajak Masyarakat Semakin Aktif Bertransaksi di Aplikasi Raya

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:00

Modal Usaha Jadi Bertambah, Cek Penawaran Dana Tunai BRI Finance Berikut Ini

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:56

Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00

B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi

Berita Terbaru