Koran Mandalika, Lombok Tengah – CEO Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria angkat bicara pasca Pemerintah Provinsi NTB menyatakan ketidaksiapan dalam gotong royong untuk biaya hosting fee Moto GP tahun ini yang akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Indonesia.
Priandhi menegaskan ada ataupun tanpa bantuan pemerintah, Moto GP tetap berlangsung di Sirkuit Mandalika. Pasalnya, ITDC yang punya ranah terkait hosting fee tersebut sudah siap.
“Persoalan hoting fee ini tidak perlu dibesar-besarkan. ITDC sudah siap menyelenggarakan event MotoGP di tahun 2025 ini,” kata Priandhi, Sabtu (23/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia membeberkan perihal hosting fee ini sudah lama didiskusikan. Disepakati bahwa hosting fee ini adalah ranahnya ITDC karena selaku pihak yang menandatangi perjanjian dengan Dorna.
“Saya sendiri juga menemani pak Troy selaku Chairman MotoGP untuk ketemu pemerintah provinsi diskusi saat itu mengenai hosting fee,” ujar Priandhi.
Dia mencotohkan event besar lainnya yang sebagian hosting fee dibebankan kepada pemerintah daerah.
“Ya tentunya seperti juga kami mengadakan ajang balap Power Boot dan Aqua Bike di Sumatera Utara, sebagian beban dari hosting fee ini dibebankan juga ke pemerintah daerah,” ucap Priandhi.
Priandhi kembali menegaskan hosting fee tidak perlu dibesar-besarkan jadi isu. Sebab, ITDC sendiri sudah nyatakan siap menjalankan event ini di 2025.
“Jadi, kalau pun sedang didiskusikan nggak usah dijadikan isu batal, lah, isu ini, nggak perlu. Artinya ada tidak ada (bantuan) ITDC sudah siap menjalankan,” tegas Priandhi.
Dia melanjutkan, event Moto GP ini adalah ajang untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia, khususnya NTB sebagai provinsi penyelenggara.
Untuk itu, kata Priandhi, semua pihak harus saling membantu untuk kesuksesan penyelenggaraan ini.
“Kalau memang dirasa untung buat pihak A B C tolong sama-sama dibantu, lah ya, ngerti nggak. Dari segi promosi, kemudian juga ini di NTB seremoni openingnya mungkin bisa nanti dengan tari-tarian daerah yang lebih bagus lagi, lebih mewah lagi,” beber Priandhi.
“Apa, sih, yang bisa dilakukan untuk memperkenalkan NTB, Indonesia, di mata dunia yang tempatnya kebetulan adanya di NTB,” sambung Priandhi.
Terkait promosi dan transportasi untuk mendukung kesuksesan Moto GP di NTB, Pemerintah Provinsi NTB menyatakan kesiapan. (wan/dik).












