Menyiapkan Budget Perawatan Diri Agar Tetap Sehat - Koran Mandalika

Menyiapkan Budget Perawatan Diri Agar Tetap Sehat

Jumat, 26 Desember 2025 - 12:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perawatan diri sering dianggap hal kecil yang bisa dipikirkan belakangan. Padahal, justru karena sifatnya rutin, pengeluaran ini perlu diatur dengan sadar sejak awal.

Mengatur budget perawatan diri bukan soal menahan diri berlebihan, tapi tentang memberi ruang untuk merawat tubuh dan pikiran tanpa membuat keuangan ikut lelah.

Langkah paling penting adalah mengakui satu hal sederhana. Perawatan diri memang butuh anggaran. Tidak perlu besar, yang penting realistis dan konsisten. Simak beberapa hal dalam menyiapkan budget pewaratan diri berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Mengapa Perawatan Diri Perlu Masuk Anggaran?

Banyak orang merasa perawatan diri itu spontan. Potong rambut karena sudah panjang, beli skincare karena habis, atau pijat karena badan pegal. Semua terasa wajar dan sering dilakukan tanpa perhitungan.

Masalah muncul ketika pengeluaran ini dibiarkan berjalan tanpa batas. Dalam satu bulan, biaya perawatan diri bisa setara dengan tabungan yang seharusnya disisihkan. Dengan memasukkannya ke anggaran, kamu justru memberi kendali, bukan batasan kaku.

Lalu, apa yang perlu kamu lakukan selanjutnya? Simak beberapa hal berikut ini.

2. Mulai dari mencatat pengeluaran nyata

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah mencatat semua pengeluaran perawatan diri selama satu bulan penuh. Jangan disaring dulu. Catat apa adanya, sekecil apa pun nominalnya.

Termasuk di dalamnya:

a. Potong rambut

b. Skincare dan body care

c. Olahraga berbayar

d. Pijat, refleksi, atau facial

e. Vitamin dan suplemen

Dari catatan ini, kamu akan melihat pola yang sebelumnya terasa samar. Banyak orang terkejut ketika melihat totalnya secara utuh.

Baca Juga :  Trading di HSB Investasi di Momen Imlek 2026, Dapat Reward Mingguan

3. Bagi sesuai intensitas

Setelah mencatat, langkah berikutnya adalah mengelompokkan pengeluaran. Mana yang rutin dan mana yang sesekali.

Pengeluaran rutin biasanya lebih mudah diprediksi. Misalnya potong rambut dua bulan sekali, beli skincare bulanan, atau langganan gym. Sementara pengeluaran sesekali sering muncul karena kebutuhan mendadak atau kondisi tertentu.

Dengan pemisahan ini, kamu bisa lebih mudah menentukan prioritas. Pengeluaran rutin bisa dimasukkan ke budget tetap, sementara yang sesekali disiapkan lewat dana cadangan.

4. Menentukan batas bulanan yang nyaman

Setelah memahami pola, saatnya menentukan batas bulanan. Banyak orang memilih kisaran 5% sampai 10% dari pendapatan untuk perawatan diri. Angka ini cukup populer karena terasa seimbang.

Namun, angka ini bukan aturan mutlak. Kalau kondisi keuangan sedang ketat, kamu bisa menurunkannya. Saat penghasilan naik, kamu bisa menyesuaikan kembali. Yang terpenting, batas ini terasa nyaman dan tidak memicu rasa bersalah.

5. Memilah perawatan yang wajib dan tambahan

Tidak semua perawatan diri punya tingkat urgensi yang sama. Ada yang bersifat dasar dan ada yang tambahan.

Perawatan dasar biasanya berkaitan langsung dengan kesehatan dan kebersihan. Skincare dasar, kebersihan tubuh, dan perawatan ringan termasuk di sini. Perawatan tambahan lebih ke kenyamanan atau estetika, seperti treatment tertentu atau layanan premium.

Dengan memilah seperti ini, kamu tetap bisa merawat diri tanpa harus selalu mengambil opsi paling mahal.

