Koran Mandalika, Mataram – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengungkapkan kekhawatirannya pada event balap MotoGP Mandalika yang berlangsung tanggal 3-5 Oktober 2025, nanti.
Pasalnya, pada waktu yang bersamaan akan berlangsung pula ajang balap Formula 1 (F1) di Singapore.
CEO MGPA, Priandhi Satria mengatakan dengan waktu yang bersamaan ini tentu minat penonton akan terbagi, khususnya penggemar balap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau khawatir, ya pasti khawatir. Kan berarti ini market penggemar moto sport di Indonesia ini terpisah, di Asia terpisah, di dunia terpisah,” kata Priandhi usai menggelar rapat bersama Pemprov NTB, Senin (8/9).
Terlebih, ajang balap F1 di Singapore sudah berlangsung cukup lama, sehingga Singapore lebih menguasai pangsa pasar.
“Karena mereka sudah berjalan sekian lama ya, mereka bisa mengambil artis yang super heboh dari dunia, beda dengan kami. Jadi kalau kekhawatiran ya pasti khawatir,” jelas Priandhi.
Kendati begitu, pihak MGPA tentu tidak tinggal diam. MGPA terus berupaya untuk menggaet lebih banyak penonton, salah satunya lewat promosi.
“Kita mau bilang khawatir aja tapi tidak berbuat atau kita akan membesarkan event yang ada di Indonesia sendiri demi keuntungan dampak ekonomi Mandalika, Lombok, NTB, dan tentunya Indonesia,” tegas Priandhi.
Dia menuturkan untuk penjualan tiket ke luar negeri masih terbilang susah. Kendalanya adalah terbatasnya penerbangan dari luar negeri ke Lombok.
“Keluar negeri susah lah ya. Penerbangan ke Indonesia ini kan belum sebanyak dari luar negeri ke Denpasar. ini kan masih ada dua step ya, apakah dari luar negeri ke Denpasar cari tiket Denpasar-Lombok ataukah ke Jakarta-Lombok, nggak bisa mendarat jadi satu destinasi,” tutur Priandhi.
Sehingga, pihak MGPA akan memprioritaskan tamu lokal, khususnya masyarakat NTB.
“Dari Indonesia ini, menurut saya market paling besarnya ada di NTB ya, gimana kita menciptakan orang merasa ini menjadi event milik sendiri. Karena dampak ekonominya pasti ada,” tutup Priandhi. (dik)