6. Biaya perawatan diri yang cenderung mahal

Ada beberapa jenis perawatan diri yang biayanya relatif besar dan sulit ditekan, terutama jika sifatnya mendesak atau berkaitan dengan kesehatan.

Contohnya:

a. Perawatan gigi seperti tambal atau behel

Baca Juga :  Nalar Bicara Meluncurkan Video Baru tentang Perjalanan Generasi Ketiga Usaha Keluarga

b. Terapi fisik atau rehabilitasi

c. Perawatan kulit medis

d. Perawatan kesehatan tertentu pasca sakit

Biaya seperti ini sering muncul di luar rencana dan tidak selalu bisa ditunda. Inilah alasan pentingnya memiliki strategi keuangan tambahan.

7. Kapan perlu memikirkan opsi pinjaman

Dalam kondisi tertentu, biaya perawatan diri bisa melampaui budget bulanan. Terutama untuk perawatan yang sifatnya medis atau mendesak. Jika dana darurat belum cukup, opsi pinjaman bisa menjadi alternatif jangka pendek.

Gunakan pinjaman legal dan resmi bank secara bijak. Hitung kemampuan bayar, pahami tenor, dan pastikan cicilan tidak mengganggu kebutuhan utama.

Pertimbangkan opsi pinjaman legal di neobank dari Bank Neo Commerce. Neo Pinjam mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:

– Limit pinjaman hingga Rp100.000.000

– Pinjaman online dengan pilihan tenor beragam minimal 3 bulan – maksimal 24 bulan

– Bunga mulai dari 0,06% flat per hari (setara dengan maksimum APR 21,9% per tahun)

– Tidak ada biaya tersembunyi atau penalti pelunasan lebih awal

Ditambah, pinjaman legal ini juga bebas biaya admin saat pencairan. Meskipun mudah dan cepat, pengajuan kamu tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah.

Download neobank di PlayStore atau App Store dan ajukan Neo Pinjam sekarang. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

 

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Universitas Brawijaya Perkuat Posisi sebagai Pusat Unggulan Cybersecurity Indonesia Lewat Kemitraan Strategis dengan Positive Technologies
Rating Bintang 3 Validasi Komitmen Gokomodo terhadap Agribisnis Berkelanjutan
Pembangunan Huntap Dipercepat, Satgas PRR Pastikan Penyintas Tak Lama di Huntara
Sulit Menabung dengan Target Terlalu Besar? Begini Cara Mengatasinya
Pendiri Ondo Finance Nathan Allman Meninggal Dunia, Apa Selanjutnya untuk ONDO dan Masa Depan Tokenisasi Saham?
Bittime Perkuat Strategi “Regulatory-First dan User-Centric” di Era Aset Kripto Indonesia Bersama IPB, Stellar, dan Rise In
KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Patuhi Aturan Barang Bawaan
KAI Daop 1 Jakarta Layani Hampir 56 Ribu Pelanggan KA Lokal, Volume Tertinggi Terjadi pada 26 Mei 2026

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:00

Universitas Brawijaya Perkuat Posisi sebagai Pusat Unggulan Cybersecurity Indonesia Lewat Kemitraan Strategis dengan Positive Technologies

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:00

Rating Bintang 3 Validasi Komitmen Gokomodo terhadap Agribisnis Berkelanjutan

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:00

Pembangunan Huntap Dipercepat, Satgas PRR Pastikan Penyintas Tak Lama di Huntara

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:00

Sulit Menabung dengan Target Terlalu Besar? Begini Cara Mengatasinya

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:00

Pendiri Ondo Finance Nathan Allman Meninggal Dunia, Apa Selanjutnya untuk ONDO dan Masa Depan Tokenisasi Saham?

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00

KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Patuhi Aturan Barang Bawaan

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00

KAI Daop 1 Jakarta Layani Hampir 56 Ribu Pelanggan KA Lokal, Volume Tertinggi Terjadi pada 26 Mei 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:00

Libur Panjang Idul Adha, KAI Daop 1 Jakarta: Tiket KA Masih Tersedia Hingga Akhir Periode Liburan

Berita Terbaru